Kasus Teror Novel Belum Terungkap, Kapolri: Ini Utang Polri Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) berjabat tangan dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat memberikan konferensi pers setelah melakukan pertemuan di gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6). (ANTARA FOT

Kapolri Jenderal Tito Karnavian merasa berutang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan hingga kini belum berhasil diungkap.

Tito juga menjelaskan, kedatangan jajaran Polri ke KPK untuk berkonsolidasi terkait penanganan kasus teror terhadap Novel Baswedan.

"Pengalaman saya pribadi di lapangan, cukup banyak tangani kasus menonjol, usaha kita 25 persen manusia, 75 persen Tuhan, semoga Tuhan beri kemudahan dan jalan jadi kasus ini cepat terungkap, sehingga ini akan melegakan kami, karena kasus ini hutang bagi polisi" kata Tito di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/6).

Lebih lanjut Tito menuturkan bahwa pihaknya membuka diri kepada KPK untuk bekerja sama dalam penanganan kasus Novel. Apalagi, dalam wawancara dengan salah satu media asing Novel menyebut ada keterlibatan petinggi Polri dalam teror yang menimpanya.

"Polri buka diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi, apalagi sudah ada saudara Novel sampaikan ada kecurigaan oknum polisi, Ini buat Polri gak nyaman, jadi lebih baik kami terbuka kalau tim Komisi Pemberantasan Korupsi nempel" tuturnya.

Sebelumnya kasus Novel sendiri sempat ditangani oleh Polda Metro Jaya sebelum akhirnya dilimpahkan ke Mabes Polri akibat belum adanya kejelasan terkait penanganan kasus tersebut.

Tak hanya Polda dan Polri saja yang menangani kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, Komnas HAM pun segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta dalam menyelidiki siapa oknum dibalik penyerangan tersebut.

Seperti diketahui, pada Selasa, 11 April lalu, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal. Kejadiannya, saat Novel usai pulang salat subuh.

Menurut istri Novel, suaminya disiram air keras di dekat rumah. Pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya saat Novel menoleh ke belakang.

Air keras itu mengenai sebagian wajah dan mata dan menyebabkan Novel harus dirawat di rumah sakit. Hingga kini Novel masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Singapura. (Pon)

Baca berita terkait penyerangan novel lainnya di: Kapolri: Ada Saksi Kunci Yang Tahu Ciri-Ciri Penyerang Novel



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE