Kasus Gratifikasi Bupati Bogor Rachmat Yasin Disidang di Tipikor Bandung Bekas Bupati Bogor Rahmat Yasin. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) melimpahkan berkas perkara pemotongan uang dan gratifikasi mantan Bupati Bogor periode 2008-2014 Rachmat Yasin ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Senin (14/12).

"Hari ini, Irman Yuliandri selaku Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK melimpahkan berkas perkara terdakwa Rachmat Yasin ke Pengadilan Tipikor Bandung," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/12).

Selanjutnya, kata dia, penahanan Rachmat beralih dan menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Bandung.

Baca Juga:

Kasus Gratifikasi Rachmat Yasin, KPK Periksa Sekda Bogor

"Tim JPU masih menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan jadwal persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan," kata dia.

Terdakwa Rachmat didakwa dengan dakwaan kesatu Pasal 12 B jo Pasal 12 C jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 65 KUHP atau kedua Pasal 11 jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 65 KUHP.

Tersangka Rachmat diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar Rp8,93 miliar.

KPK (foto: Antara).
KPK (foto: Antara).

Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

Selain itu, tersangka Rachmat juga diduga menerima gratifikasi, yaitu berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor agar memperlancar perizinan lokasi pendirian pondok pesantren dan Kota Santri serta menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Vellfire senilai Rp825 juta dari pengusaha.

Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja. (Pon)

Baca Juga:

Direktur RSUD Cileungsi Terseret Korupsi Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dalam Hitungan Detik, Sriwijaya Air SJ 182 Hilang dari Radar
Indonesia
Dalam Hitungan Detik, Sriwijaya Air SJ 182 Hilang dari Radar

Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Bandara tujuan dan instansi terkait lainnya

Pemkab Cirebon Siap Berantas Praktik Pungli
Indonesia
Pemkab Cirebon Siap Berantas Praktik Pungli

Menurut Imron, perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, serta efisien untuk menimbulkan efek jera kepada siapapun yang melakukan praktik pungli.

2 Tahun Harun Masiku Buron, Polri: Kecil Kemungkinan Lolos Lewat Jalur Resmi
Indonesia
2 Tahun Harun Masiku Buron, Polri: Kecil Kemungkinan Lolos Lewat Jalur Resmi

"Sangat kecil kemungkinan (lolos) melalui jalur resmi," ujar Amur di Jakarta, Rabu (11/8).

PDIP dan Gerindra Berpeluang Koalisi di Pemilu 2024
Indonesia
PDIP dan Gerindra Berpeluang Koalisi di Pemilu 2024

Jerry mengatakan ini jadi pengingat bahwa antara Gerindra dan PDIP merupakan dua partai yang harmonis, setelah pada 2014 hingga 2019.

Bikin Ekonomi Sirkular, Kemenperi Ingin Perkuat Industri Daur Ulang
Indonesia
Bikin Ekonomi Sirkular, Kemenperi Ingin Perkuat Industri Daur Ulang

Saat ini, terdapat sekitar 1.600 industri plastik hilir di dalam negeri. Namun, selama ini kebutuhan sektor tersebut masih didominasi bahan baku virgin impor dengan jumlah 3,8 juta ton pada 2019.

Vaksinasi COVID-19 Mandiri Atau Berbayar Siapa Mau?
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Mandiri Atau Berbayar Siapa Mau?

Salah satu perusahaan yang sudah memesan vaksin adalah PT Freeport Indonesia. Perusahaan tambang ini, memastikan akan melakukan vaksinasi COVID-19 secara mandiri kepada sekitar 30 ribu karyawan.

Sebelum Bubar, Massa PA 212 'Surati' Polisi
Indonesia
Sebelum Bubar, Massa PA 212 'Surati' Polisi

Hirbak berjanji surat tersebut akan diserahkan kepada Kedutaan Prancis

Pandemi COVID-19 Bikin Transaksi Digital Melonjak 33 Persen
Indonesia
Pandemi COVID-19 Bikin Transaksi Digital Melonjak 33 Persen

Transaksi digital banking juga didukung oleh transaksi uang elektronik yang akan meningkat 32,3 persen yakni dari Rp201 triliun pada 2020 menjadi Rp266 triliun

Jokowi Bergeming soal TWK, BEM SI Demo di KPK Siang Ini
Indonesia
Jokowi Bergeming soal TWK, BEM SI Demo di KPK Siang Ini

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) bakal menggelar demo di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/9). sekira pukul 14.00 WIB.

Hilangkan Tes Keperawanan Calon Kowad, TNI AD Aspiratif Terhadap Perspektif Gender
Indonesia