Kasus Penembakan 6 Laskar FPI, 3 Anggota Polda Metro Jaya Dibebastugaskan Rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar FPI di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/hp.

MerahPutih.com - Tiga anggota Polda Metro Jaya yang dilaporkan terkait dugaan penembakan terhadap enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) dibebastugaskan.

"Sementara karena untuk mempermudah proses penyidikan selanjutnya tentunya (tiga anggota Polda Metro Jaya) dibebastugaskan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, di Mabes Polri, Rabu (10/3).

Baca Juga

Pengamat Duga ada yang Sengaja Giring Matinya Laskar FPI ke Arah Pelanggaran HAM Berat

Meskipun demikian, Rusdi enggan menyebut identitas tiga personel yang dibebastugaskan itu. Dia hanya menyebut ketiganya bertugas di Polda Metro Jaya.

"(Kesatuan) Polda Metro Jaya aja bertugasnya," ucapnya.

Ia mengatakan, peningkatan status dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

"Hasil gelar perkara hari ini status dinaikkan menjadi penyidikan dengan yang disangkakan terhadap tiga anggota Polri," kata Rusdi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Rusdi menegaskan, Polri bakal menyelesaikan perkara ini sejalan dengan rekomendasi dari Komnas HAM.

"Tentunya Polri akan menyelesaikan perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel," tambah Rusdi.

Namun, Rusdi memastikan ketiga anggota Polda Metro Jaya masih belum menjadi tersangka.

"Sekarang proses penyidikan dulu, nanti dari proses ini akan diketahui betul-betul secara terang benderang. Tentunya ada penentuan tersangka," kata Rusdi.

Rusdi menuturkan, pihak yang akan dijadikan tersangka nanti disangkakan melanggar Pasal 338 KUHP juncto 351 KUHP. (Knu)

Baca Juga

Bareskrim Polri Gelar Perkara Kasus Penembakan Laskar FPI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Diminta Dengar Ahli Kesehatan dan Epidemiolog Terkait Kelanjutan PPKM Level 4
Indonesia
Pemerintah Diminta Dengar Ahli Kesehatan dan Epidemiolog Terkait Kelanjutan PPKM Level 4

"PPP berharap agar pemerintah mendengarkan para ahli kesehatan masyarakat dan epidemiolog," kata Wakil Ketua PPP, Arsul Sani

Satu Tahun Pandemi, Belanja Sektor Kesehatan Capai Rp 490 Triliun
Indonesia
Satu Tahun Pandemi, Belanja Sektor Kesehatan Capai Rp 490 Triliun

Situasi itu menggambarkan betapa besarnya potensi usaha dan bisnis di sektor kesehatan yang saat ini bergulir di Indonesia.

Kejagung Periksa Para Broker Terkait Korupsi Asabri
Indonesia
Kejagung Periksa Para Broker Terkait Korupsi Asabri

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengumumkan kerugian negara dalam tindak pidana korupsi di PT Asabri, yaitu mencapai Rp 22,78 triliun.

Gali Kasus Dugaan Korupsi Mesin Giling Tebu, KPK Periksa EVP PTPN Holding
Indonesia
Gali Kasus Dugaan Korupsi Mesin Giling Tebu, KPK Periksa EVP PTPN Holding

KPK menduga kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek pengadaan tersebut sekitar Rp15 miliar dari nilai kontrak Rp 79 miliar

Toyota Jadi Produsen Mobil Terlaris di Dunia
Indonesia
Toyota Jadi Produsen Mobil Terlaris di Dunia

Toyota Motor Corp tetap menjadi produsen mobil terlaris di dunia dengan rekor penjualan 5,47 juta kendaraan dalam enam bulan pertama 2021

Anies Sebut Holywings Khianati Jutaan Warga Yang Tetap dan Bekerja di Rumah
Indonesia
Anies Sebut Holywings Khianati Jutaan Warga Yang Tetap dan Bekerja di Rumah

Orang nomor satu di DKI ini menilai, pengelola Kafe Holywings tak menunjukan sikat tanggung jawab dalam membantu pemerintah menekan penyebaran pandemi COVID-19.

Kedekatan Dengan Surya Paloh, Bikin Sutiyoso Gabung Partai NasDem
Indonesia
Kedekatan Dengan Surya Paloh, Bikin Sutiyoso Gabung Partai NasDem

"Saya punya hubungan yang sangat akrab dengan Pak Surya Paloh sejak saya menjadi Panglima Kodam Jaya dulu," ungkap Bang Yos

Ridwan Kamil Ingatkan Anak Buahnya Tidak Berbuat Curang Pakai Mobil Dinas Buat Mudik
Indonesia
Ridwan Kamil Ingatkan Anak Buahnya Tidak Berbuat Curang Pakai Mobil Dinas Buat Mudik

"Jangan ada lagi pelat warna ungu pura-pura hitam padahal merah itu nanti laporkan oleh media kita tindak ya," katanya.