Kasus Intoleran Perusakan Makam, Kapolresta Surakarta: Jangan Sampai Terprovokasi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi makam yang dirusak anak-anak di bawah umur, Senin (21/6). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Sebanyak 12 nisan makam di TPU Cemoro Kembar, Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah dirusak oleh 10 anak di bawah umur. Kasus intoleran tersebut saat ini ditangani Polresta Surakarta.

Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, tim penyidik terus bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengetahui duduk perkaranya.

"Supaya jelas fakta yang terjadi kita terus bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan," ujar Ade, Selasa (22/6)

Baca Juga:

Gibran Emosi 10 Bocah Diduga Rusak Makam di TPU Cemoro Kembar

Ia mengaku, pengasuh rumah belajar yang menampung 39 siswa dari luar Solo sudah diperiksa sebagai saksi. Sedangkan anak yang melakukan perusakan tidak ada yang ditahan.

"Pemeriksaan terhadap saksi korban dan pengasuh (rumah belajar) sudah kita lakukan," ucap dia.

Ia mengaku juga bertemu dengan tokoh agama setempat untuk meredam warga agar tidak terprovokasi. Sementara itu, proses hukum tetap jalan.

"Kami sudah temui tokoh masyarakat dan agama setempat dan meredam warganya agar tidak terprovokasi," tegas dia

 Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak. (MP/Ismail)
Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak. (MP/Ismail)

Ia mengatakan, pada Rabu (23/6), TNI-Polri dan tokoh agama akan bergotong royong memperbaiki semua nisan yang rusak dan membersihkannya.

Poresta Surakarta juga meminta pada Kementerian Agama (Kemenag) agar membentuk tim khusus untuk melakukan asesmen terkait metode pembelajaran di rumah belajar itu.

"Segala bentuk intoleran tidak ada tempat di Solo. Kita akan jaga kebinekaan di Solo," tandasnya.

Baca Juga:

Paham Intoleran dan Radikal di Sekolah, Guru Diminta Gaungkan Pancasila

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 10 anak di bawah umur diduga melakukan tindakan tidak terpuji merusak makam di TPU Cemoro Kembar di Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 16 Juni lalu. Kasus bermula saat warga mendapati sekitar 10 anak di bawah umur merusak makam pada pukul 15.00 WIB.

Sebanyak 12 makam dirusak nisannya. Anak-anak yang melakukan perusakan tersebut merupakan siswa dari pengasuh rumah belajar yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian. Kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Pasar Kliwon. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Kapolri Setuju Intoleransi Dilawan Dengan Moderasi Keagamaan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ada Penyesuaian Bagi Daerah yang Terapkan PPKM Level 3, Apa Saja?
Indonesia
Ada Penyesuaian Bagi Daerah yang Terapkan PPKM Level 3, Apa Saja?

Setidaknya ada 302 kabupaten/kota yang masuk dalam level asesmen 3 dan 4

Segera Naikkan Upah dan Pajak, Yallen Jadi Menkeu Perempuan Pertama AS
Dunia
Segera Naikkan Upah dan Pajak, Yallen Jadi Menkeu Perempuan Pertama AS

Yellen akan memainkan peran kunci dalam bekerja dengan Kongres mengenai rencana stimulus virus corona

Per 18 Februari, 1.058.222 Pasien COVID-19 Dinyatakan Sembuh
Indonesia
Per 18 Februari, 1.058.222 Pasien COVID-19 Dinyatakan Sembuh

Tidak hanya kasus aktif, pemerintah juga mencatat bahwa saat ini terdapat 82.444 orang yang berstatus suspek.

Pemilihan Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Dinilai Sudah Di-setting
Indonesia
Pemilihan Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Dinilai Sudah Di-setting

Konflik di tubuh Partai Demokrat yang melahirkan dualisme kepengurusan sudah diprediksi sejak awal.

Mendagri Pastikan Seluruh Daerah Siap Gelar Pilkada
Indonesia
Mendagri Pastikan Seluruh Daerah Siap Gelar Pilkada

Tito Karnavian memastikan seluruh daerah siap melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020 yang akan digelar pada Rabu (9/12) besok.

Sriwijaya Air Jatuh, Bupati Kepulauan Seribu: Getaran Terasa Sampai Pemukiman
Indonesia
Sriwijaya Air Jatuh, Bupati Kepulauan Seribu: Getaran Terasa Sampai Pemukiman

Warga sekitar pulau sampai merasakan getaran ledakan bawah laut yang diduga berasal dari pesawat.

Saksi Ungkap Bukti 'Persekongkolan' Brigjen Prasetijo dengan Djoko Tjandra
Indonesia
Saksi Ungkap Bukti 'Persekongkolan' Brigjen Prasetijo dengan Djoko Tjandra

Saksi AKP Adi Setya dalam persidangan menunjukkan bukti pengiriman gambar surat jalan palsu Djoko Tjandra

Dorong Anies Pilih Isnawa Jadi Wali Kota Jaksel, Taufik: Supaya Tidak Nyasar
Indonesia
Kasus Stunting di Solo, Selvi Ananda Blusukan Sosialisasikan Pentingnya Asi Eksklusif
Indonesia
Kasus Stunting di Solo, Selvi Ananda Blusukan Sosialisasikan Pentingnya Asi Eksklusif

"Kami masih ditemukannya kasus stunting (tinggi badan di bawah standar) di Solo. Ini menjadi sorotan saya sebagai Tim Penggerak PKK Solo," ujar Selvi.

124 Ribu Tiket Kereta Laris Diborong Pelancong, Mayoritas Berwisata ke Yogyakarta
Indonesia
124 Ribu Tiket Kereta Laris Diborong Pelancong, Mayoritas Berwisata ke Yogyakarta

"Momen libur panjang ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pulang kampung dan berlibur. Rute yang menjadi favorit masyarakat adalah rute Jakarta ke Yogyakarta pp dan Jakarta ke Bandung pp," ujar Joni.