Kasus Novel, Busyro Menilai Langkah Presiden Panggil Kapolri Terlambat Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Eks Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menganggap langkah Presiden Joko Widodo memanggil Kapolri Tito Karnavian terlambat.

Ia berkeyakinan, pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan sudah menghilangkan barang bukti. Pasalnya, insiden tersebut terjadi sudah lebih dari 100 hari.

"Terlambat, dan waktu 100 hari untuk pelaku kejahatan pasti sudah menghilangkan barang-barang bukti," kata Busyro di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (1/8).

Meski demikian, mantan Wakil Ketua KPK itu menyarankan Presiden Jokowi untuk segera membentuk tim gabungan independen.

"Walaupun sudah terlambat, kalau presiden mau menunjukkan konsistensinya dibentuk tim gabungan yang independen," kata Ketua Bidang Hukum PP Muhamadiyah ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berharap agar kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diusut tuntas secepatnya. Pihak kepolisian berkomitmen menjalankan perintah presiden tersebut, meski terdapat beberapa kendala.

"Beliau (presiden) memerintahkan agar menuntaskan sesegera mungkin. Prinsipnya agar sesegera mungkin, tapi kadang-kadang ada kendala di lapangan," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7).

Kapolri menyampaikan hal tersebut seusai bertemu dengan Presiden. Diketahui, Presiden memang menginginkan laporan perkembangan kasus teror atas Novel.

Lebih dari tiga bulan penyiraman, kepolisian belum berhasil mengungkap kasus ini. Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai salat subuh pada 11 April 2017 pukul 05.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri. Sementara itu, pelaku melarikan diri.

Hingga bulan lalu, kepolisian sempat mengamankan empat orang yang dicurigai terlibat kekerasan terhadap Novel di antaranya berinisial M, H, AL, dan N. Namun, polisi melepaskan mereka karena tidak cukup bukti terlibat aksi teror kepada penyidik senior KPK tersebut. (Pon)

Baca berita terkait kasus Novel lainnya di:



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH