Kasus Suap Impor Bawang, KPK Geledah Rumah 'Tangan Kanan' Nyoman Dhamantra I Nyoman Dhamantra telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap impor bawang putih (Foto: Ist)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman 'tangan kanan' atau orang kepercayaan anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (13/8). Penggeledahan terkait kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019.

Selain kediaman Mirawati Basri, tim penyidik lembaga antirasuah juga menggeledah dua lokasi lainnya, kantor Asia Tech milik Mirawati Basri yang berada di Jalan Cilandak KKO serta Apartemen Cosmo Thamrin City, Tanah Abang milik Zulfikar.

Baca Juga: KPK Sita Dokumen Impor Bawang dari Ruang Kerja Legislator PDIP Nyoman Dhamantra

"Hari ini tim meneruskan proses penggeledahan ketiga lokasi yang lainnya‎ tersebut," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Sebelumnya KPK juga geledah ruang kerja Nyoman Dhamantra di Gedung DPR
Petugas pengamanan DPR RI menjaga depan ruang kerja Anggota DPR dari PDIP Nyoman Dhamantra saat digeledah petugas KPK (Foto: antaranews)

Febri mengatakan dari tiga lokasi tersebut tim penyidik menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait kasus suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Sejumlah barang bukti tersebut berupa dokumen dan barang bukti elektronik.

‎"Dari 3 lokasi hari ini kami menemukan cukup banyak dokumen-dokumen terkait dengan impor bawang putih tersebut, sehingga kami sita dokumen itu dan juga sejumlah barang bukti elektronik seperti data-data di laptop dan informasi lain yang terkait," ungkap Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan I Nyoman Dhamantra selaku anggota DPR Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan sebagai tersangka. Selain Nyoman, KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka. Mereka yakni, orang kepercayaan Nyoman, Mirawati Basri, serta empat pihak swasta, Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi, Zulfikar, dan Elviyanto.

Jubir KPK Febri Diansyah
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

Baca Juga: KPK Tetapkan Legislator PDIP Nyoman Dhamantra Tersangka Suap Impor Bawang

‎Nyoman diduga telah menerima uang Rp2 miliar dari total komitmen fee sebesar Rp39,6 miliar untuk mengurus Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementan dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kemendag.

Suap tersebut berasal dari pengusaha Chandry Suanda alias Afung. Komitmen fee tersebut akan digunakan untuk mengurus perizinan kuota impor 20.000 Ton bawang putih untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh Afung.

Pemulusan suap untuk pengurusan bawang putih tersebut dibantu oleh Doddy Wahyudi, Zulfikar, Elviyanto, dan Mirawati. Keempatnya mempunyai peran masing-masing dalam memuluskan izin impor bawang putih ke Indonesia.(Pon)

Baca Juga: Anggota DPR Fraksi PDIP Gunakan 'Money Changer' Terima Suap Impor Bawang

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH