Kasus Masih Tinggi, Perawat Dukung Perpanjangan PPKM Darurat Tenaga kesehatan. (Foto: Pemprov Jabar)

MerahPutih.com - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mendukung kebijakan pemerintah untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Saat ini, kasus aktif COVID-19 di berbagai daerah masih menunjukan angka kenaikan yang tinggi.

"Itu akan mengurangi transmisi dan mengurangi jumlah kasus," kata Ketua Umum PPNI, Harif Fadhillah dalam keteranganya di Jakarta, Jumat (16/7).

Baca Juga:

Rekor Harian COVID-19 Pecah lagi Tembus 56.757, Taat PPKM Darurat Harga Mati

Ia mengatakan, kebijakan PPKM Darurat penting untuk mengurangi transmisi dan membatasi mobilitas orang. Situasi itu diharapkan bisa mengurangi beban kerja para perawat atau tenaga kesehatan lainnya.

PPNI, tegas ia, sejak awal mendukung penanganan pandemi pada sektor hulu dengan membatasi mobilitas orang sebab faktor penularan COVID-19 adalah interaksi yang terjadi antarmanusia dan kesadaran masyarakat harus ditingkatkan untuk mengurangi kasus COVID-19.

"Tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabat, jangan memberikan contoh yang justru bertolak belakang dengan protokol kesehatan. Kalau kita sadar, enggak perlu pakai aparat, kita jaga diri masing-masing. Masyarakat adalah garda terdepan yang menjadi kunci untuk mengurangi transmisi, memutus mata rantai, apalagi varian Delta yang katanya karakternya cepat dan progresif," ujarnya.

Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah saat menjadi pembicara dalam acara webinar yang berlangsung Juli 2021. (ANTARA/Andi Firdaus).
Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah saat menjadi pembicara dalam acara webinar yang berlangsung Juli 2021. (ANTARA/Andi Firdaus).

Sebelumnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo meminta Pemerintah mengevaluasi secara komprehensif pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sebelum memperpanjang kebijakan tersebut dalam rangka pengendalian pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Secara prinsip mendukung, namun meminta Pemerintah mengevaluasi secara komprehensif pelaksanaan PPKM Darurat saat ini, sehingga ke depannya Pemerintah mempertimbangkan secara bijak sebelum memutuskan perpanjangan," kata Bambang Soesatyo (Bamsoet), dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Evaluasi tersebut antara lain juga bertujuan untuk mengetahui penyebab peningkatan jumlah kasus penularan COVID-19 di Indonesia dalam satu pekan terakhir.

Pemerintah untuk mengoptimalkan program perlindungan sosial kepada masyarakat melalui skema pemberian bantuan sosial baik tunai maupun non-tunai. Pemerintah harus memastikan distribusi bantuan sosial tersebut tepat sasaran, kata Bamsoet pula.

"Khususnya yang ditujukan kepada masyarakat miskin atau kurang mampu, karena pelaksanaan PPKM Darurat sangat berdampak pada kehidupan perekonomian masyarakat," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Respons Polisi saat Jawa Barat Dihebohkan Gerakan Menolak PPKM Darurat

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Dingin Setelah Makan Bikin Terpapar Kanker
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Dingin Setelah Makan Bikin Terpapar Kanker

Dikatakan bahwa air dingin yang diminum setelah makan akan mengentalkan lemak dari makanan dan membuatnya menjadi beku. Lemak inilah yang akan menempel di usus dan menyebabkan kanker usus.

Alasan Adian Napitupulu Mau Disuntik Vaksin Nusantara
Indonesia
Alasan Adian Napitupulu Mau Disuntik Vaksin Nusantara

Politikus PDI Perjuangan ini yakin vaksin produksi Johnson & Johnson juga memiliki dampak penggumpalan darah

Densus 88 Gerebek Dua Rumah di Bekasi dan Condet, Diduga Terkait Bom Katedral
Indonesia
Densus 88 Gerebek Dua Rumah di Bekasi dan Condet, Diduga Terkait Bom Katedral

Sekitar pukul 13.00 WIB, satu buah koper dibawa oleh seorang tim Labfor Polri

Polisi Belum Simpulkan Penyebab Pasti Kecelakaan Beruntun Transjakarta
Indonesia
Polisi Belum Simpulkan Penyebab Pasti Kecelakaan Beruntun Transjakarta

Polisi juga berencana memeriksa rekaman CCTV

Anies Sebut Holywings Kemang Tidak Punya Sikap Tanggung Jawab
Indonesia
Anies Sebut Holywings Kemang Tidak Punya Sikap Tanggung Jawab

Pemprov DKI menutup Holywings sampah wabah virus corona hilang karena kafe yang kebanyakan dikunjungi anak muda itu, tidak menunjukan sikap tanggung jawab dengan menghadirkan kerumunan di masa pandemi COVID-19.

PPKM Darurat Diperpanjang, Kota Bandung Longgarkan Jam Operasional Tempat Usaha
Indonesia
PPKM Darurat Diperpanjang, Kota Bandung Longgarkan Jam Operasional Tempat Usaha

Apabila Pemkot Bandung memberikan relaksasi dengan menambah jam operasional cafe dan restoran, maka protokol kesehatan harus tetap dijaga. Selain itu, cafe dan restoran masih belum boleh makan di tempat.

Jawa Timur Keluar dari Zona Merah COVID-19, Khofifah: Alhamdulillah!
Indonesia
Jawa Timur Keluar dari Zona Merah COVID-19, Khofifah: Alhamdulillah!

"Alhamdulillah Jatim hari ini dinyatakan Satgas Covid-19 Nasional bebas zona merah. Terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang bekerja keras dan berjuang, mari terus patuhi protokol kesehatan dan percepat vaksinasi untuk menunju Jatim Bangkit," ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

Laba Bersih Bank DKI Tumbuh 4,35 Persen pada Triwulan Pertama 2021
Indonesia
Laba Bersih Bank DKI Tumbuh 4,35 Persen pada Triwulan Pertama 2021

Pencapaian laba bersih tersebut, tidak terlepas dari kinerja Bank DKI yang mencatatkan pertumbuhan cukup baik dibandingkan periode sebelumnya

Wagub Riza Klaim Program Penanggulangan Banjir Jakarta Tinggal Eksekusi
Indonesia
Wagub Riza Klaim Program Penanggulangan Banjir Jakarta Tinggal Eksekusi

"Semua sudah di susun mana prioritas tahapannya disesuaikan dengan perencanaan yang disesuaikan," ungkap Riza.

Larangan Mudik untuk Cegah Lonjakan Kasus COVID-19
Indonesia
Larangan Mudik untuk Cegah Lonjakan Kasus COVID-19

Kebijakan larangan mudik sangat strategis untuk mengurangi mobilitas penduduk. Tujuannya sangat baik, semata-mata untuk mencegah lonjakan kasus dan kematian karena COVID-19," katanya