Kasus Omicron di Jakarta Capai 498 Orang Ilustrasi Omicron. Foto: Pixabay/Alexandra_Koch

MerahPutih.com - Kasus varian baru COVID-19, Omicron di Jakarta terus bertambah. Hingga Rabu (12/1), tercatat 498 orang yang terpapar virus dari benua Afrika itu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 409 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 89 lainnya adalah transmisi lokal.

Baca Juga

Puluhan Ribu Tempat Tidur RS Disiapkan untuk Antisipasi Lonjakan Omicron

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengimbau agar masyarakat untuk mewaspadai penularan varian Omicron yang kini meningkat di Jakarta.

Lalu, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 269 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 2.752 (orang yang masih dirawat/isolasi).

"Perlu digarisbawahi bahwa 2.044 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 412 orang sehingga total 868.611 kasus, yang mana 248 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri," terangnya.

Sementara itu, upaya 3T terus digalakan, selain vaksinasi COVID-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas.

Baca Juga

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Penyebab Utama Penambahan Omicron di Indonesia

Data Dinkes DKI Jakarta mencatat, dilakukan tes PCR sebanyak 14.251 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 13.965 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 412 positif dan 13.553 negatif.

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 49.541 orang dites, dengan hasil 73 positif dan 49.468 negatif. Hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 92.218 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 746.914 per sejuta penduduk," tambahnya.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 852.269 dengan tingkat kesembuhan 98,1 persen, dan total 13.590 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 2,8 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,9 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen. (Asp)

Baca Juga

197 Pasien Omicron di RSDC Wisma Atlet Telah Sembuh

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Soal Tawaran Kapolri, Novel Baswedan Cs: Berarti Kami Lolos TWK
Indonesia
Soal Tawaran Kapolri, Novel Baswedan Cs: Berarti Kami Lolos TWK

Sebanyak 57 pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi buka suara terkait inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berencana merekrut mereka.

Mendagri: Jangan Samakan Satpol PP dengan Preman
Indonesia
Mendagri: Jangan Samakan Satpol PP dengan Preman

Selagi bisa dilakukan langkah-langkah persuasif, sosialisasi secara masif dipatuhi

229 Bus TransJakarta Dinonaktifkan, Kesehatan Fisik dan Mental Pengemudi Diperiksa
Indonesia
229 Bus TransJakarta Dinonaktifkan, Kesehatan Fisik dan Mental Pengemudi Diperiksa

TransJakarta akan memutuskan apakah unit dan pramudi dapat dioperasikan kembali

La Nyalla: Hegemoni Parpol Begitu Besar Tentukan Arah Perjalanan Bangsa
Indonesia
La Nyalla: Hegemoni Parpol Begitu Besar Tentukan Arah Perjalanan Bangsa

"Sekarang hanya partai politik yang menentukan arah perjalanan bangsa. Hanya mereka yang bisa mengajukan dan menentukan calon presiden yang harus dipilih rakyat. Elemen-elemen non-partisan sebagai bagian dari pemilik kedaulatan telah kehilangan peran. Juga DPD RI sebagai wakil daerah," katanya.

Baleg Mulai Bahas Aturan Buat Akomodir Omnibus Law
Indonesia
Baleg Mulai Bahas Aturan Buat Akomodir Omnibus Law

Pembahasan RUU PPP tidak akan sekadar menampung pendapat yang menjadi putusan MK terkait Ominbus Law atau dikenal Cipta Kerja (Ciptaker).

Tiga Program Andalan Anies yang Jalan di Tempat Versi Fraksi PDIP DKI
Indonesia
Tiga Program Andalan Anies yang Jalan di Tempat Versi Fraksi PDIP DKI

Hingga akhir tahun 2021, Pemprov DKI tidak melakukan normalisasi atau pun naturalisasi sungai sama sekali

Perbaiki SDM, Wisata Kota Cirebon Diyakini Segera Bangkit
Indonesia
Perbaiki SDM, Wisata Kota Cirebon Diyakini Segera Bangkit

Kota Cirebon memiliki keraton lengkap dengan adat istiadat, seni dan budayanya. Tidak hanya itu, kuliner di Kota Cirebon juga beragam

Kecelakaan Kapal di Perairan Selat Malaka, Lima ABK Ditemukan Selamat
Indonesia
Kecelakaan Kapal di Perairan Selat Malaka, Lima ABK Ditemukan Selamat

kapal KLM Firman Jaya yang tenggelam di perairan Selat Malaka atau tidak jauh dari Perairan Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau.

Ada May Day Fiesta, Polisi Imbau Warga Besok Jangan Olahraga di GBK
Indonesia
Ada May Day Fiesta, Polisi Imbau Warga Besok Jangan Olahraga di GBK

Massa buruh akan berunjuk rasa di depan gedung DPR dan lanjutlong march ke GBK dalam gelaran bertajuk May Day Fiesta.

KPK Tegaskan Zero Tolerance Terhadap 2 Pegawai yang Selingkuh
Indonesia
KPK Tegaskan Zero Tolerance Terhadap 2 Pegawai yang Selingkuh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh insan KPK. Pernyataan ini menanggapi sanksi etik yang dijatuhkan Dewan Pengawas KPK terhadap pegawai berinisial SK dan DW. Sanksi tersebut dijatuhkan lantaran keduanya terbukti berselingkuh.