Kasus Dugaan LGBT Jenderal Polisi Jadi Evaluasi Pimpinan Polri Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono . (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)

Merahputih.com - Kasus Brigjen EP yang terlibat dalam kelompok LGBT cukup menarik perhatian Mabes Polri. Mabes Polri sendiri menyebut kasus tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal termasuk evaluasi dari pimpinan Polri.

"(Kasus tersebut) akan menjadi evaluasi pimpinan," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/10).

Baca Juga

TNI Siapkan Sanksi Tegas ke Anggotanya yang LGBT, Apa Saja Ya?

Mengenai indikasi ada atau tidaknya anggota Polri lainnya yang juga terlibat dalam kasus serupa, Awi menyebut hal itu merupakan pekerjaan rumah dari pihaknya. Akan ada evaluasi terkait hal tersebut oleh Polri.

"Itu lah yang menjadi PR (pekerjaan rumah) internal kita terkait fenomena itu dan menjadi evaluasi," beber Awi.

Selain itu mengenai kasus yang menimpa Brigjen EP dalam lingkaran kelompok LGBT, Awi enggan menjelaskan lebih detail. Dia hanya menyebut pihaknya sudah memberikan sanksi tegas terhadap jenderal polisi tersebut.

"Kita tidak perlu sampaikan yang jelas kita sudah tindak itu semua berdasarkan laporan polisi," kata Awi.

Karopenmas Polri, Brigjen Awi Setiyono. Foto: ANTARA
Karopenmas Polri, Brigjen Awi Setiyono. Foto: ANTARA

Kasus ini mulai menguak setelah ada kabar yang menyebut jika adanya kelompok LGBT dilingkup TNI-Polri. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Ketua Muda Mahkamah Agung (MA) bidang militer, Burhan Dahlan.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Sutrisno Yudi Hermawan mengatakan Brigjen EP telah dijatuhi sanksi karena terlibat LGBT.

Baca Juga:

Panglima TNI Mutasi 14 Perwira Tinggi TNI AD dan TNI AL

Polri menjatuhkan sanksi nonjob terhadap Brigjen EP hingga dirinya pensiun. Perkara Brigjen EP terlibat LGBT telah selesai akhir tahun lalu. Brigjen EP telah diperiksa Divisi Propam Polri dan dikenai sanksi pada akhir 2019.

"Sudah diperiksa, disidangkan dan sudah diberikan sanksi oleh Div Propam Mabes pada akhir 2019," jelas Yudi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Datangi Kantor BNPB, Anies: Insyaallah Kita Bisa Kendalikan Corona Virus
Indonesia
Datangi Kantor BNPB, Anies: Insyaallah Kita Bisa Kendalikan Corona Virus

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur.

Tokoh Intelijen Minta Jokowi Pulangkan WNI di Negara yang Lockdown
Indonesia
Tokoh Intelijen Minta Jokowi Pulangkan WNI di Negara yang Lockdown

Harus segera dicari solusi untuk memulangkan para WNI di berbagai negara

Mahathir Dirikan Partai Lagi
Indonesia
Mahathir Dirikan Partai Lagi

Awal tahun, politik Malaysia memanas setelah Mahathir mundur dari Perdana Menteri (PM) Malaysia.

[HOAKS atau FAKTA]: Pusat Perbelanjaan Golden Swalayan Jadi Kluster Baru Penyebaran Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pusat Perbelanjaan Golden Swalayan Jadi Kluster Baru Penyebaran Corona

Untuk menambah rasa percaya publik, pesan tersebut menggunakan nama Humas Pemerintah Kota Kediri.

Pegiat Wisata Wajib Patuhi Protokol Kesehatan, Dokter Reisa: Ingat Pesan Ketua Gugus Tugas
Indonesia
Pegiat Wisata Wajib Patuhi Protokol Kesehatan, Dokter Reisa: Ingat Pesan Ketua Gugus Tugas

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020

Jokowi Naikkan Lagi Iuran BPJS Kesehatan, Kok Tega Ya?
Indonesia
Jokowi Naikkan Lagi Iuran BPJS Kesehatan, Kok Tega Ya?

Seharusnya, kata Obon, Jokowi menerbitkan Perpres yang berisi pembatalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan

Kasus Pertama Sejak Wabah, WNI Positif COVID-19 di Tiongkok
Indonesia
Kasus Pertama Sejak Wabah, WNI Positif COVID-19 di Tiongkok

WNI tersebut dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani tes asam nukleat.

 Petugas Medis Jadi Korban Corona, Pemerintah Dianggap Lalai dan Gagal
Indonesia
Petugas Medis Jadi Korban Corona, Pemerintah Dianggap Lalai dan Gagal

"Apabila tidak segera diatasi, kondisi ini berisiko membuat jebolnya pertahanan bangsa Indonesia terhadap COVID-19," jelas dia.

Warung Sate Taichan di Parkiran Senayan City Ditutup karena Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
Warung Sate Taichan di Parkiran Senayan City Ditutup karena Langgar Protokol Kesehatan

Penutupan ini karena mereka melanggar protokol kesehatan (prokes) saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, akhir pekan lalu.

Pukat UGM: KPK Malu Dipimpin Jenderal Bintang Tiga tapi Tak Bisa Tangkap Harun Masiku
Indonesia
Pukat UGM: KPK Malu Dipimpin Jenderal Bintang Tiga tapi Tak Bisa Tangkap Harun Masiku

Seharusnya malu tak kunjung berhasil menangkap buron atas kasus dugaan suap PAW anggota DPR itu.