Kasus COVID-19 Melonjak, Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Kegiatan Berskala Besar Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Melihat tren kenaikan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir karena adanya importasi kasus Corona varian baru, pemerintah menerbitkan aturan baru kegiatan berskala besar

“Kami merilis dan memberlakukan secara efektif SE No 22 Tahun 2022 tentang protokol kesehatan pada pelaksanaan kegiatan berskala besar,” kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (21/6).

Baca Juga

Selasa (21/6), Tambahan Kasus Baru COVID-19 Capai 1.678 Orang

Menurut Wiku, SE ini akan mengatur acara yang dihadiri secara fisik oleh lebih dari seribu orang dalam waktu dan lokasi tertentu yang sama, baik di dalam maupun luar ruang. Acara yang diatur mencakup kegiatan lokal yang dihadiri partisipan lintas provinsi dan atau kabupaten.

Seperti perhelatan sosial dan budaya masyarakat ataupun kegiatan internasional yang dihadiri partisipan antarlembaga atau multilateral, seperti konferensi dan pertemuan wakil negara baik WNI maupun WNA.

Melalui surat edaran ini, pemerintah menetapkan beberapa aturan. Di antaranya wajib dilakukan penyesuaian partisipan dengan kriteria umur dan riwayat penyakit yang berhubungan dengan akses vaksinasi.

1. Anak usia 6-17 tahun diperbolehkan masuk dengan wajib vaksinasi dosis kedua.

2. Anak usia 18 tahun ke atas diperbolehkan masuk dengan wajib vaksinasi dosis ketiga atau booster.

3. Anak usia di bawah enam tahun dan penderita komorbid yang tidak dapat menerima vaksin diimbau untuk tidak mengikuti kegiatan berskala besar demi keselamatan dan kesehatan masing-masing individu.

Selain itu, ada pemberlakuan skrining spesifik sesuai dengan keterlibatan jenis partisipan.

Pertama, untuk kegiatan yang melibatkan pejabat setingkat menteri ke atas atau VVIP wajib mensyaratkan penunjukan hasil negatif PCR 2x24 jam sebelum kegiatan berlangsung dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki venue acara.

Baca Juga

Hati-Hati Kasus Aktif COVID-19 di Jakarta Kembali Naik

Kedua, kegiatan yang bersifat forum multilateral dan tidak melibatkan VVIP wajib melakukan prosedur pemeriksaan gejala berkaitan dengan COVID-19 dan diimbau mensyaratkan pemeriksaan antigen bagi seluruh partisipan untuk meminimalisir potensi penularan.

Ketiga, kegiatan yang tidak bersifat forum multilateral dan tidak melibatkan VVIP, wajib melakukan prosedur pemeriksaan gejala berkaitan dengan COVID-19 dan dilakukan tes antigen bagi pelaku suspek Covid.

“Sebagai tambahan, seseorang yang tidak lolos skrining wajib dites COVID-19 lanjutan di tempat,” kata Wiku.

Terkait mekanisme perizinan kegiatan, penyelenggara kegiatan wajib mendapatkan rekomendasi kelayakan penerapan protokol kesehatan dari Satgas COVID-19 pusat dan izin keramaian kegiatan masyarakat dari Polri.

“Sebagai tambahan, rekomendasi Satgas COVID-19 di pusat didasarkan dari pemeriksaan secara langsung oleh BPBD, Dinkes, dan Polda setempat,” ujarnya.

Wiku mengatakan, pemerintah akan terus memantau implementasi penyesuaian kebijakan ini sesuai data dan kondisi riil yang ada di lapangan. (Knu)

Baca Juga

Senin (20/6), Jumlah Warga Terpapar COVID-19 Sebanyak 1.180 Kasus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Alasan DKI Tambah Waktu Makan di Warteg: Ada Orang Tua Tak Bisa Makan Cepat
Indonesia
Alasan DKI Tambah Waktu Makan di Warteg: Ada Orang Tua Tak Bisa Makan Cepat

Pemprov DKI Jakarta menjelaskan alasan pihaknya mengubah waktu maksimal makan di tempat warung makan, selama masa perpanjangan PPKM Level 4.

Terawan Dipecat IDI, Legislator PAN Minta Kemenkes Turun Tangan
Indonesia
Terawan Dipecat IDI, Legislator PAN Minta Kemenkes Turun Tangan

Menyikapi persoalan ini, Saleh meminta Kementerian Kesehatan mengambil tindakan.

8 Korban Kecelakaan Bus di Imogiri Bantul Dimakamkan Satu Liang Lahat
Indonesia
8 Korban Kecelakaan Bus di Imogiri Bantul Dimakamkan Satu Liang Lahat

Rombongan wisatawan asal Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengalami kecelakaan di Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Minggu (6/2) pukul 13.30 WIB.

Irjen Napoleon Belum Digiring ke Lapas Cipinang, Ada Apa?
Indonesia
Irjen Napoleon Belum Digiring ke Lapas Cipinang, Ada Apa?

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, mengenai hal itu pihaknya terus berkoordinasi dengan MA terkait pemindahan lokasi penahanan Irjen Pol Napoleon.

KPK Setop Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Formula E Jika tak Temui Unsur Pidana
Indonesia
KPK Setop Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Formula E Jika tak Temui Unsur Pidana

"Penyelidikan ini yang dicari adalah peristiwa pidananya dulu. Apakah ada atau tidak, kalau kemudian tidak ada (peristiwa pidananya) ya tidak dilanjutkan," ucap Ali

Tingkatkan Ketahanan Nasional, Menhan Prabowo Jalin Sinergi dengan Akademisi
Indonesia
Tingkatkan Ketahanan Nasional, Menhan Prabowo Jalin Sinergi dengan Akademisi

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengatakan, isu-isu yang berkaitan dengan masalah strategi dan ketahanan nasional diharapkan bisa dilakukan kajian dan dipelajari oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute Konvoi Presiden dan 20 Pebalap MotoGP
Indonesia
Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute Konvoi Presiden dan 20 Pebalap MotoGP

Seluruh aspek dalam persiapan MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sudah sepenuhnya siap.

Seorang Jurnalis Investigasi Rusia Masuk Daftar Buronan Kremlin
Dunia
Seorang Jurnalis Investigasi Rusia Masuk Daftar Buronan Kremlin

Soldatov dikenal sebagai jurnalis yang dikenal karena liputannya tentang badan-badan keamanan Rusia.

Simak, Sejumlah Pelonggaran Aktivitas di Jabodetabek Selama PPKM Level 2
Indonesia
Simak, Sejumlah Pelonggaran Aktivitas di Jabodetabek Selama PPKM Level 2

Aglomerasi Jabodetabek turun ke Level 2 menyusul penurunan jumlah kasus dalam sepekan terakhir.