Kasus COVID-19 Tembus 1 Juta, DPR Sebut Kondisi Indonesia Kritis Anggota DPR Fraksi PKS, Sukamta. Foto: pks.id

MerahPutih.com - Kasus COVID-19 di Indonesia tembus 1 juta pada Selasa (26/1). Peningkatan ini mendapatkan perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Anggota Tim COVID-19 Fraksi PKS DPR, Sukamta menyebut situasi yang dihadapi Indonesia saat ini perlu perhatian ekstra semua pihak khususnya pemerintah.

Baca Juga

1.387 Hoaks COVID-19 Beredar, Kemenkominfo Temukan Modus Baru

Ia menuturkan, jika memperhatikan data yang dikeluarkan Satgas COVID-19, sejak Januari 2021 positive rate selalu di atas 20 persen, bahkan beberapa kali lebih mencapai 30 persen. Ini jauh di atas standar organisasi kesehatan dunia (WHO) sebesar 5 persen.

"Artinya saat ini kita masuk pada kondisi yang sangat kritis,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (28/1).

Sukamta menyebut pandemi yang semakin sulit dikendalikan saat ini akibat kebijakan pemerintah yang berulang kali tidak efektif berjalan.

fernandozhiminaicela
Tes COVID-19. Foto: Pixabay/fernandozhiminaicela

Wakil Ketua Fraksi PKS ini mencontohkan kebijakan PSBB yang pernah dilakukan dan PPKM yang saat ini berjalan terlhat tidak mampu membuat masyarakat semakin disiplin prokes.

“Jangan sampai gonta ganti kebijakan yang tambal sulam tanpa menyentuh akar masalah,” papar Sukamta.

Angggota DPR RI asal Yogyakarta ini berpendapat akan lebih baik pemerintah secara transparan sampaikan kelemahan dan kekurangan yang terjadi dalam mengatasi pandemi.

Pemerintah tidak perlu menjadikan negara-negara lain yang saat ini alami lonjakan kasus COVID-19 sebagai pembanding untuk mendapat permakluman masyarakat.

“Masyarakat tentu akan lebih apresiatif jika pemerintah lebih transparan,” urainya.

Sukamta memberi contoh sikap Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson yang menyatakan minta maaf dan bertanggung jawab atas kematian akibat COVID-19 di Inggris yang menyentuh angka 100 ribu adalah hal yang patut dipuji.

“Wacana dan isu politik yang membuat gaduh lebih baik dibuang jauh-jauh supaya energi bangsa ini bisa fokus atasi pandemi,” tegas Sukamta. (Knu)

Baca Juga

Vaksin Terbatas, Vaksinasi COVID-19 Harus Dibarengi Penelitian Lanjutan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Orang Terakhir yang Bertemu Editor Metro TV Digarap Polisi
Indonesia
Orang Terakhir yang Bertemu Editor Metro TV Digarap Polisi

Kekasih dari almarhum Yodi bernama Suci Fitri

Tak Keluarkan Peringatan Dini, BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Hari Ini
Indonesia
Tak Keluarkan Peringatan Dini, BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Hari Ini

Wilayah Jakarta Pusat diprediksi bersuhu 25 hingga 30 derajat Celsius

[Hoaks atau Fakta]: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode

Tidak ditemukan pernyataan Arief bahwa Prabowo ingin Jokowi mengemban masa jabatan presiden selama tiga periode karena melihat dan merasakan kerjanya yang oke.

Barak Pengungsian Merapi Dilengkapi Posko Swab dan Wifi
Indonesia
Barak Pengungsian Merapi Dilengkapi Posko Swab dan Wifi

Barak pengungsian warga lereng Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan dan Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Diskon Pajak Mobil Bikin Perusahaan Otomotif Tingkatkan Produksi
Indonesia
Diskon Pajak Mobil Bikin Perusahaan Otomotif Tingkatkan Produksi

Kementerian Perindustrian optimistis pelaksanaan kebijakan ini dapat berjalan baik, tepat sasaran, dan menguntungkan baik konsumen maupun sektor industri

 Berulah Lagi, Napi Asimilasi yang Dibebaskan Menteri Yasonna Kini Diawasi Polisi
Indonesia
Berulah Lagi, Napi Asimilasi yang Dibebaskan Menteri Yasonna Kini Diawasi Polisi

"Kita kerja sama dengan Lapas untuk memetakan napi yang sudah dapat asimilasi itu.

Ancaman Boikot Produk Prancis Dinilai Tak Akan Rugikan Indonesia
Indonesia
Kuasa Hukum Upayakan Djoko Tjandra Hadiri Sidang PK
Indonesia
Kuasa Hukum Upayakan Djoko Tjandra Hadiri Sidang PK

Andi juga berharap, Djoko Tjandra bisa dapat mengikuti jalannya PK di PN Jakarta Selatan

Bola Liar Kasus Hukum Rizieq Shihab Ada di Tangan Polisi
Indonesia
Bola Liar Kasus Hukum Rizieq Shihab Ada di Tangan Polisi

Polisi pun, lanjut Stanislaus, perlu mendengarkan suara pelapor yang ingin memenuhi rasa keadilan.

Dua Jenazah Pasien COVID-19 di Ponorogo Dimakamkan Dalam Satu Liang Lahat
Indonesia
Dua Jenazah Pasien COVID-19 di Ponorogo Dimakamkan Dalam Satu Liang Lahat

Dua jenazah pasien COVID-19 yang merupakan bapak dan anak dimakamkan dalam satu liang lahat. Keputusan tersebut merupakan permintaan pihak keluarga.