Kasus Salah Tembak Petani di Poso, Ini Klarifikasi Mabes Polri Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)

MerahPutih.com - Mabes Polri akhirnya membeberkan insiden dugaan salah tembak warga Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Namun bukan penembakan terhadap Qidam Al Fariski Mofance yang sudah diakui bukan teroris oleh Kabid Humas Polda Sulteng melainkan penembakan yang terjadi pada 2 Juni 2020.

Polisi justru membeberkan insiden penembakan terhadap Syarifuddin (37) dan Firman (18). Mereka ditembak saat sedang berada di kebunnya di wilayah Pegunungan Gayatri, Desa Maranda, kecamatan PPU, sekitar 8 kilometer dari desa mereka...

Baca Juga

Perintah Terakhir Anak Buah John Kei: Nus Kei Cs Harus Mati!

”Kasus penembakan tersebut saat ini ditangani oleh Mabes Polri. 8-13 Juni 2020 lalu Danpas Pelopor dan Karo Provost telah berkunjung ke Poso untuk melakukan investigasi terhadap 12 anggota atau 1 tim yang pada saat itu bertugas mengamankan wilayah itu,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri Senin (6/7).

Menurut Awi TKP penembakan yakni KM.09 , berdasarkan analisa Tim intelijen dan Tim IT, merupakan zona merah yang sering muncul gangguan seperti kontak senjata.

“Pada saat kejadian sedang hujan sehingga tidak ada masyarakat yang turun ataupun pulang. Kemudian pada saat kejadian kedua korban yang memasuki area KM.09 tidak melapor ke petugas Pos Sekat terlebih dahulu,” sambungnya.

Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)
Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)

Sehingga, masih kata Awi, sebagaimana aturannya, tim yang bertugas patut mewaspadai dan segera melakukan penyergapan terhadap kedua orang tidak dikenal.

Petugas sudah bertindak sesuai dengan SOP dalam penugasan yaitu melakukan upaya awal memberi peringatan dengan berteriak “jangan bergerak” dan “jangan melarikan diri”.

Namun peringatan itu, Awi mengaku, tidak dihiraukan sehingga petugas memberikan tembakan peringatan namun orang tersebut masih berupaya melarikan diri kemudian petugas melakukan penembakan mengakibatkan keduanya meninggal dunia.

Baca Juga

Dibekali Sajam, Anak Buah John Kei: Jika Ada yang Mengadang, Hantam!

“Mengetahui yang ditembak jatuh, maka anggota Brimob menghampiri dan mengecek orang tersebut, ternyata mereka ada yang tahu bahwa korban berasal dari KM.09 yaitu Desa Kawende Poso Pesisir Utara, selanjutnya terhadap korban dilakukan evakuasi ke desa,” lanjutnya.

12 orang anggota Satgas Tinombala itu sudah ditarik dari daerah operasi ke Jakarta. Mereka saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan oleh Biro Provost Divpropam Polri dan terkait dengan proyektil peluru saat ini sedang diperiksa oleh Puslabfor Bareskrim Polri. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenhub Tawarkan Bangun Hotel dan Lainnya di Terminal Pada Investor
Indonesia
Kemenhub Tawarkan Bangun Hotel dan Lainnya di Terminal Pada Investor

Pemerintah pusat harus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk terus memperbaiki dan membenahi pelayanan terminal.

83 Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan 6 Pengikut Rizieq Shihab Masih Gelap
Indonesia
83 Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan 6 Pengikut Rizieq Shihab Masih Gelap

"Kami masih menunggu apakah ada informasi-informasi tambahan untuk tindak lanjutnya melakukan gelar perkara," ucapnya.

Volume Kendaraan Turun 44,76 Persen Selama PSBB di Jakarta
Indonesia
Volume Kendaraan Turun 44,76 Persen Selama PSBB di Jakarta

Pemda DKI juga menerapkan pembatasan ekstrem yang dimulai dari 23 Maret hingga 9 April 2020.

Gibran Akui Punya Utang Rp895 Juta, Bagyo Sebut Nihil Utang
Indonesia
Gibran Akui Punya Utang Rp895 Juta, Bagyo Sebut Nihil Utang

Utang tersebut didapat dari hasil kredit dua rumah yang dibeli menjelang pernikahan dengan Selvi Ananda.

Pinangki Bantah Pernah Sebut Nama ST Burhanudin dan Hatta Ali
Indonesia
Pinangki Bantah Pernah Sebut Nama ST Burhanudin dan Hatta Ali

Kuasa hukum Pinangki menyebut bahwa terdakwa melihat ada pihak-pihak yang sengaja menggunakan kasus ini untuk kepentingan tertentu

Siprus Utara Lewati 41 Hari Tanpa Kasus Baru COVID-19
Dunia
Siprus Utara Lewati 41 Hari Tanpa Kasus Baru COVID-19

Republik Turki Siprus Utara (TRNC) melaporkan tidak ada kasus baru yang terdeteksi selama 41 hari terakhir.

[HOAKS atau FAKTA]: Dari Ratusan Ribu Tahanan, Tidak Ada Aktivis Islam yang Dibebaskan di Tengah Wabah COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dari Ratusan Ribu Tahanan, Tidak Ada Aktivis Islam yang Dibebaskan di Tengah Wabah COVID-19

Berita tentang tidak ada aktivis Islam yang dibebaskan kebijakan asimilasi COVID-19 di dapat dari media sosial Facebook.

Guru Besar UGM Nilai RUU Cipta Kerja Bisa Tarik Investasi Baru
Indonesia
Guru Besar UGM Nilai RUU Cipta Kerja Bisa Tarik Investasi Baru

Permasalahan pelik soal investasi yang dihadapi Indonesia seperti regulasi yang tumpang tindih serta birokrasi yang menyebabkan bottleneck investasi perlu diselesaikan segera.

Teken UU Cipta Kerja, Komitmen Jokowi Terhadap Demokrasi Diragukan
Indonesia
Teken UU Cipta Kerja, Komitmen Jokowi Terhadap Demokrasi Diragukan

Komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap demokrasi kembali diragukan.

Polri Korek Keterangan Pegawai Imigrasi soal Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra
Indonesia
Polri Korek Keterangan Pegawai Imigrasi soal Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ferdy Sambo mengatakan, status pegawai Imigrasi itu adalah saksi.