Kasus e-KTP Gerus Elektabilitas Ganjar di Hasil Survei Barang bukti e-KTP yang tercecer di kawasan Bogor. Foto: Dok Polres Bogor.

MerahPutih.com - Sejak tahun 2000 hingga 2018 ini, setidaknya ada 21 orang pejabat publik di Provinsi Jawa Tengah tersandung kasus korupsi. Hal itu menjadi image buruk bagi Provinsi Jawa Tengah yang merupakan jantung dan pusat kebudayaan Jawa.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo belakangan diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Ganjar pun harus bolak-balik ke Jakarta untuk memenuhi panggilan KPK.

Kondisi itu berdampak pada tergerusnya elektabilitas Ganjar sebagai calon petahana dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 merujuk hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM).

Ganjar Pranowo dan Gus Yasin
Dua pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin (kiri) dan Sudirman Said-Ida Fauziah (kanan) mengikuti acara Debat Terbuka Pigub Jawa Tengah putaran ke-2 di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/5). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Direktur Eksekutif IDM, Fahmi Hafel memaparkan hasil survei lembaganya, dimana sebanyak 54.9% responden mengatakan Ganjar Pranowo terlibat dalam kasus e-KTP. Sedangkan 41.8% responden mengatakan Ganjar Pranowo tidak terlibat. Sedangkan sisanya 3.3% responden tidak menjawab.

"Hasil ini terjawab setelah responden diberi pertanyaan 'Menurut anda, apakah anda yakin kalau Ganjar Pranowo benar-benar terlibat dalam kasus e-KTP?," ujar Fahmi, dalam keterangannya, Rabu (13/6).

"Karena alasan responden, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan memanggil Ganjar Pranowo berkali-kali jika dia tidak terlibat dalam kasus korupsi e-KTP," kata dia menambahkan.

Ketika responden ditanya soal 'Kepala Daerah seperti apa yang anda inginkan dan anda terima terkait dengan maraknya kepala daerah yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi?', Fahmi pun menjelaskan bahwa 89.2% masyarakat Jawa Tengah yang diwakili oleh responden menjawab menginginkan Kepala Daerah yang tidak terlibat dalam kasus korupsi.

"Bahwa secara umum masyarakat Jawa Tengah mengetahui korupsi sebagai sebuah kejahatan yang luar biasa, sama halnya dengan terorisme. Oleh karena itu secara mayoritas masyarakat Jawa Tengah menginginkan adanya pemerintahan yang bersih (bebas korupsi), karena dengan korupsi baik langsung maupun tidak langsung berimbas kepada masyarakat," paparnya.

IDM juga melakukan survei dengan memberi pertanyaan secara spontan kepada responden, soal siapakah yang akan mereka pilih jika Pilgub digelar hari ini. Jawaban secara top of mind dari 2002 responden sebanyak 47,3% memilih pasangan Sudirman Said–Ida Fauziah, sedangkan sebanyak 40,9% persen memilih pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Adapun 11,8% responden tidak menjawab.

ganjar
Dua pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin (kiri) dan Sudirman Said-Ida Fauziah (kanan) (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

"Tingginya elektabilitas pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah ada beberapa faktor, dimana 78.2% responden yang berlatarbelakang Kaum Nadliyin yang paling memerangi korupsi lebih banyak memilih Ida Fauziah sebagai wakil NU yang berpasangan dengan Sudirman Said yang juga tidak punya pontensi tersangkut kasus korupsi dibandingkan dengan Taj Yasin yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo yang berpotensi tersandung kasus korupsi e-KTP," jelas Fahmi.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada 28 Mei-4 Juni 2018, dengan jumlah responden sebanyak 2002 warga Jawa Tengah yang tersebar secara proporsional di 35 Kota/Kabupaten sesuai sebaran Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2018 yang berjumlah 27.068.125 pemilih.

"Metode penelitian survei menggunakan metodologi kuantitatif dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Penarikan sampel dengan metode multistage random sampling berdasarkan total populasi masyarakat yang memiliki Hak Pilih pada saat Pilgub 2018 dengan tingkat kepercayaan 98% dan Margin of Error kurang lebih 2,6%," demikian Fahmi. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH