Kasus Pengeroyokan Ketum KNPI, Polisi Dalami Kemungkinan Tersangka Selain Ketua DPP Golkar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Papua-Papua Barat DPP Partai Golkar Azis Samual (AS), sebagai tersangka kasus pengeroyokan kepada Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama.

Penetapan tersangka dilakukan usai menggali keterangan Azis semenjak Selasa (1/3), sekitar pukul 09.42 WIB. Azis masih diperiksa hingga hari ini, Rabu (2/3).

"Hasil pemeriksaan, maka penyidik menetapkan AS sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, beberapa saat lalu.

Baca Juga:

Politikus Golkar Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Pengeroyokan Ketua KNPI

Azis Samual dipanggil dan diperiksa setelah penyidik mengantongi keterangan lima tersangka. "Hasil pemeriksaan kelima orang ini berkembang kepada pemanggilan kemarin, seorang saksi atas nama AS," jelasnya.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menambahkan, Azis Samual dijerat Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 170 KUHP dalam kasus ini.

"Perannya adalah yang bersangkutan disangkakan telah menyuruh para eksekutor untuk melakukan pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170, yang para tersangka empat orang (eksekutor) sudah diamankan kepolisian," bebernya.

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang dihimpun, Haris beberapa kali menyinggung soal kabar hubungan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Rifa Handayani. Ini tercermin dari unggahannya melalui akun Twitter @knpiharis pada 4 Februari 2022.

Apakah ini motif Azis memerintahkan beberapa orang mengeroyok Haris, yang juga kader Golkar? Mengenai ini, penyidik masih mendalaminya. Pangkalnya, Azis masih berkelit sebagai aktor intelektual pengeroyokan Haris.

Polda Metro Jaya pun membuka peluang untuk mengusut pelaku lain yang terlibat dalam perkara ini.

"Sampai pemeriksaan kemarin terhadap AS yang saat pemeriksaan saksi dan sebagai pemeriksaan tersangka, (Azis) masih menolak mengakui menyuruh melakukan," ungkap Tubagus.

Haris diketahui dikeroyok lebih dari tiga orang sesaat keluar dari mobil di halaman parkir sebuah tempat makan di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (21/2). Dia disinyalir telah dibuntuti sejak dari rumah.

Haris dipukul pelaku menggunakan batu dan benda tumpul lainnya. Beberapa saat kemudian, para pelaku lalu kabur dengan menggunakan sepeda motor.

Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku pengeroyokan, MS alias Bram, JT alias Johar, dan SS, dalam tempo kurang dari 24 jam sejak Haris melapor. Ketiganya ditangkap di Tanjung Priok dan Bekasi, pada Selasa (22/2).

Baca Juga:

Motif Penganiayaan Ketum KNPI Masih Misterius

Belakangan, kedua pelaku lainnya menyerahkan diri kepada polisi. Mereka adalah Irfan dan H alias Harvei.

Dalam kesempatan terpisah, Haris menduga pengeroyokan kepadanya dipicu cuitannya di akun Twitter, yang berisi soal dugaan hubungan Rifa dengan seorang Menko di bawah Kabinet Indonesia Maju.

Menurutnya, ada indikasi twit tersebut menyinggung Partai Golkar sehingga dirinya dikeroyok. "Indikasi ke sana kayaknya," ujarnya saat dihubungi, Rabu (2/3).

"Saya mengkritisi Ketua Golkar karena kasus itu. Itu dugaan saya. Saya sempat protes keras untuk kebaikan juga," imbuh dia.

Setelah twit tersebut, Haris tidak pernah mendapatkan ancaman. Namun, langsung dikeroyok.

"Kalau diancam, saya pasti sudah siap siaga. Saya diikuti enggak tahu, langsung digepok dari belakang," ungkapnya.

Meski sama-sama berkarier di Golkar, Haris mengaku tidak mengenal Azis Samual. Karenanya, dirinya menolak menanggapi kemungkinan terjadinya konflik internal partai yang menyebabkannya dikeroyok.

Sebagai informasi, Rifa Handayani sempat melaporkan Airlangga Hartarto dan istrinya Yanti Airlangga ke Bareskrim Mabes Polri pada 14 Desember 2021. Keduanya dilaporkan atas dugaan ancaman dan intimidasi via di media sosial dengan sangkaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Rifa mengaku, ancaman dan intimidasi diterimanya lantaran setelah sempat dekat bahkan intens berkomunikasi dengan Airlangga. Lantaran gerah dengan kejadian yang dialaminya, Rifa lantas melaporkan kasus yang menimpanya kepada aparat penegak hukum. (Pon)

Baca Juga:

Polda Metro Tangkap Pelaku Pengeroyokan Ketum KNPI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bakal Bikin Fregat Type 31, Tiongkok Diyakini Tak Berani Masuk Laut Natuna Utara
Indonesia
Bakal Bikin Fregat Type 31, Tiongkok Diyakini Tak Berani Masuk Laut Natuna Utara

Kapal ini juga punya kemampuan untuk menjadi kapal induk mini bagi helikopter angkatan laut baik untuk misi antar jemput personel, maupun misi penyelamatan SAR Search and Rescue.

Keraton Surakarta Hidangkan Apem Hingga Minuman Beras Kencur pada Delegasi G20
Indonesia
Keraton Surakarta Hidangkan Apem Hingga Minuman Beras Kencur pada Delegasi G20

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipo Kusumo mengatakan, pihaknya akan memberikan jamuan terbaik bagi delegasi G20.

Kekeringan Melanda 7 Kecamatan di Kabupaten Bantul
Indonesia
Kekeringan Melanda 7 Kecamatan di Kabupaten Bantul

BPBD mengimbau masyarakat yang daerahnya mengalami kekeringan dan membutuhkan air dapat berkirim surat ke kantornya untuk meminta dropping air.

Sekjen PAN: Tidak Ada Inisiator Tunggal Terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu
Indonesia
Sekjen PAN: Tidak Ada Inisiator Tunggal Terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu

"Kalau dilihat aspek pertemuannya, tidak ada inisiator tunggal, itu inisiasi semua, jadi ini merupakan kesepakatan tiga ketum tersebut," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno, dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (14/5).

Libur Lebaran, SIM Mati Bisa Diperpanjang Tanpa Buat Baru sampai Tanggal 17 Mei
Indonesia
Libur Lebaran, SIM Mati Bisa Diperpanjang Tanpa Buat Baru sampai Tanggal 17 Mei

Masyarakat mendapatkan kemudahan untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pengamat: Listyo Sigit Prabowo Dapat Dikatakan Sebagai Kepala 'Cleaning Service'
Indonesia
Pengamat: Listyo Sigit Prabowo Dapat Dikatakan Sebagai Kepala 'Cleaning Service'

Ini sangat berani melakukan tindakan tajam ke atas dan tajam ke bawah

Kasus Suap Bupati PPU, Sekjen DPC Demokrat Mangkir dari Panggilan KPK
Indonesia
Kasus Suap Bupati PPU, Sekjen DPC Demokrat Mangkir dari Panggilan KPK

Aco sedianya bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

SEMMI Gandeng Polresta Bogor Gelar Vaksinasi Serentak
Indonesia
SEMMI Gandeng Polresta Bogor Gelar Vaksinasi Serentak

Miftah sangat mengapresiasi kepada Pemerintah, Polri, dan segenap element Mahasiswa UIKA

Jokowi Tegaskan Pemilu Dilaksanakan 14 Februari 2024
Indonesia
Jokowi Tegaskan Pemilu Dilaksanakan 14 Februari 2024

Pemerintah menegaskan Pemilu 2024 tetap akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Sekaligus menyatakan bahwa tidak upaya dalam penundaan pemilu.

PSI Curiga Nama Jokowi Diseret ke Formula E karena Kasusnya Tengah Diselidiki KPK
Indonesia
PSI Curiga Nama Jokowi Diseret ke Formula E karena Kasusnya Tengah Diselidiki KPK

Anggara justru curiga mengapa nama Presiden Jokowi tiba-tiba dibawa ajang Formula E diduga bermasalah karena ada pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).