Kasus Edhy Prabowo, KPK Bakal Panggil Saksi Terkait Dugaan Keterlibatan PT PLI Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal memanggil sejumlah pihak ihwal keterkaitan PT Perishable Logistic Indonesia (PLI) dalam kasus dugaan suap penetapan izin ekspor benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

PT PLI adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman cargo port to port. PT PLI sendiri ditengarai berkongsi dengan PT Aero Citra Kargo (ACK) sebagai forwarder dari eksportir benur ke negara-negara tujuan.

"Tentu info tersebut akan dikembangkan lebih lanjut oleh penyidik dengan memeriksa saksi-saksi yang diduga mengetahui hubungan PT ACK dengan PT PLI ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (1/12).

Baca Juga:

Gegara Edhy Prabowo, Elektabiltas Prabowo dan Gerindra Turun

Dugaan keterlibatan PT PLI dalam kasus ini mencuat setelah tim satgas KPK mengamankan 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di sejumlah tempat beberapa waktu lalu. Salah satu yang diamankan adalah pihak swasta bernama Dipo. Dalam catatan KPK, Dipo disebut pengendali PT PLI.

Ali membenarkan ada keterkaitan antara PT PLI dengan PT ACK dalam kasus ini. Jubir berlatar belakang jaksa ini juga memastikan lembaganya bakal memanggil sejumlah saksi dari PT PLI.

"Fowarder-nya dari ACK kan memang PLI," ujar Ali.

Konferensi pers penetapan tersangka kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Kamis (26/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Konferensi pers penetapan tersangka kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Kamis (26/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

KPK telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ini. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, dua staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta dan Safri; Siswadi selaku pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku staf istri Menteri KP; dan Amiril Mukminin selaku pihak swasta serta Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Baca Juga:

Menteri Edhy Ditangkap KPK, Ekspor Benih Lobster Harus Dihentikan

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan USD100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020.

Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga:

Gerinda Minta KPK Transparan Usut Kasus Menteri Edhy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Banggar DPR Usul Penerapan PSBB Total
Indonesia
Banggar DPR Usul Penerapan PSBB Total

Said juga mengingatkan pemerintah agar jumlah tes, tracing dan isolasi harus ditingkatkan dan dilakukan dengan manajemen yang baik.

Perbaiki SDM, Wisata Kota Cirebon Diyakini Segera Bangkit
Indonesia
Perbaiki SDM, Wisata Kota Cirebon Diyakini Segera Bangkit

Kota Cirebon memiliki keraton lengkap dengan adat istiadat, seni dan budayanya. Tidak hanya itu, kuliner di Kota Cirebon juga beragam

Partai Demokrat Dorong Pemerintah Berani Lockdown Pulau Jawa
Indonesia
Partai Demokrat Dorong Pemerintah Berani Lockdown Pulau Jawa

Partai Demokrat mendorong Pemerintah untuk berani mengambil keputusan karantina wilayah (lockdown) pulau Jawa guna menghadapi gelombang kedua pandemi COVID-19.

Kapolri Sigit Minta Oknum Polisi Terlibat Narkoba Segera Dibinasakan
Indonesia
Kapolri Sigit Minta Oknum Polisi Terlibat Narkoba Segera Dibinasakan

Sigit meminta oknum polisi yang terbelenggu barang haram agar segera dibinasakan.

Naik Kereta di 11 Stasiun KRL ini Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi
Indonesia
Naik Kereta di 11 Stasiun KRL ini Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi

Terintegrasinya aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI bertujuan untuk mempermudah pelanggan

Ini Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan Bus di Sumedang
Indonesia
Ini Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan Bus di Sumedang

Korlantas Polri berupaya keras melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan bus Padma Kencana di Tanjakan Cae Kawungluwuk, Kecamatan Wado, Sumedang, Jawa Barat.

 Pemkot Jakpus Distribusikan 32 Ribu Vaksin COVID-19 ke 100 Lokasi
Indonesia
Pemkot Jakpus Distribusikan 32 Ribu Vaksin COVID-19 ke 100 Lokasi

Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakpus, Erizon Safari mengatakan, total ada 100 lokasi vaksinasi COVID-19 di Jakarta Pusat yang masuk dalam vaksin tahap kedua.

Membedakan Vaksin, Antibodi dan Obat COVID-19
Indonesia
Membedakan Vaksin, Antibodi dan Obat COVID-19

Meski sudah memiliki antibodi atau sudah divaksin, selama kekebalan kelompok atau herd immunity belum tercipta, prokes wajib dilaksanakan.

Soal TWK KPK, Komnas HAM Berharap Bisa Diterima Jokowi
Indonesia
Soal TWK KPK, Komnas HAM Berharap Bisa Diterima Jokowi

Itu dekat sekali dengan rekomendasi Komnas HAM

Survei Elektabilitas Capres 2024 Kalahkan AHY, Gibran: Ora Mungkin di Atas Mas Agus
Indonesia
Survei Elektabilitas Capres 2024 Kalahkan AHY, Gibran: Ora Mungkin di Atas Mas Agus

Gibran memiliki tingkat keterpilihan lebih tinggi daripada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang hanya memiliki 4,1 persen.