Kasus Covid-19 Meningkat, Pemda DIY Perketat Pembukaan Tempat Wisata DI Yogyakarta melihat kesiapan destinasi wisata sesuai new normal sebelum dioperasikan. (Foto: sewamotorjogja.id)

KASUS penderita COVID-19 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melonjak. Ini memaksa Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memperketat pembukaan destinasi wisata.

Sekretaris Daerah Setda Pemda DIY, Baskara Aji menjelaskan seluruh pengelola lokasi wisata wajib mendapat rekomendasi kepada pemerintah setempat sebelum membuka kembali operasional.

Baca Juga:

Pemkot Perbanyak Lokasi Wifi Gratis di Yogyakarta

jogja
Pemda DIY memantau penerapan protokol kesehatan new normal sebelum memberikan izin pembukaan operasional destinasi wisata. (Foto: Pixabay/masbet)

Pemerintah akan memeriksa kesiapan sarana kebersihan dan kesehatan serta penerapan protokol new normal sebelum memberi izin pembukaan operasional destinasi wisata.

"Kita cek dulu prasarana dan sarana protokol kesehatannya sudah cukup untuk pengunjung apa belum. Apa bisa menerapkan sosial distancing. Kalau di dalam ruangan bagaimana pengaturan sirkulasi udaranya," kata Aji saat ditemui di kantor Kepatihan Gubernur DIY, Rabu (22/07).

Ia menyarankan sejumlah destinasi wisata dalam ruangan untuk menunda dan mempersiapkan lebih matang pembukaan kembali. Misalnya lokasi hiburan tempat karaoke serta bioskop. "Pengelola karaoke musti memperhitungkan protokol kesehatan untuk mikrofonnya. Bagaimana caranya agar mikrofon itu tidak menjadi di tempat penularan virus corona," kata Aji.

Sementara untuk destinasi wisata yang sudah dibuka, Pemda DIY terus membatasi jumlah wisatawan. Upaya yang dilakukan diantaranya belum memberi izin kepada rombongan wisatawan untuk masuk ke destinasi wisata.

Seluruh pengelolaan destinasi wisata juga wajib meminta pengunjung dari luar wilayah DIY atau zona merah dan hitam untuk menunjukkan surat keterangan sehat. "Semua pengunjung yang masuk wajib memeriksa suhu tubuh dan memakai masker di dalam juga wajib menjaga jarak baik itu untuk pegawai wisatawan maupun penjual dalam destinasi wisata," tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga ini.

Baca juga:

Yogyakarta Belum Terima Kunjungan Wisatawan Rombongan

jogja
Wisatawan yang datang juga dimintai mengisi self assessment. (Foto: ist)

Pengetatan pengelolaan destinasi wisata ini dilakukan lantaran sebagian besar penderita COVID-19 tertular dari kasus impor atau dari para pendatang di luar DIY.

Sementara itu Association of The Indonesians Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menegaskan belum menjual paket tur wisata untuk rombongan grup wisata. Ketua Asita DIY Udhi Sudiyono mengatakan pihaknya baru menjual paket wisata untuk grup-grup kecil dengan jumlah wisatawan terbatas. “Kelompok kecil misalnya dari wisatawan keluarga dan teman sekantor saja,. Satu grup isinya 4 sampai 6 orang saja,” kata Udhi.

Tren kunjungan kini bergeser pada wisata alam ketimbang wisata indoor. Berdasarkan laporan dari para anggota grup Asita, Wisatawan yang sudah melakukan reservasi paket tur rata-rata berasal dari daerah di sekitar DIY seperti dari Purwokerto atau Wonosobo.

Wisatawan yang datang juga dimintai mengisi self assessment untuk mencatatkan terkait kondisi kesehatan mereka dan riwayat perjalanan serta potensi kontak dengan pasien positif COVID-19. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Kece Banget, ini 3 Spot Instagramable di Sekitar Danau Situ Patenggang

Kredit : patricia


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH