Kasus Siswa Gangguan Jiwa di Jatim Diduga Baru di Permukaan Hampir semua tugas-tugas sekolah menggunakan gadget dan laptop. (Foto: Pexels)

MerahPutih.com - Dokter spesialis jiwa RSUD Koesnadi dr Dewi Prisca Sembiring, Sp.Kj meyakini kasus-kasus siswa yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gadget cukup banyak. Diduga banyak anak lainnya yang mengalami hal serupa.

Dewi menduga banyak kasus serupa, namun orang tua mereka enggan membawa anaknya ke rumah sakit. Hal lain, lantaran orang tua kurang menyadari tentang masalah yang sedang dihadapi si anak.

"Masalah kejiwaan ini tidak identik dengan gila, tapi mereka yang mengalami tekanan dan lainnya perlu perawatan dan tidak usah malu," katanya kepada wartawan di Bondowoso, Kamis (11/9) seperti dikutip Antara.

Dewi mengatakan kecanduan anak terhadap gadget dan laptop awalnya karena tugas-tugas sekolah.

"Waktu itu hampir semua tugas-tugas sekolah menggunakan teknologi ini, sehingga si anak kemana-mana membawa laptop," kata Dewi menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, dua siswa, satu duduk di bangku SMP sedangkan satunya di SMA, di Bondowoso, Jawa Timur mengalami gangguan jiwa lantaran kecanduan pada penggunaan gadget dan laptop. Sudah beberapa bulan ini kedua siswa menjalani perawatan di Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi, Bondowoso, Jawa Timur.

Kasus dua anak itu, kata Dewi, hendaknya menjadi peringatan bagi semua orang tua dan semua pemangku kepentingan di sekolah agar anak-anak betul-betul mendapatkan perhatian.

"Isilah keinginan anak-anak itu dengan hati kita bukan dengan gadget. Kita harus isi hati anak-anak itu dengan yang nyata, yaitu kita sebagai orang tua, bukan dengan yang tidak nyata di gadget," katanya.

Menurut dia, secara psikologis, anak-anak itu mencari kesenangan hati di perangkat teknologi informasi karena tidak mendapatkan itu dari lingkungan sekitarnya, khususnya orang tua. (*)

Baca juga berita terkait lainnya: Siswa di Jatim Alami Gangguan Jiwa Gara-gara Kecanduan Gadget


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH