Kasus COVID-19 Tambah 8.369 Orang, Polisi Soroti Kerumunan Akhir-akhir Ini Anggota Polresta Surakarta saat tes usap di halaman Poliklinik Bhayangkara Polresta Surakarta, Rabu (02/12/2020). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

MerahPutih.com - Jumlah pasien virus corona di Indonesia bertambah 8.369 orang, per Kamis (3/12). Ini merupakan rekor tertinggi penambahan kasus.

Sehingga, hari ini total ada 557.877 kasus positif.

Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 3.673 orang. Total pasien sembuh ada 462.553 orang.

Baca Juga:

Hasil Tes Swab Keluar, Kapolda Metro: Positif COVID-19 Bukanlah Aib

Pasien yang meninggal bertambah 156 orang. Total ada 17.355 pasien COVID-19 yang meninggal seluruh Indonesia.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memaparkan, kenaikan kasus virus corona terjadi pada akhir November.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (27/7). Foto: MP/Kanu
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (27/7). (Foto: MP/Kanugrahan)

Dia mengatakan, kenaikan kasus ini terjadi akibat kerumunan dalam beberapa minggu terakhir.

Listyo menyoroti kerumunan yang terjadi beberapa waktu terakhir. Dari demo omnibus law, kerumunan saat kampanye, hingga acara Rizieq Shihab.

Baca Juga:

DIY Mulai Latih Vaksinator COVID-19

"Ada 17 kabupaten/kota yang mengikuti pilkada saat ini masih menjadi zona merah penyebaran virus corona," kata Listyo.

Jumlah kabupaten terbanyak yang menjadi zona merah ada di Pulau Jawa. (Knu)

Baca Juga:

Terdampak COVID-19, 12.076 Keluarga Miskin Solo Dapat Dana Insentif Rp600 Ribu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bukan Tarik Pajak, Ini Aturan Yang Disiapkan Kemenhub Bagi Pesepeda
Indonesia
Bukan Tarik Pajak, Ini Aturan Yang Disiapkan Kemenhub Bagi Pesepeda

Pemerintah daerah untuk mengatur penggunaan sepeda ini minimal dengan menyiapkan infrastruktur jalan maupun ketentuan lain yang mengatur khusus para pesepeda.

Anies Beberkan Strategi Tanggulangi COVID-19 di Depan 44 Wali Kota Dunia
Indonesia
Anies Beberkan Strategi Tanggulangi COVID-19 di Depan 44 Wali Kota Dunia

Menurut Anies, virus Corona tidak mengenal batas-batas negara.

Mantan Mensos Juliari Buka Suara Soal Keterlibatan Gibran di Kasus Suap Bansos
Indonesia
Mantan Mensos Juliari Buka Suara Soal Keterlibatan Gibran di Kasus Suap Bansos

Menurut Juliari, informasi keterlibatan Gibran dalam kasus tersebut tidak benar. Hal itu disampaikan Juliari usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan bansos.

Level Gunung Merapi Naik Jadi Siaga, Ini Daerah yang Masuk Zona Bahaya
Indonesia
Level Gunung Merapi Naik Jadi Siaga, Ini Daerah yang Masuk Zona Bahaya

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari level II waspada menjadi level III siaga pada Kamis (5/11).

Penangkapan John Kei Bukti Negara Tak Boleh Kalah sama Preman
Indonesia
Penangkapan John Kei Bukti Negara Tak Boleh Kalah sama Preman

Polri tidak akan memberikan ruang kepada kelompok preman yang membuat resah dan takut masyarakat.

Jokowi Bakal Bubarkan Lembaga Negara Dinilai Bukan Rekayasa
Indonesia
Jokowi Bakal Bubarkan Lembaga Negara Dinilai Bukan Rekayasa

Rencana membubarkan lembaga dan komisi merupakan komitmen keseriusan Jokowi mengatasi persoalan-persoalan masyarakat selama masa pandemi.

Warga Cemas Gegara COVID-19, Muhammadiyah Sediakan Puluhan Psikolog
Indonesia
Warga Cemas Gegara COVID-19, Muhammadiyah Sediakan Puluhan Psikolog

Bagi warga yang ingin berkonsultasi dapat menghubungi admin LDP MCCC

Satpol PP DKI Kaji Perlombaan 17 Agustus di Tengah Pandemi, Panjat Pinang Dilarang
Indonesia
Satpol PP DKI Kaji Perlombaan 17 Agustus di Tengah Pandemi, Panjat Pinang Dilarang

Satpol PP bakal membocorkan kegiatan mana saja yang diizinkan dilombakan sebelum hari peringatan HUT RI ke-75.

 MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Ma'ruf Amin: APBN Semakin Membengkak
Indonesia
MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Ma'ruf Amin: APBN Semakin Membengkak

"Jika memang diberlakukan nanti, pembatalan (iuran BPJS) oleh MA tentu berdampak terhadap APBN menjadi membengkak" tandas Wapres.

Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis 6 Tahun Penjara
Indonesia
Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis 6 Tahun Penjara

Hakim menyatakan Wahyu terbukti menerima suap Rp600 juta dari kader PDIP Saeful Bahri terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR terpilih periode 2019-2024.