Kasus Penyerangan Mobil Berisi Ibu dan Bayi di Menteng Berakhir Damai Perwakilan dari Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu, Dedi Pelu dan korban penyerangan mobil di Menteng damai di Polsek Menteng. Foto: Humas Polsek Menteng

MerahPutih.com - Kasus penyerangan mobil yang berisi ibu dan bayi di kawasan Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, berakhir damai.

Seperti diketahui, sebuah video beredar di media sosial adanya perusakan sebuah mobil gegara senggolan. Para pelaku terlihat mengambil batu dan dilemparkan ke mobil Fortuner tersebut.

Berbekal dari rekaman video itu, menelusuri pemilik kendaraan Avanza Veloz warna putih yang dikendarai para pelaku, kurang dari 20 jam, pelaku berinisial PFS (47), LFA (43) dan HA (29) dan satu unit mobil Avanza Veloz B 2**3 UFO akhirnya berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Menteng.

Baca Juga

Gegara Senggolan, Sekelompok Pemuda Rusak Mobil Berisi Ibu dan Bayi di Menteng

Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap tiga pelaku, penyidik kemudian mempertemukan para tersangka dan korban berinisial LA dan SK.

Dari pertemuan tersebut, terungkap kejadian pengerusakan mobil Fortuner berawal dari adanya pengerusakan kaca spion mobil Avanza oleh SK, selaku pengemudi mobil Fortuner ketika mobil keduanya hampir bersenggolan di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Tidak terima kaca spion mobilnya dirusak, pengemudi Avanza mengejar mobil Fortuner hingga akhirnya terjadi aksi pengerusakan mobil Fortuner menggunakan batu di Jl. Proklamasi.

Perusakan Mobil di kawasan Proklamasi. Foto: Instagram westjurnalpalma
Perusakan Mobil di kawasan Proklamasi. Foto: Instagram westjurnalpalma

Menyadari kesalahan karena kedua pihak terbawa emosi, akhirnya ditempuh kesepakatan bahwa keduanya saling memaafkan dan berdamai.

"Iya betul," kata Kapolsek Metro Menteng, AKBP Guntur Muhammad Thariq kepada MerahPutih.com, Kamis (10/9)

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, Kompol Gozali Luhulima menjelaskan, peristiwa tersebut hanya salah paham saja.

"Masing-masing pihak sudah berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan. Yang di media sosial ada persepsi macem-macem itu tak benar," jelas Gozali.

Sedangkan, perwakilan dari Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu, Dedi Pelu menjelaskan, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat dan korban.

"Saya minta maaf kepada semua elemen masyarakat terutama korban," jelas dia.

Baca Juga

Polres Jakpus Kejar Penyerang Mobil Berisi Ibu dan Bayi di Menteng

Korban, Lidya Adelin menyebut persoalan ini sudah selesai secara kekeluargaan. "Sudah selesai baik-baik. Iya kita jadi keluarga aja gitulah. Tidak ada tuntutan apapun. Di jalan juga bukan karena mereka narik mobil gitu," ungkap Lidya.

Lidya menyebut, apa yang ada di media sosial tak seseram yang terjadi. "Bukan juga soal debt collector. Kesalahpahaman aja," tutup Lidya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH