Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Naik Penyidikan, Bakal Ada Tersangka Baru? Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (kanan) didampingi Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Merahputih.com - Polri menaikan status kasus dugaan penghapusan secara sengaja status red notice terpidana kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia terkait pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra. Kini, kasus tersebut naik ke tingkat penyidikan.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, penaikan status ini berdasarkan penyelidikan sementara.

"Setelah melaksanakan kegiatan penyelidikan, digelarkan, dan sekarang sudah naik sidik," tutur Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/8).

Baca Juga

Akhir Pelarian Buron Kakap Djoko Tjandra

Argo belum menyebut pihak mana yang terlibat dalam kasus ini. Dia mengaku, penyidik masih mencari tersangka yang membantu Djoko Tjandra.

Adapun pasal yang ditetapkan dalam perkara ini adalah Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 2, Pasal 11, Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 KUHP.

"Tentunya ditahap penyidikan ini adalah serangkaian penyidik untuk mencari pelakunya," jelas Argo.

Djoko Tjandra
Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

Polisi telah memeriksa sekitar 15 saksi terkait perkara Djoko Tjandra tersebut. Penyidik juga telah berkoordinasi dengan PPATK untuk mengetahui dugaan aliran dana.

"Jadi konstruksi hukum terhadap tindak pidana yang dipersangkakan adalah dugaan penerimaan hadiah oleh penyelenggara negara terkait penghapusan red notice atas nama Djoko Sugiarto Tjandra sekitar bulan Mei 2020 sampai Juni 2020," jelas Argo. Argo mengatakan penetapan status kasus itu setelah kepolisian melakukan gelar perkara selama beberapa pekan terakhir. Gelar perkara itu diikuti langsung oleh lintas divisi polri.

"Gelar perkara ini diikuti dengan selain dari penyidik kita sendiri diikuti dengan Irwasum, Divisi Propam dan Biro Wassidik Bareskrim. Jadi intinya, kemarin dari Tipikor melakukan penyidikan, setelah itu baru digelarkan dan sekarang sudah naik menjadi penyidikan," pungkasnya.

Baca Juga

Tangkap Djoko Tjandra, Polisi Dinilai Solid

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Idham Azis telah mencopot jabatan mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Slamet Wibowo.

Pencopotan jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/2076/VII/KEP/2020 tertanggal Jumat (17/7/2020). Surat telegram tersebut diteken langsung oleh AsSDM Kapolri Irjen Sutrisno Yudi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh Rentan Disusupi
Indonesia
Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh Rentan Disusupi

“Saya yakin ketika buruh dan mahasiswa turun ke jalan sudah jelas, kontennya jelas dan kuat,” kata Stanislaus

KPK Dorong Sertifikasi 35.545 Aset Negara Senilai Rp29 Triliun
Indonesia
KPK Dorong Sertifikasi 35.545 Aset Negara Senilai Rp29 Triliun

KPK juga telah mendorong pemulihan aset baik di pusat maupun daerah senilai Rp51 triliun

Pemkot Jakarta Pusat Akui Angka Penderita COVID di Wilayahnya Tak Kunjung Turun
Indonesia
Pemkot Jakarta Pusat Akui Angka Penderita COVID di Wilayahnya Tak Kunjung Turun

Sebab, hal ini mesti dilakukan demi mengurangi penyebaran virus corona COVID-19

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan Sore Ini
Indonesia
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan Sore Ini

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1442 H, Senin (12/4).

Pilkada Tangsel dan Depok Dipastikan Aman dari Gangguan Keamanan
Indonesia
Pilkada Tangsel dan Depok Dipastikan Aman dari Gangguan Keamanan

Polda Metro Jaya menyebut penyelenggaraan Pilkada yang berlangsung di wilayah Depok dan Tangerang Selatan, pada Rabu (9/12), berjalan aman.

Begini Tanggapan Wagub DKI Soal Anies Baca Buku How Democracies Die
Indonesia
Begini Tanggapan Wagub DKI Soal Anies Baca Buku How Democracies Die

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta publik bijak dalam memandang sesuatu.

Viral Wanita Pamer Bawa Mobil Dinas TNI, Mabes TNI: Itu Bodong !
Indonesia
Viral Wanita Pamer Bawa Mobil Dinas TNI, Mabes TNI: Itu Bodong !

Wanita itu lantas memperlihatkan plat nomor dinas TNI 3423-00

Staf Kedubes Jerman Sowan ke Markas FPI, TB Hasanuddin Sindir Etika Berdiplomasi
Indonesia
Staf Kedubes Jerman Sowan ke Markas FPI, TB Hasanuddin Sindir Etika Berdiplomasi

Menurut bekas Sekretaris Militer Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, seharusnya Jerman menghormati dan memiliki etika dalam berdiplomasi.

ICW Kecam MA Sunat Hukuman Eks Bupati Talaud Jadi 2 Tahun Penjara
Indonesia
ICW Kecam MA Sunat Hukuman Eks Bupati Talaud Jadi 2 Tahun Penjara

PK terhadap eks Bupati Talaud semakin menjauhkan efek jera bagi pelaku korupsi

DPRD Minta Satpol PP Hentikan Pembangunan Gudang Perkapalan Muara Angke
Indonesia
DPRD Minta Satpol PP Hentikan Pembangunan Gudang Perkapalan Muara Angke

DPRD DKI Jakarta meminta satpol PP untuk menghentikan pembangunan pergudangan peralatan kapal di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan.