Kasus Fraud PT DSI Rp 2,4 Triliun, DPR Desak Dana Lender Segera Dikembalikan

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Kasus Fraud PT DSI Rp 2,4 Triliun, DPR Desak Dana Lender Segera Dikembalikan

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, meminta agar pengembalian dana para lender (pemberi pinjaman/investor) dalam kasus fraud PT Dana Syariah Indonesia (DSI) menjadi prioritas utama.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul penyitaan tiga kantor dan satu ruko milik pihak terkait oleh Bareskrim Polri dalam kasus yang menimbulkan kerugian hingga sekitar Rp 2,4 triliun.

“Kami berharap penyitaan ruko serta kantor PT DSI tidak menghambat upaya pengembalian dana para lender dengan nilai total hampir Rp 2,4 triliun. Penegakan hukum harus berjalan, tetapi pemulihan hak korban juga harus menjadi prioritas,” ujar Abdullah di Jakarta, Jumat (20/2).

Menurutnya, penyitaan aset memang merupakan bagian penting dari proses penelusuran dan pengamanan barang bukti dalam penyelidikan.

Baca juga:

Presiden Prabowo Tutup Ribuan Tambang Ilegal, Rayu Investor Asing Masuk ke Indonesia

Namun, langkah tersebut harus diarahkan secara maksimal untuk kepentingan pemulihan kerugian korban, bukan semata proses hukum administratif.

Abdullah menegaskan, para lender merupakan korban utama yang harus segera mendapatkan kepastian. Banyak dari mereka menggantungkan masa depan keuangan dari investasi tersebut, bahkan tidak sedikit yang menggunakan seluruh dana pensiun atau tabungan hidupnya.

“Para korban selama ini menggantungkan hidup mereka dari investasi di PT DSI. Ketika kasus seperti ini terjadi, pertanyaannya sederhananya, bagaimana mereka melanjutkan hidup? Terlebih bagi para pensiunan yang menempatkan seluruh dana pensiunannya di sana,” katanya.

Ia menilai, pengembalian dana lender bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga menyangkut perlindungan negara terhadap masyarakat yang dirugikan. Jadi, negara harus hadir secara nyata memastikan seluruh proses pemulihan berjalan cepat, transparan, dan tuntas.

Baca juga:

DPR Desak Reformasi Pasar Saham, Free Float 15 Persen Jadi Kunci Jaga Kepercayaan Investor

Abdullah juga meminta otoritas pengawas sektor jasa keuangan untuk mengawal kasus ini secara menyeluruh hingga para korban benar-benar menerima kembali haknya tanpa kurang satu rupiah pun.

Pengawasan yang ketat diperlukan agar proses penelusuran aset, penyitaan, hingga distribusi pengembalian dana berjalan akuntabel dan tidak berlarut-larut.

“Negara tidak boleh abai. Otoritas pengawas harus memastikan seluruh proses berjalan sampai tuntas dan para lender memperoleh haknya kembali secara penuh. Jangan sampai korban menunggu terlalu lama atau justru kehilangan haknya dalam proses yang berbelit,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kasus ini menjadi pengingat pentingnya penguatan pengawasan terhadap praktik investasi dan pembiayaan agar kejadian serupa tidak terulang. Perlindungan investor, harus menjadi prioritas dalam sistem keuangan nasional.

“Penegakan hukum harus memberikan efek jera, tetapi pemulihan korban harus menjadi tujuan utama. Kepercayaan publik terhadap sistem investasi hanya bisa dipulihkan jika negara benar-benar memastikan hak korban kembali sepenuhnya,” pungkasnya.

Pada perkara PT DSI, Bareskrim telah menetapkan tiga tersangka yakni Direktur Utama PT DSI Taufiq Aljufri, mantan Direktur PT DSI Merry Yuniarni serta Komisarus PT DSI yakni Arie Rizal Lesmana. (Pon)

#Investor #Dana Syariah Indonesia (DSI) #Komisi III DPR #Investasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Rosan Ungkap Investasi Hilirisasi Naik Jadi 30 Persen, Total Investasi RI Tembus Rp 1.010,6 Triliun
Rosan melaporkan investasi Indonesia mencapai Rp 1.010,6 triliun pada Semester I-2026. Kontribusi hilirisasi naik menjadi 30 persen dari total nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Rosan Ungkap Investasi Hilirisasi Naik Jadi 30 Persen, Total Investasi RI Tembus Rp 1.010,6 Triliun
Indonesia
Puluhan Ribu Kasus Premanisme Ganggu Dunia Usaha, Polri: Modusnya Ngerecokin sebelum Usaha Dimulai
Selain premanisme, Polri juga menangani ribuan kasus pungutan liar dan pemerasan.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Puluhan Ribu Kasus Premanisme Ganggu Dunia Usaha, Polri: Modusnya Ngerecokin sebelum Usaha Dimulai
Indonesia
Prabowo Anggap Investor Percaya Indonesia Sebagai Saudara
"Adalah masalah kehormatan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga mitra-mitra kita. Mitra-mitra kita, kita anggap sebagai saudara-saudara kita," ujarnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Prabowo Anggap Investor Percaya Indonesia Sebagai Saudara
Indonesia
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Soedeson Tandra mengungkap alasan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto perlu segera menata internal Polri, termasuk perombakan sejumlah Kapolda.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Indonesia
Investasi Jakarta Capai Rp173,6 Triliun hingga Semester I 2026, Tertinggi di Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan investasi Jakarta mencapai Rp173,6 triliun hingga semester I 2026 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Investasi Jakarta Capai Rp173,6 Triliun hingga Semester I 2026, Tertinggi di Indonesia
Berita Foto
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR
Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 01 Oktober 2026
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR
Indonesia
Profil Komjen Suyudi, Jagoan Reserse yang Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri guna menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Profil Komjen Suyudi, Jagoan Reserse yang Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
Indonesia
Jalan Mulus Suyudi Gantikan Kapolri Listyo Sigit: Supres Masuk Kemarin, Hari Ini Lolos Tes Komisi III
Komisi III DPR RI secara aklamasi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam fit and proper test.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Jalan Mulus Suyudi Gantikan Kapolri Listyo Sigit: Supres Masuk Kemarin, Hari Ini Lolos Tes Komisi III
Bagikan