Kasus Novel Disebut Rekayasa, Komnas HAM: Hentikan Tuduhan Itu Teatrikal penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan saat melakukan aksi damai di halaman gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/9). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Merahputih.com - Komnas HAM membantah adanya tudingan miring bahwa penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan adalah rekayasa. Isu itu dianggap sebagai sesuatu tak bermutu.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengatakan, pihaknya mendapati fakta langsung bahwa Novel benar-benar diserang secara keji.

Baca Juga

6 Kasus Diduga Jadi Pemicu Penyerangan ke Novel Baswedan

"Itu faktual yang ditemukan oleh Komnas HAM (serta) yang ditemukan oleh kepolisian, itu adalah penyiraman, jadi jangan ditanya tanya lagi," tegas Anam kepada wartawan di kantor Komnas Ham, Jakarta Pusat, Rabu (4/12).

Anam meminta semua pihak fokus mengawal pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel.

"Kalau dibandingin dengan yang lain, menurut saya polemik soal rekayasa penyiraman tersebut kami kira disudahi, (sekarang) fokus kepada bagaimana menyelesaikannya," sebut Anam.

Manager Advokasi Asia Pasifik Amnesty Internasional Fransisco Bencosme bersama Novel Baswedan di Gedung KPK (MP/Ponco Sulaksono)
Manager Advokasi Asia Pasifik Amnesty Internasional Fransisco Bencosme bersama Novel Baswedan di Gedung KPK (MP/Ponco Sulaksono)

Sementara, dalam permohonannya, pengacara Novel, M Isnur meminta agar Komnas HAM mau untuk membuka laporan tentang Novel kepada publik.

"Komnas HAM agar mempublikasi temuan ini, karena publik belum tahu sebenarnya apa yang Komnas HAM temukan di dalamnya," ujar Isnur.

Tudingan rekayasa itu sebelumnya dilontarkan oleh kader PDIP Dewi Ambarwati Tanjung. Ia melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan berita bohong terkait penyerangan yang direkayasa.

"Saya melaporkan Novel Baswedan penyidik KPK terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras," ucap Dewi Tanjung di Mapolda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Jokowi Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Novel Baswedan dalam 3 Bulan

Dewi Tanjung menyinggung Novel yang tak memiliki bekas luka bakar di kulit wajahnya. Tak hanya itu, menurutnya, saat seseorang tersiram air keras, ia pasti akan refleks menyiram dengan air.

"Faktanya kulit Novel 'kan enggak apa-apa, hanya matanya. Yang lucunya kenapa hanya matanya? Sedangkan kelopaknya, ininya semua tidak,“ imbuhnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH