Kasus Novel Tidak Dibahas, BPN: Prabowo Tidak Ingin Permalukan Jokowi Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Foto: Twitter/@sandiuno

MerahPutih.com - Kasus penyiraman penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan luput dari debat capres-cawapres pertama pada Kamis (17/1).

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan alasan mengapa pihaknya tidak membahas kasus tersebut.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak. (MP/Gomes Roberto)
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak. (MP/Gomes Roberto)

Dahnil mengatakan bahwa Prabowo melarang Sandiaga menyebut kasus penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan

"Jadi, pada saat itu memang Sandi ingin menyampaikan kasus Novel. Akan tetapi, Prabowo bilang tahan dahulu," kata Dahnil di Jakarta, Sabtu (19/1).

Dahnil mengatakan bahwa Prabowo tidak ingin mempermalukan Jokowi terkait dengan kasus Novel karena memang ada banyak hal yang rumit dalam kasus tersebut.

Menurut dia, Prabowo merupakan pribadi yang baik sehingga tidak mau mengungkit-ungkit kesalahan orang atau tidak langsung menyerang.

"Prabowo itu begitu, 'nice boy', dia tidak mau mengungkit-ungkit kesalahan orang, tidak langsung menyerang," ujarnya seperti dikutip Antara.

Pasangan Prabowo-Sandi saat Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Jakarta, Minggu (23/9). (Foto: Twitter @fadlizon)

Kasus penyerangan Novel, lanjut dia, akan menjadi fokus untuk dituntas jika Prabowo/Sandi terpilih menjadi capres/cawapres.

Menurut dia, tim gabungan pencari fakta (TGPF) akan dibentuk Prabowo/Sandi untuk mempercepat penyelesaian kasus Novel.

"Jangan lupa, ada saya dan Bambang Wijojanto di sana untuk mengawal kasus Novel," katanya. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH