Kata Azis Syamsuddin Soal Punya Delapan Orang Dalam di KPK Mantan Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/10/2021) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin membantah memiliki delapan "orang dalam" di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disampaikan Azis saat bersaksi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa AKP Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (25/10).

"Saksi Yusmada dapat informasi, Bapak punya delapan penyidik yang bisa digerakkan?" tanya salah satu pengacara Robin dalam sidang.

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Akui Kerap Beri Uang ke Eks Penyidik KPK AKP Robin

"Tidak, Pak. Saya sudah ditanya KPK. Tidak ada, Pak (delapan penyidik KPK yang bisa digerakkan)," jawab Azis.

Sebelumnya, Azis Syamsuddin disebut mempunyai delapan orang dalam di KPK. Kedelapan orang tersebut diduga bertugas untuk mengamankan perkara yang berkaitan dengan mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Hal tersebut diketahui dari berita acara pemeriksaan (BAP) Sekretaris Daerah Tanjungbalai Yusmada.

Tersangka Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/4/2021). (Foto: Antara)
Tersangka Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/4/2021). (Foto: Antara)

BAP dimaksud berisi percakapan antara Yusmada dengan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial, yang dibacakan jaksa dalam persidangan dengan terdakwa Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/10).

"BAP Nomor 19, paragraf 2, Saudara menerangkan bahwa M Syahrial mengatakan dirinya bisa kenal dengan Robin karena dibantu dengan Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI karena dipertemukan di rumah Azis di Jakarta. M Syahrial juga mengatakan bahwa Azis punya 8 orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis untuk kepentingan Azis, OTT atau amankan perkara. Salah satunya Robin," kata jaksa.

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Bakal Jadi Saksi Sidang Suap Eks Penyidik KPK AKP Robin

Jaksa kemudian menanyakan maksud dalam BAP tersebut, terutama terkait dengan tujuan mengamankan perkara.

"Perkara apa?" tanya jaksa.

"Enggak ada disampaikan," jawab Yusmada.

Yusmada menerangkan, informasi tersebut keluar dari mulut Syahrial. Ia mengaku tidak mendalami lebih lanjut.

"Cuma ngomong untuk kepentingan AzisSyamsuddin saja?" lanjut jaksa.

"Iya, Pak," ujar Yusmada. (Pon)

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Diduga Punya 8 'Orang Dalam' di KPK, AKP Robin: Enggak Ada

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Punya Bukti Kuat, PSI Optimistis Menangkan Gugatan Viani Rp 1 Triliun
Indonesia
Punya Bukti Kuat, PSI Optimistis Menangkan Gugatan Viani Rp 1 Triliun

"Tapi kalau kami sih optimis karena kami punya bukti-bukti yang kuat dan sudah sesuai prosedur di internal partai juga," kata Michael di DPD Golkar DKI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/10).

Fraksi PAN Dukung Jakarta Lockdown Akhir Pekan
Indonesia
Fraksi PAN Dukung Jakarta Lockdown Akhir Pekan

Belajar dari PPKM, Lukmanul meminta agar lockdown akhir pekan disertai dengan penegakan hukum yang lebih tegas.

Bunga Kredit Lambat Turun
Indonesia
Bunga Kredit Lambat Turun

Total penurunan suku bunga acuan mencapai 150 basis poin sejak 2020 hingga dua bulan pertama 2021

Selama PPKM Mikro, Kemacetan Lalu Lintas Terjadi di Jakarta
Indonesia
Selama PPKM Mikro, Kemacetan Lalu Lintas Terjadi di Jakarta

Ada kendala lain yang dihadapi DKI dalam mengendalikan kasus COVID-19. Lantaran terdapat masyarakat yang ber KTP DKI yang bertempat tinggal di luar Jakarta.

Kapolri: Ini Memang Tidak Nyaman
Indonesia
Kapolri: Ini Memang Tidak Nyaman

pengetatan PPKM darurat harus dibarengi dengan vaksinasi untuk herd immunity

Pemkot Bandung Janjikan Penataan 40 Sungai untuk Ruang Terbuka Hijau
Indonesia
Pemkot Bandung Janjikan Penataan 40 Sungai untuk Ruang Terbuka Hijau

Puluhan sungai ini membutuhkan penataan, sehingga bisa menambah ruang terbuka hijau dan mengurangi potensi banjir.

Sepekan Mendatang Indonesia Alami Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Sepekan Mendatang Indonesia Alami Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diminta Waspada

BMKG meminta warga untuk selalu waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, selama sepekan ke depan mulai 10-17 Mei 2021.

Ratusan Juta Data Penduduk Bocor, DPR Minta Polisi Bertindak
Indonesia
Ratusan Juta Data Penduduk Bocor, DPR Minta Polisi Bertindak

Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021.

Korban Dugaan Pemalsuan Surat Jual Beli Vila di Bali Menuntut Keadilan
Indonesia
Korban Dugaan Pemalsuan Surat Jual Beli Vila di Bali Menuntut Keadilan

Korban dugaan pemalsuan surat dalam proses jual beli Rich Villa Ubud di Bali, Hartati mengirim surat ke Ketua Mahkamah Agung (MA).

Kasus COVID-19 di Kudus, Kapolri Perintahkan Anak Buahnya Kunci Pergerakan Warga
Indonesia
Kasus COVID-19 di Kudus, Kapolri Perintahkan Anak Buahnya Kunci Pergerakan Warga

"Yang selesai di tracing dan reaktif langsung diarahkan untuk tidak keluar rumah dan isolasi mandiri sampai dengan hasil RT-PCR keluar," kata Sigit dalam keterangannya, Senin (7/6).