Kasus Rahmat Effendi, KPK Amankan Dokumen Proyek Ganti Rugi Lahan di Bekasi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (tengah) mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah tiga lokasi di Bekasi dan Bogor, Jawa Barat, serta Jakarta, berkaitan dengan kasus dugaan suap Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi, pada Senin (10/1).

Dalam penggeledahan itu, KPK mengamankan dokumen ganti rugi lahan untuk proyek Pemkot Bekasi. Adapun penggeledahan dilakukan berkaitan penyidikan dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemkot Bekasi yang menjerat Rahmat Effendi.

Baca Juga

KPK Intai Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Sejak Tahun Lalu

"Bukti-bukti yang kembali ditemukan di antaranya adalah berbagai dokumen proyek ganti rugi lahan di Bekasi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (11/1).

Ali mengatakan tiga lokasi yang digeledah merupakan kantor dan rumah kediaman para tersangka dalam kasus ini. Kendati demikian, ia enggan memerinci lebih lanjut dokumen yang ditemukan penyidik dalam kasus ini.

Hanya saja, KPK bakal mendalami lebih lanjut bukti yang sudah ditemukan. Pendalaman dilakukan dengan mengonfirmasi bukti yang ditemukan dengan saksi yang dipanggil nantinya

"Verifikasi bukti-bukti dengan dugaan perbuatan para tersangka akan segera dilakukan di antaranya dengan mengkonfirmasi kepada para saksi yang akan segera dipanggil oleh tim penyidik," kata Ali.

Dalam perkara ini, pria yang karib disapa Pepen itu diduga menerima uang sebesar Rp7,1 miliar. Uang tersebut diterima oleh Pepen sebagai imbalan atas pembebasan lahan swasta yang akan digunakan dalam proyek-proyek milik Pemkot Bekasi tahun 2021.

Uang tersebut diterima politikus Partai Golkar itu melalui sejumlah orang kepercayaannya dan di antaranya dengan menggunakan sebutan untuk 'Sumbangan Mesjid.

Adapun rinciannya, sebesar Rp 4 Miliar dari pengusaha, Lai Bui Min yang diterima Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi; dan sebesar Rp 3 Miliar dari Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin, yang diterima Camat Jatisampurna, Wahyudin.

Baca Juga

Kasus Rahmat Effendi, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Bekasi

Pepen kemudian juga menerima uang suap sebesar Rp 100 juta dari Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi, dengan dalih sumbangan ke rekening masjid milik yayasan keluarganya.

Selain itu, Pepen juga diduga menerima uang sejumlah Rp30 juta dari Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril melalui Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M. Bunyamin terkait dengan pengurusan proyek dan tenaga kerja kontrak di Pemkot Bekasi.

KPK juga menduga Pepen menerima sejumlah uang dari pegawai Pemkot Bekasi sebagai bentuk imbalan atas posisi yang mereka duduki saat ini.

Selain Pepen, lembaga antirasuah juga menjerat delapan orang lainnya sebagai tersangka. Adapun delapan tersangka lainnya yakni, Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin (MA) Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min alias Anen (LBM), Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi (SY).

Kemudian Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). (Pon)

Baca Juga

Anak Sebut OTT Rahmat Effendi Bermuatan Politis, KPK Buka Suara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jualan Daging Anjing, Oknum Pedagang di Pasar Senen Diberi Sanksi
Indonesia
Telkom Sebar 891 Titik WiFi di PON Papua
Indonesia
Telkom Sebar 891 Titik WiFi di PON Papua

Telkom juga menyiapkan jaringan cadangan via Satelit, Radio IP Long Haul, dan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang disewa khusus via Jaringan Papua-New Guinea & Guam Amerika (IPLC) sebagai backup jaringan eksisting.

Jumat (3/6), Penambahan Kasus  COVID-19 Sebanyak 372 Orang
Indonesia
Jumat (3/6), Penambahan Kasus COVID-19 Sebanyak 372 Orang

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 terus melaporkan penambahan kasus konfirmasi positif virus corona di Indonesia.

Layanan Cepat Bandara Lombok Bagi Pembalap dan Kru MotoGP
Indonesia
Layanan Cepat Bandara Lombok Bagi Pembalap dan Kru MotoGP

AP I selaku pengelola Bandara Internasional Lombok menerapkan skema bubble dalam penanganan kedatangan para pembalap dan tim mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Polisi Pegang Bukti Kasus Dugaan Penipuan CPNS yang Diduga Libatkan Anak dan Menantu Nia Daniaty
Indonesia
Sekjen PDIP Ungkap Isi Pertemuan Megawati dan Jokowi di Rumpin
Indonesia
Sekjen PDIP Ungkap Isi Pertemuan Megawati dan Jokowi di Rumpin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri bertemu dalam sebuah acara di Persemaian Modern Rumpin.

Tekanan Inflasi Pada Juni dan September 2022 Diprediksi Menurun
Indonesia
Tekanan Inflasi Pada Juni dan September 2022 Diprediksi Menurun

Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2022 sebesar 219,3 atau tumbuh 6,8 persen (mtm) yang lebih tinggi dibanding peningkatan 2,6 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.

Tiket Formula E Resmi Dijual Paling Mahal Rp 10 Juta, Belum Termasuk Pajak
Indonesia
Tiket Formula E Resmi Dijual Paling Mahal Rp 10 Juta, Belum Termasuk Pajak

Tiket Formula E DKI Jakarta sudah resmi dijual mulai 1 Mei 2022.

Orang Tua Meninggal Karena COVID-19, Anak Yatim Piatu di DIY Dapat Konseling
Indonesia
Orang Tua Meninggal Karena COVID-19, Anak Yatim Piatu di DIY Dapat Konseling

Berdasarkan laporan terakhir, ada 150 anak yang orang tuanya meninggal dunia karena terpapar COVID-19. Sedangkan yang telah dipastikan data nama dan alamat mereka mencapai 110 anak mulai bayi hingga berusia 18 tahun.

Ribuan Orang Daftar Jadi Relawan Bantu Pemkot Surabaya Lawan COVID-19
Indonesia
Ribuan Orang Daftar Jadi Relawan Bantu Pemkot Surabaya Lawan COVID-19

Untuk bidang kedaruratan, memang dipilih dari para relawan yang memiliki latar belakang medis