Kasus Surat Jalan Palsu, Brigjen Prasetijo Dihukum 3 Tahun Penjara Mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo di Pengadilan Tipikor, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

MerahPutih.com - Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polri Brigjen Prasetijo Utomo divonis tiga tahun pidana penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Terdakwa Prasetijo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyuruh melakukan pemalsuan surat secara berlanjut," kata hakim ketua Muhammad Sirat saat membacakan putusan, Selasa (22/12).

Dalam menjatuhkan putusannya, hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan Prasetijo dinilai menggunakan surat palsu tersebut untuk melakukan kepentingan sebanyak dua kali, pada tanggal 6 dan 8 Juni 2020.

Baca Juga:

Jaksa Tuntut Brigjen Prasetijo 2 Tahun 6 Bulan Penjara

"Perbuatan terdakwa dapat membahayakan masyarakat dengan melakukan perjalanan tanpa dilakukan tes bebas COVID-19. Terdakwa tidak merasa bersalah dan tidak mengakui perbuatannya," ujar hakim.

Hakim melanjutkan, Prasetijo sebagai anggota Polri dengan pangkat brigjen yang menduduki jabatan karo seharusnya dapat menjaga amanah dengan tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

Perkara surat jalan dan dokumen palsu ini bermula saat Djoko Tjandra yang saat itu berstatus buron kasus hak tagih Bank Bali berkenalan dengan Anita Kolopaking di kantor Exchange, Kuala Lumpur, Malaysia. Pertemuan itu terjadi pada November 2019.

Djoko Tjandra berniat memakai jasa Anita Kolopaking untuk menjadi kuasa hukumnya. Dia meminta bantuan kepada Anita untuk mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung Nomor 12PK/Pid.Sus/2009 tanggal 11 Juni 2009.

"Saat itu saksi Anita Kolopaking menyetujui, untuk itu dibuatlah surat kuasa khusus tertanggal 19 November 2019," ungkap jaksa Yeni Trimulyani membacakan surat tuntutan di PN Jakarta Timur, Jumat (4/12).

Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo (Tengah). (Foto: Polri).
Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo (Tengah). (Foto: Polri)

Kemudian pada April 2020, Anita yang sudah menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra, mendaftarkan upaya hukum PK di PN Jakarta Selatan. Namun, permohonan PK itu ditolak karena Djoko Tjandra diminta untuk hadir langsung ke pengadilan.

"Permohonan PK ditolak oleh pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2012," kata jaksa.

Djoko Tjandra yang saat itu berada di luar negeri tidak ingin diketahui keberadaannya. Dia meminta Anita Kolopaking untuk mengatur kedatangannya ke Jakarta dengan mengenalkan teman dekatnya, Tommy Sumadi. Tommy lantas mengenalkan Anita Kolopaking dengan Brigjen Prasetijo Utomo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

"Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra mempercayakan hal tersebut kepada saksi Tommy Sumardi di mana selanjutnya saksi Tommy Sumardi yang sebelumnya sudah kenal dengan saksi Brigjen Prasetijo Utomo memperkenalkan saksi Anita Dewi A Kolopaking dengan saksi Brigjen Prasetijo Utomo," kata jaksa Yeni.

Baca Juga:

Pengusaha Tommy Minta Brigjen Prasetijo Keluar Ruangan Irjen Napoleon: Ini Urusan Bintang 3

Anita Kolopaking membicarakan soal keinginan kliennya kepada Brigjen Prasetijo. Merespons permintaan itu, Prasetijo mengurus keperluan kedatangan Djoko Tjandra dengan membuat surat jalan, surat keterangan kesehatan dan surat-surat lain terkait dengan pemeriksaan virus corona.

Djoko Tjandra direncanakan masuk ke Indonesia melalui Bandara Supadio Pontianak. Kemudian, Djoko Tjandra akan menuju ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan pesawat sewaan.

"Penggunaan surat jalan, surat keterangan pemeriksaan COVID-19 dan surat rekomendasi kesehatan yang tidak benar tersebut merugikan Polri secara imateriil. Karena hal itu mencederai dan mencoreng nama baik Kepolisian Republik Indonesia secara umum, mengingat terdakwa Joko Soegiarto Tjandra adalah terpidana perkara korupsi dan menjadi buronan Kejaksaan Agung sejak 2009," tandasnya. (Pon)

Baca Juga:

Bertemu di Pontianak, Brigjen Prasetijo Klaim Tidak Tahu Status Buron Djoko Tjandra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sebaran AbuVulkanik Gunung Raung Capai 18.000 kaki
Indonesia
Sebaran AbuVulkanik Gunung Raung Capai 18.000 kaki

Untuk itu, warga dihimbau tetap waspada

[HOAKS atau FAKTA]: Wapres Ma’ruf Amin Izinkan Warga Mudik Lewat Tol Langit
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Wapres Ma’ruf Amin Izinkan Warga Mudik Lewat Tol Langit

Beredar melalui media sosial (medsos) Facebook, sebuah tangkapan layar memperlihatkan pemberitaan milik portal daring media swasta.

2 Kota ini Jadi Tingkat Penularan Corona Tertinggi, Ketua MPR 'Semprot' Pemerintah
Indonesia
2 Kota ini Jadi Tingkat Penularan Corona Tertinggi, Ketua MPR 'Semprot' Pemerintah

Bamsoet juga meminta pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mempertegas penerapan PSBB

Warga AS Terpilih Jadi Bupati Sabu Raijua, Negara Dinilai Teledor
Indonesia
Warga AS Terpilih Jadi Bupati Sabu Raijua, Negara Dinilai Teledor

Kementerian Dalam Negeri harus berani mengambil keputusan

KPK Benarkan 115 Pegawai Terkonfirmasi Positif COVID-19
Indonesia
KPK Benarkan 115 Pegawai Terkonfirmasi Positif COVID-19

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan sebanyak 115 pegawai terkonfirmasi positif COVID-19.

Memasuki Masa Transisi Sulsel, Pemda Terus Ajak Masyarakat Adaptasi Kebiasaan Baru
Indonesia
Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Halte TransJakarta
Indonesia
Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Halte TransJakarta

Kejadian itu membuat kegiatan menaikkan dan menurunkan penumpang di halte ini sementara ditiadakan.

Jelang Pensiun, Kapolri Idham Azis Berikan 46 Perwira Kenaikan Pangkat Jenderal
Indonesia
Jelang Pensiun, Kapolri Idham Azis Berikan 46 Perwira Kenaikan Pangkat Jenderal

Khusus mereka yang berada di luar struktur Polri, Idham Azis juga menekankan untuk dapat menjalankan tugas dengan baik.

Adian Ungkap Hasil Diskusi 'Empat Mata' dengan Jokowi Siang Tadi
Indonesia
Adian Ungkap Hasil Diskusi 'Empat Mata' dengan Jokowi Siang Tadi

Presiden direncanakan akan hadir meresmikan Rumah Sakit PENA 98 di Gunung Sindur, Jawa Barat, bulan ini

Pimpinan KPK hingga Dewas Bakal Dapat Mobil Dinas
Indonesia
Pimpinan KPK hingga Dewas Bakal Dapat Mobil Dinas

KPK mendapat persetujuan DPR terkait anggaran pengadaan mobil dinas untuk pimpinan, dewan pengawas, dan pejabat struktural.