Kasus Parodi Indonesia Raya Harus Diusut Tuntas Siapapun Pelakunya Pengamat Politik Karyono Wibowo (Screenshot youtube.com)

Merahputih.com - Unggahan video parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diduga dilakukan netizen asal Malaysia merupakan tindakan biadab yang menghina simbul negara Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, tindakan tersebut jelas melanggar hukum.

"Kasus ini harus diusut tuntas dan siapapun pelakunya harus ditindak tegas sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," ujar Karyono kepada Merahputih.com, Senin (28/12).

Baca Juga

DPR Desak Kedubes Malaysia Ungkap Aktor di Balik Parodi Lagu Indonesia Raya

Pemerhati Sosial dan Kebangsaan itu menjelaskan, payung hukum Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ini telah diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Dalam Pasal 58 menyatakan dengan tegas setiap orang dilarang mengubah Lagu Kebangsaan dengan nada, irama, kata-kata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan Lagu Kebangsaan.

Video parodi tersebut tidak hanya mengandung unsur pelecehan terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menjadi simbul negara. "Tetapi juga ada unsur penghinaan terhadap Presiden Jokowi dan Proklamator RI Bung Karno," tegas Karyono.

Terhadap peristiwa ini, Karyono mengingatkan pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia untuk mewaspadai upaya provokasi yang bertujuan merusak hubungan kedua negara. "Jangan terjadi "Ganyang Malaysia" Jilid II," ungkapnya.

Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. (Foto: Istimewa)

Karyono menyarankan agar ditempuh jalur hukum untuk menuntaskan kasus ini sesegera mungkin.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia sudah melaporkan kasus penghinaan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diduga dilakukan netizen asal Malaysia, pemilik akun YouTube My Asean kepada pihak Kepolisian Diraja Malaysia.

Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta juga telah memberikan perhatian khusus dan berjanji akan mengusut tuntas kasus video pelecehan Lagu Indonesia Raya yang diunggah oleh pihak yang mengaku berasal dari Malaysia.

Karyono mengajak rakyat Indonesia sebaiknya menahan diri, dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengail di air keruh.

Baca Juga

Intoleransi Yang Mengancam Kehidupan Warga

Terakhir, Karyono berpesan bahwa percayakan perkara ini kepada pemerintah kedua negara dalam hal ini Mabes Polri dengan Polisi Diraja Malaysia untuk mengungkap dan menindak tegas pelakunya.

"Kami tetap gelorakan semangat nasionalisme Indonesia yang humanis, bukan nasionalisme chauvinis, yaitu rasa cinta tanah air yang berlebihan, hingga merendahkan bangsa lain," tutup Karyono Wibowo. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Lebih Pilih Lanjutkan Program Kerja Warisan FX Rudy
Indonesia
Gibran Lebih Pilih Lanjutkan Program Kerja Warisan FX Rudy

Prioritas program kerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa tidak banyak mengubah dari program wali kota sebelumnya.

Warga Gotong Royong Saling Bantu Keluarga Isolasi Mandiri
Indonesia
Warga Gotong Royong Saling Bantu Keluarga Isolasi Mandiri

Penanganan COVID-19 di RW 05, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik penuh gotong royong.

Bawaslu Temukan Pidana Pemilu Berupa Dukungan Palsu
Indonesia
Bawaslu Temukan Pidana Pemilu Berupa Dukungan Palsu

Ini terkait fasilitasi anggaran untuk kampanye

DKPP: Masyarakat Pentingkan Kesehatan daripada Pilkada Serentak
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Berpakaian K-Pop
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Berpakaian K-Pop

Akun Facebook bernama Jokbui mengunggah status pada tanggal 23 September 2020 di grup WAJAH SIDIMPUAN berupa foto Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan narasi “ANAK K-POP DRAKOR”.

Libur Hari Lahir Pancasila, KAI Tambah Dua Perjalanan KRL Yogya - Solo
Indonesia
Libur Hari Lahir Pancasila, KAI Tambah Dua Perjalanan KRL Yogya - Solo

Libur Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan warga Yogyakarta dan sekitar untuk berwisata.

Warga Berkerumun di Alun-Alun Surabaya, Pemkot Dikecam
Indonesia
Warga Berkerumun di Alun-Alun Surabaya, Pemkot Dikecam

Walau Pemkot membatasi kunjungan hanya 40 persen dari total kapasitas Alun-alun, namun massa tak bisa dibendung lantaran sudah lama tak menikmati hiburan selama PSBB.

PKB Timang Raffi Ahmad dan Agnes Monica di Pilgub DKI
Indonesia
PKB Timang Raffi Ahmad dan Agnes Monica di Pilgub DKI

PKB juga sudah mengantongi sejumlah nama-nama dari internal

Jokowi Undang AHY ke Istana, Masalah Demokrat Selesai dengan Elegan
Indonesia
Jokowi Undang AHY ke Istana, Masalah Demokrat Selesai dengan Elegan

Sebaiknya Presiden Joko Widodo merespons surat dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY).

KPK Sita Dokumen dan Uang Tunai dari Rumah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Sita Dokumen dan Uang Tunai dari Rumah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Untuk jumlah uang tunai saat ini masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK