Kasus DBD Mulai Meroket, Ahli Infeksi RSCM Ingatkan 7 Tanda Ini Ahli infeksi dan pediatri tropik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) dr Mulya Rahma Karyanti. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Merahputih.com - Ahli infeksi dan pediatri tropik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) dr Mulya Rahma Karyanti mengingatkan masyarakat mewaspadai tujuh tanda bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Tujuh tanda bahaya ini biasanya muncul pada hari ketiga seperti sakit perut," kata Mulya Rahma saat diskusi daring dengan tema "Ancaman Demam Berdarah di Masa Pandemi" di Graha BNPB Jakarta, Senin (22/6).

Baca Juga:

Sepeda Motor Boleh Berboncengan saat PSBB asal...

Tanda selanjutnya yaitu orang yang terjangkit DBD akan merasa lemas, pendarahan spontan, pembesaran hati, penumpukan cairan hingga penurunan trombosit hingga di bawah 100 ribu.

"Itu khas sekali ya bahaya DBD, yang kita takuti di hari ketiga atau yang disebut juga fase kritis," jelas dia.

Pada fase ketiga tersebut, bisa terjadi kebocoran pembuluh darah. Apabila itu terjadi maka aliran darah ke otak otomatis juga berkurang sehingga orang tersebut ingin tidur saja.

Pemberantasan nyamuk dengan fogging. (Foto: Pixabay/ernestoeslava)
Pemberantasan nyamuk dengan fogging. (Foto: Pixabay/ernestoeslava)

Dalam kondisi tersebut, asupan makanan dan minuman juga akan sulit sebab pasien akan sering mengalami muntah ditambah kondisi dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh.

Selain itu, orang yang terinfeksi virus dengue juga ditandai tidak buang air kecil lebih dari empat hingga enam jam terutama terjadi pada anak-anak. "Ini tanda-tanda yang mesti diwaspadai oleh orang tua dan masyarakat secara umum," ujarnya.

Kemudian, sebagaimana dikutip Antara, beberapa tanda lain yang harus diwaspadai masyarakat ialah pendarahan kulit misalnya mimisan, kulit berdarah hingga memar.

Baca Juga:

Operasional KA Bandara Solo Dihentikan

Terkait usia, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut dapat menjangkit siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. "Namun saat ini trennya kita lihat lebih banyak ke remaja bahkan mereka datang dengan fase kritis," beber dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harga Kedelai Melonjak, Kemendag Akan Umumkan Harga Wajar Tahu Tempe
Indonesia
Harga Kedelai Melonjak, Kemendag Akan Umumkan Harga Wajar Tahu Tempe

Tiongkok yang menjadi negara importir terbesar kedelai juga meningkatkan jumlah permintaannya dari 15 juta ton menjadi 28 juta ton untuk pakan ternak babi kepada Amerika Serikat.

KPK Yakin Hakim Tak Kabulkan JC Eks Menpora Imam Nahrawi
Indonesia
KPK Yakin Hakim Tak Kabulkan JC Eks Menpora Imam Nahrawi

Tuntutan JPU mengenai pencabutan hak politik tentu sudah melalui pertimbangan

Penusuk Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup
Indonesia
Penusuk Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Penyidik Polres Lampung bakal melakukan rekonstruksi kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber besok.

Semarang Dilanda Cuaca Buruk, 2 Pesawat Landing di Bandara Adi Soemarmo Solo
Indonesia
Semarang Dilanda Cuaca Buruk, 2 Pesawat Landing di Bandara Adi Soemarmo Solo

General Manager Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan membenarkan adanya landing dua pesawat tersebut akibat cuaca buruk di Bandara Ahmad Yani Semarang sampai Sabtu siang.

Dukung PSBB Jakarta, NasDem Berikan Catatan ke Pemprov DKI
Indonesia
Dukung PSBB Jakarta, NasDem Berikan Catatan ke Pemprov DKI

Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu menilai kebijakan tersebut diperlukan karena makin tingginya angka penularan dan pasien COVID-19 di Jakarta.

Polresta Yogyakarta Gelar Operasi Perut di Malioboro
Indonesia
Polresta Yogyakarta Gelar Operasi Perut di Malioboro

Rata-rata 100 sampai 200 bungkus

Terjaring OTT KPK, Berapa Harta Kekayaan Bupati Kutai Timur?
Indonesia
Terjaring OTT KPK, Berapa Harta Kekayaan Bupati Kutai Timur?

Ia ditangkap karena diduga terlibat korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Kutai Timur.

Identifikasi Jenazah, Tim DVI Minta Keluarga Korban Sriwjaya Bersabar
Indonesia
Identifikasi Jenazah, Tim DVI Minta Keluarga Korban Sriwjaya Bersabar

Sampai Selasa (12/1) pukul 11.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, telah menerima menerima 56 kantong jenazah dan juga delapan kantong properti.

Solo Bakal Punya Rel Layang Mirip Stasiun Gambir Jakarta
Indonesia
Solo Bakal Punya Rel Layang Mirip Stasiun Gambir Jakarta

Saat ini Manajemen Konstruksi (MK) sedang dilakukan lelang