Kasus Wartawan Disiksa hingga Dipaksa Minum Air Seni, Polisi Pastikan Usut Tuntas Zaenal, korban dugaan penculikan dan penganiayaan oleh oknum pejabat Pemkab Karawang. (ANTARA/Tangkap Layar WAG)

MerahPutih.com - Dugaan penculikan dan penganiayaan menimpa dua orang wartawan oleh oknum pejabat berinisial A di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bahkan, diduga penganiayaan tersebut dibarengi pemaksaan meminum air seni kepada korban.

Polres Kabupaten Karawang memastikan akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut.

"Kami telah menerima laporan dari korban, langsung saya meminta Kasatreskrim untuk membentuk tim khusus dan melakukan langkah-langkah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono di Karawang, Selasa (20/9).

Baca Juga:

Jurnalis Karawang Disiksa Oknum Pejabat Hingga Dipaksa Minum Air Seni

Ia menyampaikan, pihaknya akan terus mendalami kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua orang wartawan tersebut, sehingga siapa pun yang terbukti bersalah akan diproses.

"Saya menekankan Kasatreskrim untuk diperhatikan, agar diproses sesuai prosedur hukum. Akan kita usut secara tuntas," kata dia, dikutip Antara

Dikatakannya, bentuk keseriusan Polres Karawang dalam menangani kasus itu ialah dengan membentuk tim khusus, sehingga penanganannya ekstra.

"Siapa pun yang terlibat akan kami tindak" kata Kapolres.

Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan dua wartawan di Karawang oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkab Karawang terjadi pada akhir pekan lalu atau Sabtu (17/9) malam hingga Minggu (18/9) dini hari.

Dua orang yang menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan oknum pejabat Pemkab Karawang yang juga pengurus Askab PSSI Karawang itu ialah Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa.

Korban yang juga wartawan daring di Karawang kemudian melapor ke Polres Karawang pada Senin (19/9) malam dengan nomor laporan STTLP/1749/IX/2022/SPKT.Reskrim/PolresKarawang/PoldaJawaBarat.

Pelaporan itu dilakukan korban dengan didampingi puluhan orang dari unsur wartawan dan aktivis.

Baca Juga:

Di Hadapan Media Asing Siap Maju Pemilu 2024, Anies ke Wartawan Nasional: Cukup Itu Saja

Salah seorang korban, Gusti Sevta Gumilar menyampaikan peristiwa yang dialami terjadi bermula saat acara peluncuran Persika 1951, salah satu klub sepak bola Karawang di liga 3.

Saat acara berlangsung, korban mengunggah kata-kata sindiran Persika melalui akun media sosial pribadinya.

Ternyata unggahan itu mengusik sejumlah ASN Pemkab Karawang yang kebetulan masuk dalam pengurus Askab PSSI Karawang.

Usai peluncuran Persika 1951 di Stadion Singaperbangsa Karawang pada Sabtu (17/9) malam, Gusti yang hadir dalam kegiatan itu dibawa oleh orang yang mengaku suruhan pejabat Pemkab Karawang berinisial A.

Gusti dibawa ke bekas kantor PSSI Karawang. Lalu di dalam kantor itu, pintu langsung ditutup tidak boleh ada yang masuk selain orang orang dari yang mengaku suruhan pejabat berinisial A dan korban.

Dilaporkan kalau telepon genggam milik korban dirampas saat berada di dalam kantor itu. Selang beberapa saat korban mendapat penganiayaan berupa pukulan dari sejumlah orang yang berada di ruangan tersebut.

Bahkan menurut laporan korban oknum pejabat A hadir di ruangan itu dan mencekoki korban dengan air kencing sebanyak tiga kali.

Selain itu, korban mendapat hantaman kepala dan tinju di beberapa bagian tubuhnya.

Tidak hanya itu, Gusti mendapat ancaman jika soal ini berlanjut dan korban melapor, keluarga akan dihabisi.

Sementara korban dapat ke luar dari ruangan itu setelah dijemput oleh salah seorang keluarganya yang mengetahui korban ada di ruang itu.

Korban mengalami penyekapan satu malam yakni Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Korban dianiaya dari malam hingga pagi hari sampai tidak sadarkan diri, dan bisa pulang karena dijemput oleh saudaranya.

