Kasus Korupsi Lahan DKI, KPK Buka Peluang Periksa Anies Baswedan Ilustrasi. (ANTARA)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Dalam mengusut kasus itu, lembaga antirasuah membuka peluang untuk memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pemanggilan seseorang sebagai saksi dalam penyelesaian perkara itu tentu karena jika ada kebutuhan penyidikan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (28/5).

Baca Juga:

Korupsi Lahan DKI, Bekas Bos Perumda Sarana Jaya Rugikan Negara Rp 152 Miliar

Ali mengatakan, pemeriksaan terhadap orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut tergantung dari perkembangan penyidikan. Hal ini untuk menambah terang perkara yang sedang ditangani KPK.

"Proses penyidikan perkara ini masih terus dilakukan dengan pengumpulan bukti baik keterangan saksi-saksi maupun bukti-bukti lain," ujar Ali.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan bekas Dirut Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan sebagai tersangka. Selain Yoory, KPK juga menetapkan dua orang dan satu korporasi dalam perkara ini.

Dua tersangka lainnya itu yakni, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian (TA), dan Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtunewe (AR). Sedangkan satu korporasi yang juga ditetapkan tersangka yakni PT Adonara Propertindo (AP).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

Kasus ini bermula ketika Perumda Sarana Jaya diberikan proyek untuk mencari lahan di Jakarta untuk dijadikan bank tanah. Perumda Sarana Jaya memilih PT Adonara Propertindo sebagai rekanan untuk mencarikan lahan yang bisa dijadikan bank tanah.

Setelah kesepakatan rekanan itu Yoory dan Anja Runtuwene menyetujui pembelian tanah di bilangan Jakarta Timur pada 8 April 2019. Usai kesepakatan, Perumda Sarana Jaya menyetorkan pembayaran tanah 50 persen atau sekitar Rp 108,8 miliar ke rekening Anja melalui Bank DKI.

Setelah pembayaran pertama, Yoory mengusahakan Perumda Sarana Jaya mengirimkan uang Rp 43,5 miliar ke Anja. Uang tersebut merupakan sisa pembayaran tanah yang disetujui kedua belah pihak.

Baca Juga:

Korupsi Lahan DKI, KPK Tahan Bekas Bos Sarana Jaya Yoory Pinontoan

Dari pembelian itu, KPK mendeteksi adanya empat kejanggalan yang mengarah pada dugaan korupsi. Pertama, pembelian tanah tidak disertai kajian kelayakan objek. Kedua pembelian tanah tidak dilengkapi dengan kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan yang berlaku.

Kemudian, pembelian tanah tidak sesuai dengan prosedur dan dokumen pembelian tidak disusun secara tanggal mundur. Kejanggalan terakhir, adanya kesepakatan harga awal yang dilakukan Anja dan Perumda Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan. (Pon)

Baca Juga:

KPK Periksa Anak Buah Anies Terkait Kasus Dugaan Korupsi Lahan di Munjul

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Kembali Menerima 2,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika
Indonesia
Indonesia Kembali Menerima 2,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Amerika

Indonesia kembali kedatangan 2,6 juta dosis vaksin Pfizer yang berasal dari Amerika Serikat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (17/9).

Luncurkan e-TLE Nasional, Kapolri Listyo Minta Pengendara Ubah Perilaku
Indonesia
Luncurkan e-TLE Nasional, Kapolri Listyo Minta Pengendara Ubah Perilaku

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan tilang elektronik atau Elektronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) nasional tahap 1.

Kemenag Kucurkan Rp1 Triliun Bantu Pesantren yang Terdampak COVID-19
Indonesia
Kemenag Kucurkan Rp1 Triliun Bantu Pesantren yang Terdampak COVID-19

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan bahwa bantuan tahap II ini akan mulai cair pada pekan depan.

COVID-19 Melonjak, TNI Kerahkan Tambahan Petugas Kesehatan dan Mobilisasi Warga Buat Vaksinasi
Indonesia
COVID-19 Melonjak, TNI Kerahkan Tambahan Petugas Kesehatan dan Mobilisasi Warga Buat Vaksinasi

Hadi menawarkan menyediakan layanan penjemputan bagi warga Semper Barat untuk ikut vaksinasi massal di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu-Minggu depan (3-4 Juli 2021).

Curahan Hati Karyawan Dipaksa Masuk Kantor saat PPKM Darurat
Indonesia
Curahan Hati Karyawan Dipaksa Masuk Kantor saat PPKM Darurat

A mengaku dipaksa tetap bekerja seperti biasa oleh perusahaannya dengan dibekali surat dinas.

Gerindra Tampik Anies dan Riza Berbeda Pendapat Tetapkan UMP DKI
Indonesia
Gerindra Tampik Anies dan Riza Berbeda Pendapat Tetapkan UMP DKI

Bila sektor usaha yang terdampak tetap menerapkan kenaikan UMP ditakutkan akan terjadi PHK massal

Kuasa Hukum Rizieq Sebut Penangkapan Munarman Upaya Pembodohan Umat
Indonesia
Kuasa Hukum Rizieq Sebut Penangkapan Munarman Upaya Pembodohan Umat

Munarman ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait dugaan kasus terorisme

Saat Ditangkap, Munarman Sudah Jadi Tersangka
Indonesia
Saat Ditangkap, Munarman Sudah Jadi Tersangka

Ramadhan juga mengungkapkan alasan mengapa Munarman ditutup mata dan diborgol

Selidiki Kebakaran Kantor BPOM, Polisi Tunggu Hasil Labfor
Indonesia
Selidiki Kebakaran Kantor BPOM, Polisi Tunggu Hasil Labfor

BPOM menyatakan kebakaran terjadi saat pekerja tengah melakukan peremajaan panel listrik

Akun Telegram Direktur KPK Masih Diretas
Indonesia
Akun Telegram Direktur KPK Masih Diretas

Sujanarko dan Novel kerap mewakili 75 pegawai KPK dibebastugaskan