Kasus Peretasan Bikin BPN dan TKN Kompak Enggak selamanya data pribadi kamu di internet aman (Foto: Pexels/Soumil Kumar)

MerahPutih.com - Peretasan akun media sosial yang masif terjadi pada politisi partai yang tergabung dalam kubu BPN Prabowo-Sandi diduga berbau politis. Hal itu diungkapkan oleh Anggota BPN Prabowo-Sandi, Indra.

Ia mengatakan peretasan tersebut sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan kubu 02 di mata publik.

"Misalnya fitnah Prabowo tidak Solat Jumat lah, ini lah, itu lah, dan lain-lain," katanya dalam diskusi Polemik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4).

Diskusi Polemik di kawasan Menteng. (MP/Kanuraga)
Diskusi Polemik di kawasan Menteng. (MP/Kanuraga)

Menanggapi hal itu, TKN Jokowi-Amin meminta agar BPN tak menggunakan jurus dewa mabuk dan playing victim terkait kasus yang menimpa politisi pendukung mereka.

"Lagi musim juga playing victim. Jadi kita tahan diri dulu jangan pakai jurus dewa mabuk," kata Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong.

Usman mengatakan, kasus peretasan ini tidak hanya merugikan kubu Prabowo saja, tetapi juga merugikan kubu Jokowi. Pasalnya kubu 01 seolah menjadi pihak yang tertuduh. Padahal faktanya tidak demikian.

"Kita juga dirugikan karena kita mendapat tuduhan. Padahal dipastikan tidak dari kita. Apalagi kalau menuduh tanpa bukti, itu merugikan demokrasi," jelasnya.

Karena itu, TKN dan BPN bersepakat supaya pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus peretasan. Ia tidak ingin kasus ini menjadi 'bola liar' yang merugikan dua kubu yang sedang berkompetisi.

"Saya kira kita setuju dengan 02 untuk mendorong kasus ini diusut secara hukum. Jadi kasus ini bisa menimpa siapa saja, baik TKN maupun BPN. Jadi kita dorong untuk diusut tuntas," tuturnya. (Knu)

Baca Juga: Jenis-Jenis Hacking yang Sering Hadir di Tahun Politik



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH