Kasus Jerinx Jadi Peringatan Bagi Influencer Agar tak Sembarangan Berbicara I Gede Ari Astina alias Jerinx SID bersama kuasa hukumnya saat memenuhi panggilan kedua Polda Bali, Kamis (6/8/2020). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

MerahPutih.com - Kasus dugaan ujaran kebencian yanng menjerat I Gede Ari Astina alias Jerinx mesti jadi pelajaran agar influencer tak sembrangan memberikan pernyataan.

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito menilai, dalam menghadapi seluruh masyarakat bisa bersatu. Khususnya, para publik figur yang memiliki banyak pengikut di media sosial, diimbau untuk selalu menyampaikan informasi yang valid.

Baca Juga

Jerinx Ditahan, Ini Pembelaan Koalisi Masyarakat Sipil

"Untuk anggota masyarakat yang memiliki pengikut dan penggemar mohon betul-betul dapat menyampaikan berita yang baik dan berita-berita yang bersumber dari sumber yang valid, dari para ahlinya dan sumber yang terpercaya," kata Wiku dalam keterangan pers dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8).

Menurut Wiku, harusnya public figure atau influencer mampu memberikan edukasi ke masyarakat

"Sehingga dapat memberi pemahaman ke masyarakat, pengikutnya atau penggemarnya, sehingga dapat sama-sama memahami dan menghadapi pandemi dengan baik," sambung dia.

I Gede Ari Astana atau Jrinx (foto: instagram @jrxsid)
I Gede Ari Astana atau Jrinx (foto: instagram @jrxsid)

Wiku pun kemudian menekankan perlunya gotong royong seluruh masyarakat untuk menghadapi pandemi COVID-19 saat ini.

"Mengenai penegakan hukum, kembali lagi kita perlu gotong royong. Kita perlu ketenangan sehingga masyarakat waspada dan maju ke depan dalam hadapi COVID-19," jelas dia.

Pemerintah, lanjutnya, berharap agar masyarakat bersatu melawan COVID-19 dan krisis yang tengah terjadi.

"Pemerintah sangat mengharapkan dalam menghadapi COVID ini bisa bersatu dan kami percaya bahwa semua pihak menyadari bahwa ini adalah lawan kita bersama," lanjut dia.

Seperti diketahui, Jerinx telah ditahan di rutan Polda Bali dalam kasus dugaan pencemaran nama baik. Ia dijerat UU ITE Nomor 11 Tahun 2008, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah membuat laporan atas Jerinx di Polda Bali. IDI melaporkan salah satu unggahan Jerinx yang menuliskan kata, “IDI kacung WHO” pada 13 Juni 2020 lalu.

Dalam unggahan itu sendiri berisi tulisan "Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan RS seenaknya mewajibkan semua orang yg akan melahirkan dites CV19. Sudah banyak bukti jika hasil tes sering ngawur kenapa dipaksakan? Kalau hasil tes-nya bikin stress dan menyebabkan kematian pada bayi/ibunya, siapa yang tanggung jawab," begitu foto unggahan dalam akun instagram Jerinx.

Dalam unggahan itu, Jerinx juga menuliskan caption, "BUBARKAN IDI! Saya gak akan berhenti menyerang kalian @ikatandokterindonesia sampai ada penjelasan perihal ini! Rakyat sedang diadu domba dengan IDI/RS? TIDAK. IDI & RS yg mengadu diri mereka sendiri dgn hak-hak rakyat," tulis dia dalam unggahan itu.

Baca Juga

BUMN Waskita Bangun 1300 Kilometer Tol Senilai Rp150 Triliun

Selain Jerinx, penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji juga telah diperiksa oleh polisi karena dugaan penyebaran berita bohong dalam wawancaranya bersama Hadi Pranoto terkait penemuan obat herbal penyembuh COVID-19. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH