Kasus COVID Melonjak, Singapura Lockdown sampai 18 Agustus Gedung di Singapura. Foto: zephylwer0/Pixabay

MerahPutih.com - Pemerintah Singapura kembali menerapkan lockdown setelah kasus COVID-19 di Negeri Singa itu melonjak. Karantina wilayah diberlakukan mulai Kamis (22/7) sampai 18 Agustus 2021.

Dikutip Sydney Morning Herald, Singapura mencatatkan lonjakan kasus Corona tertinggi dalam kurun waktu 11 bulan terakhir. Berdasarkan data Worldometers, terjadi peningkatan 195 infeksi pada 20 Juli.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA] Singapura Negara Pertama yang Lakukan Otopsi Jenazah COVID-19

Dengan adanya penambahan kasus COVID-19, Pemerintah Singapura memutuskan kembali melakukan pengetatan aktivitas warga seperti dua bulan lalu dengan melarang makan di tempat, menutup venue olahraga, dan membatasi pertemuan hanya untuk dua orang.

Singapura

Aturan penguncian wilayah juga membatasi jumlah rakyat yang diizinkan berkumpul dari 5 orang menjadi hanya 2 orang. Kemudian, otoritas Singapura juga membatasi pengunjung di kawasan Resorts World Sentosa.

"(Resorts World Sentosa) akan tetap beroperasi dengan kapasitas tamu yang dikurangi, termasuk Universal Studios Singapore, S.E.A. Akuarium dan kasino mulai Kamis (22/7) hingga Rabu (18/8)," kata juru bicara Resorts World Sentosa.

Pemerintah Singapura menemukan sejumlah klaster baru penyebaran COVID-19 yakni di sebuah lounge karaoke, yang menyumbang 120 kasus. Sejak 2020, Singapura telah melarang kegiatan klub malam, bar, dan ruang karaoke TV untuk menekan penyebaran COVID-19.

Singapura merupakan salah satu negara yang cukup berhasil mengendalikan pandemi COVID-19. Sejak pandemi mewabah, Singapura hanya mencatatkan 63.245 kasus dengan 36 kematian. (*)

Baca Juga

Dinkes Solo Distribusikan 200 Tabung Oksigen Bantuan Singapura RS Rujukan COVID-19

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri: PPKM Desa Bae Bisa Dijadikan Model PPKM Mikro
Indonesia
Kapolri: PPKM Desa Bae Bisa Dijadikan Model PPKM Mikro

Panglima TNI dan Kapolri sendiri sebelumnya meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi terhadap 1.300 karyawan tekstil di Kudus, Jawa Tengah

Taliban Umumkan Pemerintahan dan Menteri Baru Afghanistan
Dunia
Taliban Umumkan Pemerintahan dan Menteri Baru Afghanistan

Afghanistan kini menghadapi runtuhnya layanan dasar dan makanan, serta persediaan bantuan lainnya yang akan segera habis. Hal itu diungkapkan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Rumah Sakit di Bandung Milik Semua Warga
Indonesia
Rumah Sakit di Bandung Milik Semua Warga

Sebagai ibu kota, Kota Bandung tentu memiliki banyak kelebihan di bandingkan daerah kabupaten/kota di Jawa Barat.

KY Kaji Putusan PT DKI Potong Hukuman Djoko Tjandra
Indonesia
KY Kaji Putusan PT DKI Potong Hukuman Djoko Tjandra

Komisi Yudisial (KY) bakal mengkaji putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI yang memotong hukuman Djoko Soegiarto Tjandra atas perkara dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dan pengurusan red notice interpol Polri.

Bupati Bogor Murka Petugas Puskemas Asyik Karokean dan tak Pedulikan Pasien
Indonesia
Bupati Bogor Murka Petugas Puskemas Asyik Karokean dan tak Pedulikan Pasien

Kelakuan petugas Pukesmas Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, yang asyik karokean dan tidak memperdulkan pasien yang ingin berobat membuat Bupati Bogor, Ade Yasin murka.

BPKP Usul Harga Swab Mandiri Enggak Sampai Rp800 Ribu
Indonesia
BPKP Usul Harga Swab Mandiri Enggak Sampai Rp800 Ribu

Namun, biaya itu masih akan dievaluasi oleh tim dari Kementerian Kesehatan

Kemendagri Minta Pengembang Aplikasi PeduliLindungi Gunakan 'Two Factors Aunthetication'
Indonesia
Pemerintah Diminta Kurangi Anggaran Infrastruktur, Fokus Tangani COVID-19
Indonesia
Pemerintah Diminta Kurangi Anggaran Infrastruktur, Fokus Tangani COVID-19

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti meminta pemerintah mengurangi atau menunda anggaran untuk infrastruktur.

MPR Dorong Pemerintah Terjunkan 62.500 Mahasiswa Kedokteran Bantu Nakes
Indonesia
MPR Dorong Pemerintah Terjunkan 62.500 Mahasiswa Kedokteran Bantu Nakes

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengusulkan agar semua mahasiswa yang terjun ke lapangan membantu nakes diberikan kompensasi akademis, misalnya dalam penanganan COVID-19 ini disetarakan dengan Satuan Kredit Semester (SKS).

Operasional Pasar Induk Kramat Jati Tak Berubah Meski DKI PPKM Darurat
Indonesia