Kasus Novel Tak Kunjung Terungkap, Kapolri Idham Azis Bakal Dipanggil Jokowi Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan peresmian pabrik New Polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical di Cilegon, Banten pada Jumat (6/12/2019). (Antara/Bayu Prasetyo)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menanyakan kemajuan penanganan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Senin akan saya undang Kapolri," kata Jokowi kepada wartawan di kawasan Tangsel, Jumat (6/12).

Baca Juga:

Gus Muwafiq Sudah Minta Maaf, Habib Novel: Yang Berbicara Biarlah Hukum

Jokowi meyakini pihak kepolisian sudah menemukan pelaku yang menyiram mata Novel dengan air keras.

"Saya yakin insyaallah ketemu," kata dia.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jokowi memberi tenggat waktu sampai awal Desember 2019 bagi Kapolri untuk mengungkap kasus ini.

Kasus ini bermula saat dua orang tak dikenal menyiram air keras kepada Novel pada 11 April 2017. Saat penyidik KPK itu pulang salat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya, bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Serangan itu diduga terkait dengan kiprah Novel menangani perkara korupsi kakap di KPK.

Baca Juga:

Sudah Hampir Dua Tahun, Memalukan Jika Polisi Tak Bisa Ungkap Kasus Novel

Air keras itu mengenai mata Novel, menyebabkan kerusakan 95 persen di mata kiri dan membuat mata kanannya harus memakai hard lens untuk membantu penglihatan.

Presiden RI Joko Widodo saat menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan kasus PT Garuda Indonesia usai peresmian Tol JORR 2 Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Tangerang Selatan, Jumat (6-12-2019). ANTARA/Bayu Prasetyo
Presiden RI Joko Widodo saat menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan kasus PT Garuda Indonesia usai peresmian Tol JORR 2 Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Tangerang Selatan, Jumat (6-12-2019). ANTARA/Bayu Prasetyo

Untuk mengungkap kasus ini, Polri telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan yang bekerja dalam kurun Januari-7 Juli 2019. Namun, tim bentukan Tito Karnavian, Kapolri saat itu, tak berhasil mengungkap pelaku maupun aktor penyerangan.

Polri lalu membentuk tim teknis untuk melanjutkan kasus ini. Namun hingga berakhir pada Kamis, 31 Oktober 2019 pelaku juga tak ditemukan. (Knu)

Baca Juga:

Desakan Copot Kapolri Karena Gagal Ungkap Kasus Novel Dinilai Berlebihan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jabodetabek dan Lebak Banjir, 35.502 Warga Mengungsi
Indonesia
Jabodetabek dan Lebak Banjir, 35.502 Warga Mengungsi

"Kabupaten Lebak merupakan daerah yang kerusakan infrastruktur terbanyak disusul Kabupaten Bogor," kata dia

Daftar ke KPUD, Gibran Telepon Jokowi
Indonesia
Daftar ke KPUD, Gibran Telepon Jokowi

Selain telepon Presiden, Gibran mendatangi Achmad Purnomo membujuk agar mantan rivalnya saat berebut rekomendasi PDIP.

Muhamad-Saraswati Jadi Pasangan Pertama Lengkapi Perbaikan Persyaratan
Indonesia
Muhamad-Saraswati Jadi Pasangan Pertama Lengkapi Perbaikan Persyaratan

Pasangan H. Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menjadi pasangan pertama yang melengkapi perbaikan dokumen persyaratan pencalonan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan ke KPU Tangerang Selatan.

Advokat PDIP Bakal Bersaksi di Sidang Suap Wahyu Setiawan KPU
Indonesia
Advokat PDIP Bakal Bersaksi di Sidang Suap Wahyu Setiawan KPU

Pengajuan gugatan materi ini terkait dengan meninggalnya Caleg Terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas

PSI: Anies Harus Adil Berikan Tunjangan bagi Pegawai Pemprov DKI
Indonesia
PSI: Anies Harus Adil Berikan Tunjangan bagi Pegawai Pemprov DKI

Ada kabar menjelang Lebaran Idul Fitri 2020 kemarin anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) mendapatkan THR, sedangkan para PNS tidak.

 DPRD Minta Pemprov DKI Kaji Pemberian Keringanan Retribusi Sewa Rusun
Indonesia
DPRD Minta Pemprov DKI Kaji Pemberian Keringanan Retribusi Sewa Rusun

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI. Nova Harivan Paloh menilai perlunya klasifikasi dan syarat yang ketat dalam keringanan retribusi bagi penghuni rusunana agar tepat sasaran.

Pemerintah Diminta Enggak Terburu-buru Buka Bioskop
Indonesia
Pemerintah Diminta Enggak Terburu-buru Buka Bioskop

Perlu memastikan angka kasus COVID-19 sudah mengalami penurunan

PSI Ungkap Kejanggalan Dalam Surat Rekomendasi TACB soal Formula E
Indonesia
PSI Ungkap Kejanggalan Dalam Surat Rekomendasi TACB soal Formula E

Apa saja kejanggalan tersebut?

KPK Cecar Eks Menkeu Agus Martowardojo Soal Proses Penganggaran e-KTP
Indonesia
KPK Cecar Eks Menkeu Agus Martowardojo Soal Proses Penganggaran e-KTP

Agus Marto memang telah berulang kali diperiksa penyidik KPK

Berpikir Positif dan Aksi Nyata Hadapi Kehidupan di Tengah Pandemi
Indonesia
Berpikir Positif dan Aksi Nyata Hadapi Kehidupan di Tengah Pandemi

Berpikir positif saja tidak cukup berhasil untuk beradaptasi pada tatanan baru ini.