Kasus Dugaan Penipuan CPNS Anak dan Mantu Nia Daniaty Naik ke Penyidikan Olivia Nathania (kiri) dengan didampingi kuasa hukumnya memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (11/10). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Kasus dugaan penipuan bermodus rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang melibatkan anak Nia Daniaty, Olivia Nathania, statusnya naik ke tingkat penyidikan.

"Naik penyidikan, kemarin sudah dilakukan pemeriksaan tamabahan untuk saudara O," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada Wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (19/10).

Baca Juga

Anak Nia Daniaty Bakal Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Jasa Penerimaan CPNS

Yusri menambahkan, pihaknya telah melakukan gelar perkara dan hasilnya dinaikkan ke penyidikan.

Pada Senin (11/10), Olivia telah hadir memenuhi panggilan penyidik. Dia hadir didampingi kuasa hukumnya, Susanti Agustina dan Yusuf Titaley.

Dalam pemeriksaan itu, Yusuf menyebut penyidik melayangkan sebanyak 41 pertanyaan kepada kliennya.

"Klien kami Olivia mendapat pertanyaan sebanyak 41 dan semuanya dijawab dengan baik," ungkap Yusuf.

Selanjutnya, pada Senin (18/10) Olivia kembali diperiksa. Pemeriksaan tambahan itu dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelumnya.

Dalam pemeriksaan kedua, penyidik mencecar 42 pertanyaan terhadap Olivia.

Sekedar infotmasi, Olivia dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (24/9) lalu. Dia dilaporkan atas kasus dugaan penipuan bermodus rekrutmen CPNS.

Advokat Odie Hodianto (kedua kiri) berikan keterangan kepada wartawan pada Kamis sore (30/9) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan oleh publik figur Olivia Nathania. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Advokat Odie Hodianto (kedua kiri) berikan keterangan kepada wartawan pada Kamis sore (30/9) di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan oleh publik figur Olivia Nathania. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Kuasa hukum pelapor, Odie Hodianto menyebut ada 225 orang yang menjadi korban penipuan Olivia dan Raf. Total kerugian dari kasus penipuan ini disebutnya mencapai angka Rp 9,7 miliar.

"Ini ada 225 orang ditipu dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai R9,7 miliar lebih," kata Odie di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/9).

Menurut Odie, Olivia dan suaminya awalnya menawarkan jabatan PNS kepada korban dengan tarif Rp 25 juta hingga Rp 156 juta. Namun, setelah uang ditransfer Olivia dan Raf tak kunjung memenuhi janjinya.

Beberapa korban sempat menemui Raf di kantornya untuk menagih. Ketika itu, kata Odie, Raf berjanji kepada korban untuk membayar ganti rugi.

"Maka dari itu kami memutuskan untuk melaporkan ke Mapolda Metro Jaya agar tak ada lagi korban penipuan," ujar Odie.

Laporan ini telah teregistrasi dengan Nomor: LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 23 September 2021. Olivia dan Raf dipersangkakan dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan atau Pasal 263 KUHP.

Belakangan salah satu korban bernama Fulan mengaku sempat menjalani tes CPNS di Gedung Bidakara. Ketika itu, dia dites oleh seseorang yang mengaku sebagai panitia dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Saya cuma ditanya kamu punya keahlian bidang apa kenalin diri kamu dulu. Lalu saya bilang saya bisa di UMKM," kata Fulan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/10) lalu. (Knu)

Baca Juga

Anak Nia Daniaty Sebut Hanya Tawarkan Les, Bukan Jasa Penerimaan CPNS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet Nyaris 77 Ribu Orang
Indonesia
Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet Nyaris 77 Ribu Orang

Perkembangan jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet tower 4, 5, 6 dan 7 total 1.318 orang, 628 pria, dan 690 perempuan

Mal dan Tempat Wisata di DIY Belum Buka, Pengusaha Pasrah Tunggu Bangkrut
Indonesia
Mal dan Tempat Wisata di DIY Belum Buka, Pengusaha Pasrah Tunggu Bangkrut

Para pengusaha dan pengelola hanya bisa pasrah menunggu kebangkrutan

Panglima TNI Klaim Gesekan Anggota TNI dan Polri Berkurang
Indonesia
Panglima TNI Klaim Gesekan Anggota TNI dan Polri Berkurang

"Sebagai dua institusi strategis negara, energi yang kita miliki harus diarahkan sepenuhnya pada upaya pelaksanaan tugas pokok serta kolaborasi lintas sektoral,” terangnya

29 Wilayah Ini Diperingatkan BMKG soal Cuaca Ekstrem
Indonesia
29 Wilayah Ini Diperingatkan BMKG soal Cuaca Ekstrem

Perlu diwaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau badai petir, guntur dan peningkatan angin kencang.

Dapat Usulan Tim Hukum Rizieq, Sidang Pemeriksaan Saksi Maju Hari Senin
Indonesia
Dapat Usulan Tim Hukum Rizieq, Sidang Pemeriksaan Saksi Maju Hari Senin

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) menjadwalkan lanjutan sidang terdakwa Rizieq Shihab pada Senin (12/4) pekan depan.

TNI AL Lakukan Serbuan Vaksinasi ke Pesantren di Jawa Barat
Indonesia
TNI AL Lakukan Serbuan Vaksinasi ke Pesantren di Jawa Barat

Pada awalnya, Angkatan Laut menyasar masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan kampung nelayan. Tapi kemudian sasaran meluas ke pondok pesantren, universitas, dan sekolah-sekolah.

Jokowi Sebut Indonesia Capai Babak Baru Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Jokowi Sebut Indonesia Capai Babak Baru Vaksinasi COVID-19

Indonesia telah menyuntikkan lebih dari 200 juta dosis kepada masyarakat.

Bambang Brodjonegoro dan Yenny Wahid Jadi Komisaris Bukalapak
Indonesia
Bambang Brodjonegoro dan Yenny Wahid Jadi Komisaris Bukalapak

Aspek inovasi dan teknologi merupakan hal krusial yang harus diadopsi agar UMKM bisa berkembang.

Viral Keppres Tentang Penetapan Kedaruratan Keuangan Negara, Ini Penjelasan Istana
Indonesia
Viral Keppres Tentang Penetapan Kedaruratan Keuangan Negara, Ini Penjelasan Istana

Kemensetneg turut mengimbau kepada masyarakat agar dapat secara bijaksana menyikapi berita atau informasi tersebut

PKS, Hingga Demokrat Diprediksi Bakal Punya Catatan Khusus Buat Listyo Sigit
Indonesia
PKS, Hingga Demokrat Diprediksi Bakal Punya Catatan Khusus Buat Listyo Sigit

Jika Listyo Prabowo jadi Kapolri, maka sejarah saat Tito Karnavian menjadi kapolri akan terulang