Kasus Polisi Nyinyir Soal KRI Nanggala 402 di Medsos Dilimpahkan ke Mabes Polri KRI Nanggala 402. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melimpahkan kasus anggotanya yang "nyinyir" soal KRI Nanggala 402 di media sosial ke Mabes Polri. Kasus ini selanjutnya akan ditangani oleh Propam dan Bareskrim Polri.

Kepala Humas Polda DIY Kombes Yulianto menjelaskan, berkas-berkas anggotanya yang berinisial FI akan segera diserahkan ke Mabes Polri.

"Kasus ini rencananya ditangani Mabes Polri. FI hari ini sudah dibawa ke Mabes Polri. Kemungkinan jadi tersangka," jelas Yulianto di Polda DIY, Yogyakarta, Selasa (27/04).

Baca Juga:

Akun Medsos Nyinyir Soal KRI Nanggala 402 Diusut, Salah Satunya Milik Anggota Polisi

Ia melanjutkan, kasus ini sebelumnya sudah dalam penyelidikan Direskrimsus Polda DIY. Pihaknya sudah memeriksa 7 orang saksi untuk dimintai keterangan terkait kondisi pelaku.

Ketujuh orang sakit tersebut di antaranya adalah teman-teman sesama polisi dan keluarga pelaku.

Dari keterangan keluarga, FI diketahui pernah menderita depresi ringan beberapa tahun yang lalu. Polda DIY juga sudah memeriksa kondisi kejiwaan FI.

"Pemeriksaan oleh psikolog sudah kami lakukan. Hasilnya belum keluar. Tapi menurut pendapat pribadi saya, kalau orang normal dia tidak mungkin untuk berkata itu di saat orang sedang berduka," kata Yuli.

Ilustrasi - Warga di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4), membawa bunga dan berdoa untuk seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Pulau Bali. ANTARA FOTO/Maulana Surya
Ilustrasi - Warga di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4), membawa bunga dan berdoa untuk seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Pulau Bali. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Pelaku terancam dijerat Undang-Undang ITE No 19 Tahun 2016 pasal 45a, ayat 2, yunto pasal 28 ayat 2.

Ancaman pidana maksimal 6 tahun dan denda maksimal 1 miliar.

Selain itu, Kapolsek Sleman Firman juga sudah menghampiri markas Lanal di Yogyakarta untuk meminta maaf atas perilaku tak terpuji anggotanya.

"Kapolres juga sudah mendoakan agar seluruh almarhum korban tenang di sisi-Nya," pungkasnya.

Baca Juga:

Jokowi Tegaskan Tak Ada Tempat untuk Kelompok Kriminal Bersenjata

Sebelumnya, Polda DIY menangkap polisi berinisial F. Ia ditangkap karena mengunggah pernyataan yang dianggap tidak pantas terkait peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402.

F yang merupakan pemilik akun Facebook bernama Fajarnnzz adalah seorang polisi berpangkat bintara di Polsek Kalasan Kabupaten Sleman. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Muhammadiyah Ajak Umat Muslim Salat Gaib untuk Prajurit KRI Nanggala 402

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketumnya Mau Dikudeta, DPD Demokrat Jakarta Tegaskan Tunduk Pada AHY
Indonesia
Ketumnya Mau Dikudeta, DPD Demokrat Jakarta Tegaskan Tunduk Pada AHY

"Konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah, adalah dengan menyelenggarakan KLB," ujar AHY di Jakarta, Senin (1/2).

Rencana Pelibatan Preman Pasar Awasi Protokol Kesehatan Dinilai Mengada-ada
Indonesia
Rencana Pelibatan Preman Pasar Awasi Protokol Kesehatan Dinilai Mengada-ada

Wacana pihak kepolisian menggandeng preman pasar untuk mengawasi kedisiplinan warga tidak perlu dilakukan.

Lawan AHY, Marzuki Alie Cs Ajukan Gugatan ke PN Jakpus
Indonesia
Lawan AHY, Marzuki Alie Cs Ajukan Gugatan ke PN Jakpus

Enam mantan kader Partai Demokrat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terkait keputusan pemecatan dari Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

PKB Tegaskan Sejak Awal Tolak Revisi UU Pilkada
Indonesia
PKB Tegaskan Sejak Awal Tolak Revisi UU Pilkada

Ada dua aspek dari perlunya revisi UU Nomor 7 Tahun 2017

Kenaikan UMP DKI, Anies Mengacu PP Pada Aturan Jokowi
Indonesia
Kenaikan UMP DKI, Anies Mengacu PP Pada Aturan Jokowi

Jakarta mengadopsi kebijakan satu sisi bagi sektor yang tumbuh berkembang mengikuti UMP tahun 2021 yang ditetapkan berdasarkan PP 78/2015

Anak Buah Jokowi Sindir Anies yang Selenggarakan CFD Tanpa Simulasi
Indonesia
Anak Buah Jokowi Sindir Anies yang Selenggarakan CFD Tanpa Simulasi

Sejak Minggu pagi, kawasan CFD pun dipenuhi warga termasuk anak-anak di bawah usia 9 tahun

Dalang di Balik Mundur Massal Pegawai KPK
Indonesia
Dalang di Balik Mundur Massal Pegawai KPK

Sosok-sosok idealis yang tersisa di KPK, seperti penyidik senior Novel Baswedan dan Ketua Wadah Pegawai Yudi Purnomo dalam waktu dekat juga akan mengikuti jejak Febri.

305 Pedagang Positif, IKAPPI DKI Kritik Pasar Jaya
Indonesia
305 Pedagang Positif, IKAPPI DKI Kritik Pasar Jaya

Sudah sebanyak 45 pasar yang ditutup sementara akibat penyakit corona.

Ada Indikasi Penipuan dalam Kasus Gagal Bayar Jiwasraya
Indonesia
Ada Indikasi Penipuan dalam Kasus Gagal Bayar Jiwasraya

Terungkap fakta baru dalam Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya yakni adanya indikasi penipuan yang menguntungkan salah satu pihak.

12 Juta Kali Pelanggaran Protokol Kesehatan Terjadi Selama Pandemi
Indonesia
12 Juta Kali Pelanggaran Protokol Kesehatan Terjadi Selama Pandemi

Polisi masih terus berupaya menegakkan aturan disiplin protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh Indonesia.