Kasus Suap Benur, KPK Periksa Dirjen Perikanan Budidaya KKP Menteri Edhy Prabowo tersangka suap ekspor benih lobster. (Foto: MP/Ponco).

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto, Kamis (14/1).

Slamet akan diperiksa dalam kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster atau benur yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Baca Juga:

Dugaan Korupsi Jembatan, KPK Garap Dirut Wijaya Karya Agung Budi Waskito

Dia akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Suharjito, Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP). Suharjito merupakan tersangka penyuap Edhy Prabowo.

"Slamet Soebjakto (Dirjen Perikanan Budidaya KKP) akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SJT (Suharjito)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (14/1).

Selain Slamet, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa Direktur Utama PT Samudra Bahari Sukses Willy, Nini (wiraswasta), Dimas Pratama (karyawan swasta), dan Miftah Nur Sabri (dosen).

"Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SJT," ujar Ali.

Menteri Edhy Prabowo. (Foto: Antara)
Menteri Edhy Prabowo. (Foto: Antara)

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga:

KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Modus Suap dari Eksportir Benur

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Alasan Dua Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Tak Kunjung Dipecat
Indonesia
Alasan Dua Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Tak Kunjung Dipecat

Dua personel Polda Metro Jaya yang ditetapkan sebagai tersangka kasus unlawful killing anggota Laskar FPI masih berstatus sebagai anggota Polri aktif.

Tidak Selesai 2024, Menteri PUPR Perintahkan Pembatalan Proyek
Indonesia
Tidak Selesai 2024, Menteri PUPR Perintahkan Pembatalan Proyek

Saat membuka Konsultasi Regional Kementerian PUPR tahun 2021, Basuki memaparkan, fokus pembangunan infrastruktur tahun 2022 yakni Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, dan Rehabilitasi.

Motif Ayah Kandung Siksa Anak Perempuannya di Tangsel
Indonesia
Motif Ayah Kandung Siksa Anak Perempuannya di Tangsel

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Pondok Jagung, Serpong, Tangerang Selatan.

Kubu Juliari Sebut Kesaksian Pepen Soal Fee Rp10 Ribu Tak Miliki Bukti Kuat
Indonesia
Kubu Juliari Sebut Kesaksian Pepen Soal Fee Rp10 Ribu Tak Miliki Bukti Kuat

Tim penasihat hukum mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Maqdir Ismail menyebut kesaksian Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin tak memiliki bukti yang kuat.

Syarat Mendapat Vaksin COVID-19 Gratis di RSHS Bandung
Indonesia
Syarat Mendapat Vaksin COVID-19 Gratis di RSHS Bandung

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mulai membuka pendaftaran vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat umum usia 18 tahun ke atas.

Infeksi Lokal Meningkat, Tiongkok Perketat Pembatasan di Dekat Beijing
Dunia
Infeksi Lokal Meningkat, Tiongkok Perketat Pembatasan di Dekat Beijing

Otoritas Tiongkok pada Rabu (6/1) menutup sejumlah area jalan layang yang membentang di Provinsi Hebei, yang mengelilingi Beijing.

Bus Masuk Jurang di Sumedang Berkapasitas 62 Penumpang, 22 Dievakuasi Meninggal
Indonesia
Bus Masuk Jurang di Sumedang Berkapasitas 62 Penumpang, 22 Dievakuasi Meninggal

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Jawa Barat Supriyono menyebut bus yang mengalami kecelakaan di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang berkapasitas 62.

Pembubaran FPI Disebut Jadi Bukti Pemerintah Jaga Kedaulatan NKRI
Indonesia
Pembubaran FPI Disebut Jadi Bukti Pemerintah Jaga Kedaulatan NKRI

"Karena itu larangan kegiatan dan penghentian kegiatan FPI, melegakan kita semua, karena membangkitkan rasa percaya diri, kehormatan dan kedaulatan NKRI," sambung Petrus.

Jalan Panjang Pulihkan Ekonomi Jika Pandemi COVID-19 Tidak Ditangani Serius
Indonesia
Jalan Panjang Pulihkan Ekonomi Jika Pandemi COVID-19 Tidak Ditangani Serius

COVID-19 ini dari sisi rumah tangga membuat pendapatan turun, daya beli turun dan pengangguran serta kemiskinan naik.

[Hoaks atau Fakta]: COVID-19 Bukan Virus Tapi Kekurangan Vitamin
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: COVID-19 Bukan Virus Tapi Kekurangan Vitamin

Untuk memastikan apakah seseorang terpapar Covid-19 perlu dilakukan uji acak swab antigen atau PCR atau mendatangi pusat pelayanan kesehatan terdekat.