Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang Rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar FPI di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/hp.

MerahPutih.com - Mabes Polri memastikan akan menyelesaikan kasus enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak di Tol Jakarta-Cikampek km 50, Karawang, Jawa Barat.

“Sekarang yang dikedepankan adalah masalah laporan polisinya (terkait kasus penembakan 6 laskar). Itu yang dikedepankan kalau dilihat dari kasusnya,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Senin (8/3).

Menurut jenderal bintang satu ini, Kapolri telah menegaskan kasus tersebut akan diselesaikan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga:

Sudah Tewas, Laskar FPI Pengawal Rizieq Dinilai Tak Pantas Dijadikan Tersangka

"Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) sudah menekankan dengan tegas perkara agar diselesaikan secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Rusdi.

Tiga terlapor yakni anggota Polda Metro Jaya. Mereka bertugas membawa keempat eks laskar Front Pembela Islam (FPI) menggunakan mobil dari tempat kejadian perkara (TKP) ke Polda Metro Jaya.

Namun, Rusdi belum mau berbicara banyak soal kemungkinan ketiga terlapor mendapat sanksi etik atau disiplin. Penyidik masih fokus melakukan penyelidikan.

"Sekarang yang dikedepankan adalah masalah laporan polisinya kalau dilihat dari kasusnya itu," ucap jenderal bintang satu itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Senin (8/3/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Senin (8/3/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri membuat laporan model A atas kasus unlawful killing. Artinya, laporan langsung dibuat oleh penyidik.

Sebelumnya, dua peristiwa menewaskan enam pengikut Rizieq di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020. Pertama, baku tembak antara polisi dan eks laskar FPI.

Peristiwa ini mengakibatkan dua laskar khusus pengawal Rizieq tewas.

Baca Juga:

Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum terhadap Laskar FPI

Peristiwa kedua, pemberian tindakan tegas dan terukur terhadap empat pengikut Rizieq lainnya.

Tindakan ini dilakukan polisi di dalam mobil saat dibawa menuju Polda Metro Jaya.

Keempat orang itu disebut melakukan perlawanan yang mengancam jiwa petugas.

Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM.

Sebab, polisi tidak berupaya mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq tersebut. (Knu)

Baca Juga:

Polri Hentikan Kasus FPI dan Status Tersangka 6 Laskar yang Tewas Gugur

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Soal Aliran Uang yang Diungkapkan Napoleon, Polri Klaim Belum Ada Bukti
Indonesia
Soal Aliran Uang yang Diungkapkan Napoleon, Polri Klaim Belum Ada Bukti

Irjen Napoleon Bonaparte meminta uang suap dari Djoko Tjandra sebesar Rp 7 miliar untuk pihak yang disebut sebagai "petinggi kita"

Libur Panjang Imlek, ASN dan TNI/Polri Dilarang Bepergian
Indonesia
Libur Panjang Imlek, ASN dan TNI/Polri Dilarang Bepergian

Pemerintah melarang aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan pegawai BUMN/BUMD melakukan perjalanan keluar kota selama libur panjang Imlek 2021

KPAI Protes Zona Kuning Diizinkan Sekolah Tatap Muka
Indonesia
KPAI Protes Zona Kuning Diizinkan Sekolah Tatap Muka

Anak-anak yang telah terinfeksi juga berpotensi menularkan COVID-19 kepada nenek atau kakek mereka, dengan kematian yang berpotensi akan meningkat terus dan penularan terus berjalan.

Rumah Mewah di Kedoya Dipreteli Pencuri, Pemilik Rugi Rp1 Miliar
Indonesia
Rumah Mewah di Kedoya Dipreteli Pencuri, Pemilik Rugi Rp1 Miliar

“Kerugiannya kalau di laporan polisi itu Rp 1 Miliar,” kata Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Robinson Manurung kepada wartawan di Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (24/3).

Wanita Pengirim Sate Beracun "Salah Sasaran" Berujung Kematian Anak Kecil Ditangkap
Indonesia
Wanita Pengirim Sate Beracun "Salah Sasaran" Berujung Kematian Anak Kecil Ditangkap

Polres Bantul berhasil mengamankan seorang perempuan terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10).

Rahayu Saraswati Sebut 2 Akar Permasalahan Narkoba di Indonesia
Indonesia
Rahayu Saraswati Sebut 2 Akar Permasalahan Narkoba di Indonesia

Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus komprehensif dan lintas sektor.

Atasi Bahaya Udara Jakarta, Anies Gandeng Bloomberg Philanthropies
Indonesia
Atasi Bahaya Udara Jakarta, Anies Gandeng Bloomberg Philanthropies

Clean Air Partnership ialah sebuah program untuk mengatasi polusi udara di Jakarta melalui peningkatan ketersediaan dan penggunaan data kualitas udara.

Epidemiologi UI Komentar Menohok Soal DPRD DKI Minta Keluarga Divaksin
Indonesia
Epidemiologi UI Komentar Menohok Soal DPRD DKI Minta Keluarga Divaksin

UI mengomentari keinginan DPRD DKI Jakarta yang meminta jatah vaksin COVID-19 ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk keluarga mereka.

[Hoaks atau Fakta]: Aparat Apel Persiapan Lockdown Jakarta
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Aparat Apel Persiapan Lockdown Jakarta

Apel yang bertempat di Monas tersebut juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta yang menyebut kondisi Jakarta saat ini semakin mengkhawatirkan.

Legislator PDIP Ihsan Yunus Diduga Terima Duit Rp1,5 M dari Tersangka Kasus Bansos
Indonesia
Legislator PDIP Ihsan Yunus Diduga Terima Duit Rp1,5 M dari Tersangka Kasus Bansos

Ihsan Yunus melalui operatornya, Agustri Yogaswara alias Yogas, diduga menerima duit dari Harry Van Sidabuke.