Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Anak Ahok, 11 Saksi Diperiksa Polisi Nicholas Sean Purnama. Foto: Instagram/@nachoseann

Merahputih.com - Kepolisian terus menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan putra sulung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Nicholas Sean Purnama.

Sampai Kamis (30/9), penyidik sudah memeriksa 11 saksi berkenaan kasus yang dilaporkan oleh Ayu Thalia alias Thata Anma tersebut. Mereka adalah orang yang diduga mengetahui dan melihat soal dugaan peristiwa itu.

"Di Polsek Penjaringan pelapor AT, yang dilaporkan atau terlapor NP. Ini masih dalam proses. Kalau sudah selesai, semua akan kita sampaikan," terang Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan kepada wartawan, di Mapolres Jakut, Kamis (30/9).

Baca Juga

Putra Ahok Ancam Laporkan Balik Ayu Thalia

Selain kasus yang dilaporkan Ayu Thalia di Polsek Penjaringan, Nicholas Sean juga membuat laporan polisi di Polres Jakarta Utara.

Diketahui, Nicholas Sean melaporkan balik Ayu Thalia atas dugaan pencemaran nama baik. Guruh mengatakan pihaknya masih bekerja menyelesaikan dua laporan tersebut. Kapolres memastikan kedua kasus itu akan diselesaikan hingga tuntas.

"Kami proses semuanya baik di Polsek Penjaringan maupun Polrestro Jakut," tegasnya.

Selain pemeriksaan saksi, polisi telah menyita rekaman CCTV di lokasi. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait barang bukti yang telah didapatkan.

Perseteruan Nicholas Sean dan Ayu Thalia semakin runcing. Ada bukti baru yang kini disiapkan oleh Ayu Thalia untuk dikirimkan ke polisi terkait laporannya itu.

"Kita juga akan serahkan bukti baru lagi. Nanti bukti itu yang mendukung (laporan) ya," kata pengacara Ayu Thalia, Rudi Kabunang, saat dihubung wartawan, Rabu (29/9).

Kuasa hukum Nicholas Sean Purnama, Ahmad Ramzy, berikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/8). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Kuasa hukum Nicholas Sean Purnama, Ahmad Ramzy, berikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/8). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Rudi enggan merinci lebih jauh soal bukti baru tersebut. Dia mengatakan bukti itu terkait tangkapan layar percakapan Ayu Thalia dengan Sean Purnama.

Bukti tangkapan layar percakapan Ayu Thalia-Nicholas Sean itu, kata Rudi, bakal memperkuat dugaan penganiayaan yang dilaporkan kliennya kepada anak dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu.

"Kalau dibuka, hebohlah nanti. Ada (bukti) komunikasi (Ayu-Sean) yang akan kita serahkan ke Polsek Penjaringan nanti. Dalam waktu satu sampai dua hari ini, kita serahkan barang bukti baru," jelas Rudi.

Baca Juga

Ini Kata Ahok Soal Kasus Dugaan Penganiayaan Jerat Anaknya

Sementara itu, pihak Nicholas Sean Purnama pun telah angkat suara perihal rencana Ayu Thalia yang bakal memberikan bukti tambahan yang bisa bikin 'heboh' soal dugaan penganiayaan.

Pihak Sean mengaku penambahan barang bukti baru itu hak bagi pelapor. Namun pihak Sean mengaku ragu bukti baru itu bakal memperkuat tudingan penganiayaan yang dilaporkan pelapor kepada Sean Purnama. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PDIP Sodorkan Risma Jadi Bacagub DKI 2024
Indonesia
PDIP Sodorkan Risma Jadi Bacagub DKI 2024

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partai menyodorkan nama Menteri Sosial, Tri Rismaharini sebagai calon orang nomor satu di Ibu Kota.

Menag Minta Mitigasi Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Agama
Indonesia
Menag Minta Mitigasi Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Agama

Kementerian Agama mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota diminta investigasi menyeluruh serta mitigasi pencegahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan keagamaan.

Keluh Kesah Ojol yang Kecepatan Orderannya Terdampak PPKM Darurat
Indonesia
Keluh Kesah Ojol yang Kecepatan Orderannya Terdampak PPKM Darurat

Terlebih, ketika dirinya menerima order yang harus diantar ataupun diambil melewati titik penyekatan

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Banten
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Banten

Gempa bumi berkekuatan magnitodo 6,7 mengguncang Banten pada Jumat (14/1) sore WIB.

Panpel Sayangkan Kejadian Suporter Nyalakan Flare Usai Pertandingan Persis vs Persita
Indonesia
Panpel Sayangkan Kejadian Suporter Nyalakan Flare Usai Pertandingan Persis vs Persita

Ketua Panitia pelaksana (Panpel) Stadion Manahan, Ginda Ferachtriawan menyayangkan, pelaku suporter tidak terpuji tersebut. Ia pun meminta pada suporter yang menyalakan flare untuk meminta maaf secara terbuka.

DPR Tak Permasalahkan Harta Fantastis Jenderal Andika Perkasa
Indonesia
DPR Tak Permasalahkan Harta Fantastis Jenderal Andika Perkasa

DPR tak mempermasalahkan harta fantastis yang dimiliki oleh Jenderal Andika Perkasa.

Lima Kementerian dengan Kinerja Terbaik dan Terburuk Versi LSIN
Indonesia
Lima Kementerian dengan Kinerja Terbaik dan Terburuk Versi LSIN

Lembaga Survei Independen Nasional (LSIN) merilis hasil survei terkait persepsi publik terhadap kepuasan publik atas kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju dan Kemenpora menjadi satu dari lima kementerian yang dinilai berkinerja terbaik.

Terduga Teroris Ditangkap di Lampung, Berperan Sembunyikan DPO
Indonesia
Terduga Teroris Ditangkap di Lampung, Berperan Sembunyikan DPO

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali meringkus empat terduga teroris di wilayah Lampung pada Jumat (5/11).

KPK Bingung Cara Tangkap Harun Masiku
Indonesia
KPK Bingung Cara Tangkap Harun Masiku

"Hanya saja karena tempatnya tidak di dalam (negeri), kita mau ke sana juga bingung. Pandemi sudah berapa tahun," kata Karyoto

Kota Bandung Butuh Peta Mitigasi Bencana
Indonesia
Kota Bandung Butuh Peta Mitigasi Bencana

Yana meminta para kepala perangkat daerah, camat maupun lurah untuk segera menindaklanjuti kajian risiko bencana di Kota Bandung.