Kasus Dugaan Korupsi Asabri, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/12). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang dugaan korupsi dalam pengelolaan dana Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dengan terdakwa Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat

Pada sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Heru Hidayat dengan hukuman mati. JPU meyakini Heru telah melakukan korupsi dalam pengelolaan dana Asabri yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 22,78 triliun.

Baca Juga

Kasasi Ditolak, Bentjok dan Heru Hidayat Tetap Divonis Seumur Hidup

"Menghukum terdakwa Heru Hidayat dengan pidana mati," kata jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12).

Selain hukuman mati, jaksa juga menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan terhadap Heru berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 12,64 triliun paling lama sebulan setelah putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap.

Jika dalam tenggat waktu tersebut, Heru tak kunjung membayar uang pengganti, jaksa akan menyita harta bendanya untuk dilelang guna menutupi uang pengganti tersebut.

Dalam menjatuhkan tuntutan ini, jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, jaksa menilai perbuatan Heru merupakan kejahatan luar biasa yang berbahaya bagi integritas bangsa.

Baca Juga

Kejagung Sita 17 Kapal Milik Heru Hidayat dalam Kasus Korupsi Asabri

Selain itu perbuatan Heru Hidayat disebut tidak mendukung program pemerintah yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Akibat perbuatan terdakwa adalah kerugian negara yang mencapai Rp 12,643 triliun, sedangkan penyitaan aset-aset terdakwa hanya Rp 2,434 triliun; terdakwa adalah terpidana seumur hidup perkara Jiwasraya yang merugikan negara Rp16,807 triliun," ujar jaksa.

Jaksa menilai terdapat sejumlah hal yang meringankan. Namun, jaksa menilai hal meringankan itu tidak sebanding dengan kerugian keuangan negara mencapai belasan triliun.

"Meski dalam persidangan ada hal-hal yang meringankan dalam diri terdakwa namun, hal-hal tersebut tidak sebanding dengan kerugian negara yang ditimbulkan akibat dari perbuatan terdakwa. Oleh karena itu hal-hal tersebut patutlah dikesampingkan," kata jaksa. (Pon)

Baca Juga

Kejagung Sita 8 Lapangan Golf Milik Heru Hidayat Terkait Kasus Asabri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Deteksi Dini Jadi Cara Dinkes DKI Tangani Hepatitis Akut Misterius
Indonesia
Deteksi Dini Jadi Cara Dinkes DKI Tangani Hepatitis Akut Misterius

Pemerintah DKI Jakarta mulai bekerja dengan memperkuat deteksi dini dalam menangani penyakit hepatitis akut misterius. Langkah ini perlu dilakukan, agar penyakit mematikan itu tidak menyebar secara meluas di Ibu Kota.

Jokowi Berharap Masyarakat Bersama-sama Jaga Momentum Baik
Indonesia
Jokowi Berharap Masyarakat Bersama-sama Jaga Momentum Baik

Jokowi mengingatkan semua pihak untuk tidak lengah agar dapat menjaga momentum pemulihan ekonomi ini.

Baju Polantas Akan Diganti, Dilengkapi Bodycam Terintegrasi Tilang Elektronik
Indonesia
Baju Polantas Akan Diganti, Dilengkapi Bodycam Terintegrasi Tilang Elektronik

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan memperbarui pakaian dinas lapangan (PDL).

14.217 Pelaku Perjalanan Internasional Jalani Karantina di Jakarta
Indonesia
14.217 Pelaku Perjalanan Internasional Jalani Karantina di Jakarta

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Selasa (4/1) malam, 14.217 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dikarantina COVID-19 di empat fasilitas yang berada di wilayah DKI Jakarta.

Bantah Melawan Mabes, Polda Metro Beberkan Alasan Bantu AKBP Jerry Siagian
Indonesia
Bantah Melawan Mabes, Polda Metro Beberkan Alasan Bantu AKBP Jerry Siagian

Polda Metro Jaya meluruskan pernyataan terkait pemberian bantuan hukum kepada mantan Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian.

Indonesia Jual Surat Utang Syariah Terbesar di Tahun 2022
Indonesia
Indonesia Jual Surat Utang Syariah Terbesar di Tahun 2022

Penerbitan tersebut meliputi USD 1,75 miliar dengan tenor lima tahun dan USD 1,5 miliar dengan tenor 10 tahun (seri hijau).

Jangan Sampai Salah Jalur, Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Direkayasa
Indonesia
Jangan Sampai Salah Jalur, Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Direkayasa

Uji coba dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan mengingat di kawasan tersebut tiap sore selalu macet.

[HOAKS atau FAKTA]: Saluran TV Nasional Tidak Tayangkan Formula E
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Saluran TV Nasional Tidak Tayangkan Formula E

Untuk tayangan siaran langsung Formula E Jakarta 2022, khususnya untuk kualifikasi dan balapan, bisa disaksikan lewat layar kaca secara gratis.

Jokowi Dinilai Tak Pantas Hadiri Acara Relawan
Indonesia
Jokowi Dinilai Tak Pantas Hadiri Acara Relawan

Sikap Hasto yang meradang atas kehadiran Presiden Jokowi di dalam acara relawan sudah tepat.

Ekonomi Melambat, Harga Minyak Alami Penurunan
Indonesia
Ekonomi Melambat, Harga Minyak Alami Penurunan

OPEC+ juga berencana akan bertemu akhir pekan ini untuk membahas strategi produksi di masa depan.