Sedangkan korban lainnya, Zaenal dijemput dari rumahnya oleh sekelompok orang bersama oknum pejabat Pemkab pada Minggu dini hari. Setelah berada di dalam mobil penjemput, Zaenal mendapat siksaan.

Akibat siksaan itu, Zaenal mengalami luka robek di bagian kepala. (*)

Baca Juga:

Rampas Handphone Wartawan saat Meliput Ferdy Sambo, Oknum Polisi Diturunkan Jabatan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kominfo Hubungi Kedubes AS Terkait Pendaftaran PSE
Indonesia
Kominfo Hubungi Kedubes AS Terkait Pendaftaran PSE

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta bantuan kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta untuk membantu komunikasi dengan sejumlah platform lingkup privat agar dapat merespon permintaan Kominfo terkait pendaftaran penyelenggara sistem elektronik (PSE).

Ingatkan Luhut, Senior PDIP Ungkit Kisah Harmoko Setahun Sebelum Suharto Lengser
Indonesia
Ingatkan Luhut, Senior PDIP Ungkit Kisah Harmoko Setahun Sebelum Suharto Lengser

Harmoko yang saat itu menjabat Ketua MPR melapor ke Suharto bahwa rakyat masih menghendakinya menjadi presiden untuk ke-7 kalinya.

Menteri ESDM Klaim PLTSa Putri Cempo Solo Mampu Ciptakan Lingkungan yang Lebih Sehat
Indonesia
Menteri ESDM Klaim PLTSa Putri Cempo Solo Mampu Ciptakan Lingkungan yang Lebih Sehat

Selain dari manfaat langsung dari listrik, kata dia, PLTSa itu digadang-gadang mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Jokowi Tutup Kunjungan di Bali dengan Hadiri Rapimnas Kadin 2021
Indonesia
Jokowi Tutup Kunjungan di Bali dengan Hadiri Rapimnas Kadin 2021

Presiden direncanakan akan memberikan sambutan pada Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri 2021 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Kuburan Massal Ditemukan di Daerah Berjarak 37 Kilometer dari Kiev
Dunia
Kuburan Massal Ditemukan di Daerah Berjarak 37 Kilometer dari Kiev

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan lewat video, jika daerah tersebut dipasang banyak ranjau.

Pj DKI 1 Andalkan Jalan 1 Arah dan Tutup Puteran Atasi Macet Ibu Kota
Indonesia
Pj DKI 1 Andalkan Jalan 1 Arah dan Tutup Puteran Atasi Macet Ibu Kota

Pj DKI 1 meminta jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI agar lalu lintas (lalin) di Jakarta bisa dikendalikan, sehingga memudahkan mobilisasi warga.

Soal Mafia Minyak Goreng, DPR Minta Polisi Langsung Tangkap
Indonesia
Soal Mafia Minyak Goreng, DPR Minta Polisi Langsung Tangkap

Pimpinan DPR RI buka suara menanggapi belum diumumkannya tersangka mafia minyak goreng. Padahal, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyatakan bahwa tersangka dalam kasus kelangkaan minyak goreng akan diumumkan, Senin (21/3) kemarin.

Akhir Pekan Ini, CFD di Jakarta Kembali Digelar
Indonesia
Akhir Pekan Ini, CFD di Jakarta Kembali Digelar

Di lokasi pastikan tidak ada kegiatan Partisipan dan Pedagang Kaki Lima (PKL).

PM Inggris Minta Maaf Hampir 2 Tahun Bohongi Rakyat, Tuntutan Mundur Menguat
Dunia
PM Inggris Minta Maaf Hampir 2 Tahun Bohongi Rakyat, Tuntutan Mundur Menguat

PM Inggris Boris Johnson minta maaf menghadiri pesta saat Inggris Lock Down akibat pandemi COVID-19.

Hasto Sebut Rasa Kemanusiaan dan Idealisme Andi Arief Mulai Luntur
Indonesia
Hasto Sebut Rasa Kemanusiaan dan Idealisme Andi Arief Mulai Luntur

Hasto Kristiyanto menjawab pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief terhadap dirinya di media sosial.