Kasus Tanah Munjul, Eks Dirut Sarana Jaya Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara Mantan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/2/2022). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut eks Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan dihukum 6 tahun dan 8 bulan penjara serta pidana denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Jaksa meyakini eks orang nomor satu di Sarana Jaya itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur yang merugikan keuangan negara Rp 152,5 miliar.

“Menyatakan terdakwa Yoory Corneles Pinontoan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana diancam Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU Tipikor,” kata jaksa KPK Takdir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/2).

Baca Juga:

Taufik Gerindra Angkat Suara Namanya Disebut di Sidang Dugaan Korupsi Tanah Munjul

Dalam menyusun tuntutan terhadap Yoory, jaksa KPK mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, jaksa menilai Yoory tidak mendukung program pemerintah dalam untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Yoory juga telah merugikan keuangan negara dan daerah.

Selain itu, Yoory sebagai dirut BUMD yang mengimplementasikan program Pemprov DKI Jakarta merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akibat perbuatannya tersebut.

“Hal-hal yang meringankan, terdakwa mengaku belum pernah dihukum, mengakui, dan menyesali perbuatannya, terdakwa tidak menikmati hasil tindak pidana,” ujar Takdir.

Baca Juga:

Nama Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik Disebut dalam Sidang Kasus Tanah Munjul

Diketahui, dalam surat dakwaan, KPK menyebut korupsi pengadaan tanah Munjul telah memperkaya Yoory, atau orang lain, atau suatu korporasi, yaitu memperkaya Anja Runtuwene dan Rudy Hartono Iskandar selaku pemilik korporasi PT Adonara Propertindo sebesar Rp 152,56 miliar.

Uang hasil korupsi itu dipergunakan Rudi dan Anja untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian mobil, apartemen dan pembayaran kartu kredit.

Uang itu juga dipergunakan untuk keperluan operasional perusahaan, seperti PT Rhys Auto Gallery yang masih satu grup dengan korporasi PT Adonara Propertindo. (Pon)

Baca Juga:

Atap Rumah Warga Sumur dan Munjul Runtuh Akibat Gempa M 6,7

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Suku Dayak Rebut Sabah dan Sarawak dari Malaysia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Suku Dayak Rebut Sabah dan Sarawak dari Malaysia

Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan kompilasi video yang memperlihatkan atraksi suku Dayak dan suasana negara Malaysia.

Wagub DKI Dorong Kolaborasi Antardaerah Kendalikan Inflasi
Indonesia
Wagub DKI Dorong Kolaborasi Antardaerah Kendalikan Inflasi

Peningkatan kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak sangatn penting dalam upaya pengendalian inflasi di Jakarta.

Koalisi Golkar-PPP-PAN Lanjutkan Visi Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2024
Indonesia
Koalisi Golkar-PPP-PAN Lanjutkan Visi Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2024

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani menuturkan koalisi ini memiliki persamaan visi dan misi pemerintahan pasca 2024. Visinya, yakni meneruskan visi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin.

Penegakan Hukum Semakin Memburuk Versi Survei LSI
Indonesia
Penegakan Hukum Semakin Memburuk Versi Survei LSI

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei bertajuk "Sikap Publik Terhadap Penundaan Pemilu dan Masa Jabatan Presiden".

Tekan Inflasi, Bank Sentral di Berbagai Negara Naikkan Suku Bunga
Indonesia
Tekan Inflasi, Bank Sentral di Berbagai Negara Naikkan Suku Bunga

Bank-bank sentral melakuan penyesuaikan kebijakan moneternya untuk mengendalikan inflasi yang sangat tinggi.

Pertamax Naik, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Indonesia
Indonesia
Pertamax Naik, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Indonesia

BBM Pertamax kini naik menjadi Rp 12.500 per liter mulai Jumat (1/4). Dampak krisis geopolitik mengakibatkan harga minyak dunia naik.

Kecelakaan Maut Terjadi di KM 139 Tol Cipali, 3 Tewas 7 Orang Luka-Luka
Indonesia
Kecelakaan Maut Terjadi di KM 139 Tol Cipali, 3 Tewas 7 Orang Luka-Luka

Angga mengatakan kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di KM 139 Tol Cipali tepatnya di jalur A atau dari arah Jakarta ke Cirebon, dan masuk wilayah hukum Polres Indramayu.

KPK Hibahkan Aset Koruptor Senilai Rp24,27 Miliar ke 4 Institusi
Indonesia
KPK Hibahkan Aset Koruptor Senilai Rp24,27 Miliar ke 4 Institusi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan empat aset barang rampasan negara dari hasil tindak pidana korupsi dengan total nilai Rp24,27 miliar kepada 4 institusi, yakni Kemenkumham, Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Kabupaten Bangkalan, dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Lukas Enembe Hendak Tinggalkan Indonesia Sebelum Ditangkap
Indonesia
Lukas Enembe Hendak Tinggalkan Indonesia Sebelum Ditangkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap Lukas di Papua, sebelum politikus Partai Demokrat itu terbang ke luar negeri.

Pasokan Bahan Pokok Ibu Kota Aman hingga Maret 2023
Indonesia
Pasokan Bahan Pokok Ibu Kota Aman hingga Maret 2023

Pemerintah DKI Jakarta memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang hari besar Natal dan Tahun Baru (Nataru) aman.