Kasus Suap Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Dituntut 2,5 Tahun Penjara Brigjen Prasetijo Utomo dituntut 2,5 tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2). (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut agar majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 2 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Brigjen Prasetijo Utomo.

Jaksa meyakini mantan Kabiro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Polri itu menerima suap dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Tjandra.

Suap tersebut untuk membantu proses penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar pencarian orang (DPO) di Direktorat Imigrasi.

Baca Juga:

Brigjen Prasetijo Divonis 3 Tahun, Kapolri: Melanggar Hukum Kami Sikat

"Menghukum terdakwa dengan pidana selama 2 tahun dan 6 bulan dengan perintah tetap ditahan di rumah tahanan serta denda Rp100 juta diganti pidana kurungan 6 bulan," kata jaksa Zulkipli saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2).

Mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo di Pengadilan Tipikor, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo di Pengadilan Tipikor, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Jaksa mempertimbangkan sejumlah hal yang meringankan dan memberatkan.

Untuk hal yang memberatkan, jaksa menilai perbuatan jenderal bintang satu itu tidak mendukung pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

Baca Juga:

Kasus Surat Jalan Palsu, Brigjen Prasetijo Dihukum 3 Tahun Penjara

Selain itu, perbuatan Prasetijo telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Sementara untuk hal yang meringankan, Prasetijo dinilai bersikap sopan, mengaku bersalah dan mengakui perbuatannya.

"Sudah meminta maaf kepada institusi Polri, keluarga, dan masyarakat Indonesia," ujar jaksa. (Pon)

Baca Juga:

Bertemu di Pontianak, Brigjen Prasetijo Klaim Tidak Tahu Status Buron Djoko Tjandra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Selasa (8/9), Penambahan Kasus Corona di Jakarta Capai 1.015 Jiwa
Indonesia
Selasa (8/9), Penambahan Kasus Corona di Jakarta Capai 1.015 Jiwa

Dalam satu hari Selasa (8/9) penambahan kasus COVID-19 di ibu kota sebanyak 1.015 jiwa.

Tak Terima di PHK, Motif Pelaku Penusukan Anak Buah Anies Baswedan
Indonesia
Tak Terima di PHK, Motif Pelaku Penusukan Anak Buah Anies Baswedan

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriyansah menuturkan, pelaku nekat melakukan aksinya karena tersulut emosi kontrak kerjanya selesai atau diputus

Max Sopacua Sebut Moeldoko Calon Kuat Ketum di KLB
Indonesia
Max Sopacua Sebut Moeldoko Calon Kuat Ketum di KLB

Moeldoko merupakan sosok yang menjadi calon kuat untuk menduduki kursi ketua umum pada Kongres Luar Biasa (KLB) Sumatera Utara.

Verifikasi Dua Kubu Demokrat, Menkumham Didoakan Tegak Lurus
Indonesia
Verifikasi Dua Kubu Demokrat, Menkumham Didoakan Tegak Lurus

Yasonna juga didoakan agar selalu sehat supaya dapat menyelesaikan masalah-masalah bangsa

Kemendikbud: Kolaborasi Kunci Kesuksesan Kegiatan Belajar Mengajar dari Rumah
Indonesia
Kemendikbud: Kolaborasi Kunci Kesuksesan Kegiatan Belajar Mengajar dari Rumah

Para guru harus melakukan inovasi pembelajaran yang sifatnya bervariasi agar siswa tidak jenuh dan tidak merasa berat.

11 Anak Buah John Kei Masih Buron
Indonesia
11 Anak Buah John Kei Masih Buron

Pemeriksaan terhadap T diketahui ada 10 DPO yang diduga terlibat di TKP Klaster Australia, Perumahan Green Lake, Cipondoh, Tangerang.

DPR: PPDB Penyakit Kronis yang Selalu Kambuh Setiap Tahun Ajaran Baru
Indonesia
DPR: PPDB Penyakit Kronis yang Selalu Kambuh Setiap Tahun Ajaran Baru

Salah satu kejadian terakhir yang disorotnya adalah sejumlah orang tua calon siswa memprotes proses PPDB di DKI Jakarta.

Bandara Soetta Membeludak, Bukti Pemerintah Lakukan Diskriminasi Transportasi
Indonesia
Koalisi Partai Islam Dinilai Punya Kekuatan Kuat di Parlemen dan Pemilu
Indonesia
Puan Perintahkan Politisi Senayan Bangun Optimisme Hadapi Pandemi
Indonesia
Puan Perintahkan Politisi Senayan Bangun Optimisme Hadapi Pandemi

Kehadiran vaksin COVID-19, tentu memberikan harapan yang besar untuk dapat segera mengakhiri pandemi.