Kasus Semakin Melonjak, Ketua MPR Desak Pemerintah Evaluasi PSBB Para Biker Kumpul di MPR saat pandemi COVID-19. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komite Penanganan COVID-19 dan pemerintah daerah (Pemda) diminta melakukan evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dan kebijakan tatanan kehidupan baru atau new normal karena terjadi peningkatan kasus terinfeksi COVID-19.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyoroti kasus harian COVID-19 tertinggi yang terjadi selama masa pandemi sehingga pemerintah segera mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk menekan angka penyebaran.

Ia menilai, menilai, kasus harian meningkat disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penularan dan mengabaikan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

Baca Juga:

Pengawasan RW Zona Merah COVID-19 Perlu Diperketat

"Seperti tidak disiplin menggunakan masker saat keluar rumah, rendahnya kesadaran untuk mencuci tangan, masih terjadinya kerumunan massa hingga tidak menerapkan pola hidup sehat," ujar dia.

Bamsoet meminta pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan Komite Penanganan COVID-19 bekerja sama dengan TNI-Polri perlu meningkatkan sinergi dalam rangka mengawasi dan mendisiplinkan masyarakat, dan terus mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan pada fasilitas-fasilitas umum atau area publik.

Ketua MPR Bambang Soestyo
Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: mpr.go.id)

Selain itu, pemerintah perlu memasifkan pelacakan kontak, mengagresifkan uji spesimen dan mengoptimalkan peran laboratorium yang ada untuk pengujian sampel. Dengan semakin banyaknya kasus yang tertangani, lanjut dia, maka dapat segera memutus rantai penyebaran COVID-19.

Selain itu, Bamsoet mengimbau masyarakat untuk konsisten, disiplin, dan mematuhi untuk menerapkan protokol kesehatan, dengan tetap menjaga jarak, memakai masker dan menghindari kerumunan, mengingat peran masyarakat sangat penting dalam memutus rantai penyebaran COVID-19.

Data pemerintah hingga Jumat (28/8) pukul 12.00 WIB menyatakan bahwa ada 3.003 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan saat ini kasus di Indonesia totalnya mencapai 165.887. (Knu)

Baca Juga:

Jika Masih Tak Kooperatif, Hadi Pranoto Siap-Siap Dijemput Paksa



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH