Kasus Penembakan Pendeta Yeremia di Papua Masih Gelap Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjanarko. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) masih belum menetapkan tersangka tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani.

Tim TGPF bersama Polda Papua masih mengumpulkan data untuk mencari tahu apakah tersangka berasal dari sipil atau militer.

"Kami tetap melakukan proses penyelidikan secara terbatas supaya kami tidak mengganggu proses yang dilakukan TGPF dan Polda Papua," kata Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjanarko dalam konferensi pers, di gedung Puspomad, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

Baca Juga:

Komnas HAM Serahkan Hasil Penyelidikan Penembakan Pendeta Yeremia ke Jokowi

Selain memeriksa 14 personel Satgas Penebalan Apter BKO Kodam XVII/Cendrawasih, tim penguatan proses hukum Mabesad dan Pomdam XVII/Cendrawasih akan melaksanakan bantuan untuk segera mendapatkan keterangan dari personel TNI AD yang melihat dan mengetahui kejadian tersebut.

Peta papua. (Foto: Tangkapan Layar)
Peta Papua. (Foto: Tangkapan Layar)

Selain itu, dilakukan pemanggilan terhadap 21 personel Yonif 400/BR untuk dilakukan pemeriksaan berdasarkan surat dari Puspomad tanggal 3 Desember 2020 kepada Pangkogabwilhan III.

"Surat itu pun sudah direspons pihak penanggung jawab operasi militer wilayah Papua dengan segera menghadirkan 21 personel paling lambat Februari 2021 mendatang setelah dilakukan rotasi satgas," imbuhnya.

Baca Juga:

TNI AD Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Penembakan Pendeta Yeremia

Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya membacakan hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) rentetan peristiwa kekerasan yang terjadi di Intan Jaya, Papua.

Mahfud mengatakan, peristiwa tewasnya pendeta Yeremia Zanambani diduga ada keterlibatan oknum aparat.

"Mengenai terbunuhnya Pendeta Yeremia Zanambani pada tanggal 19 September 2020, informasi dan fakta-fakta yang didapatkan tim di lapangan menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat, meskipun ada juga kemungkinan dilakukan oleh pihak ketiga," kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (21/10). (Knu)

Baca Juga:

Komnas HAM Serahkan Hasil Penyelidikan Penembakan Pendeta Yeremia ke Jokowi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pimpinan Komisi X Nilai Nadiem Makarim Butuh Wakil Menteri
Indonesia
Pimpinan Komisi X Nilai Nadiem Makarim Butuh Wakil Menteri

Kunci utama Nadiem Makarim dalam memimpin Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) adalah organisasi di internal kementerian tersebut.

Menko Polhukam Bentuk Tim Pengkaji UU ITE
Indonesia
Menko Polhukam Bentuk Tim Pengkaji UU ITE

Mahfud mengaku sudah menerbitkan Keputusan Menko Polhukam Nomor 22 Tahun 2021 tentang Tim Kajian UU ITE.

Wapres Imbau Umat Islam Indonesia Jangan Ikut Arus Berpikir Sempit
Indonesia
Wapres Imbau Umat Islam Indonesia Jangan Ikut Arus Berpikir Sempit

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh umat Islam khususnya di Indonesia untuk tidak ikut dalam arus berpikir yang sempit.

KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi Proyek Bakamla
Indonesia
KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi Proyek Bakamla

Keduanya ditahan usai diperiksa sebagai tersangka.

234 Tempat Makan dan Minum Terjaring Opersi Yustisi
Indonesia
234 Tempat Makan dan Minum Terjaring Opersi Yustisi

Petugas memberikan saksi sosial berupa menyapu jalan dan membersihkan sampah kepada pelanggar sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020.

Ikuti Arahan Luhut, Wagub DKI Minta Kantor Pemerintah Pusat Juga WFH 75 Persen
Indonesia
Ikuti Arahan Luhut, Wagub DKI Minta Kantor Pemerintah Pusat Juga WFH 75 Persen

Kebijakan WFH 75 persen bakal diterapkan di ibu kota dalam waktu dekat ini.

Suap 'Ketuk Palu', Pejabat hingga Eks Legislator Jambi Diperiksa KPK
Indonesia
Suap 'Ketuk Palu', Pejabat hingga Eks Legislator Jambi Diperiksa KPK

"Mereka akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Tadjudin Hasan (TH)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Tiga Motif Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Versi Pengamat
Indonesia
Tiga Motif Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Versi Pengamat

Pelaku meyakini bahwa aksi itu adalah aksi yang benar

Buntut Kolam Ombak Dipenuhi Pengunjung, The Jungle Waterpark Ditutup Tiga Hari
Indonesia
Buntut Kolam Ombak Dipenuhi Pengunjung, The Jungle Waterpark Ditutup Tiga Hari

Pihak The Jungle pun menerima sanksi yang diberikan Satgas COVID-19

Jokowi Diminta Tunggu Hasil Uji Klinis Sebelum Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Jokowi Diminta Tunggu Hasil Uji Klinis Sebelum Vaksinasi COVID-19

Kebijakan, strategi dan program penanggulangan COVID-19 harus berbasis riset alias evidence based approach.