Kasus COVID-19 Indonesia Bertambah 45.416, Lebih Baik di Rumah Saja Data laju harian COVID-19 dan vaksinasi. (ANTARA/HO-Satgas COVID-19)

MerahPutih.com - Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 pada Sabtu (24/7) bertambah sebanyak 45.416 sehingga secara akumulasi mencapai 3.127.826.

Sementara, angka kematian bertambah 1.415 jiwa, maka akumulasi sejak pertama kali COVID-19 diumumkan di Indonesia, kini sudah mencapai 82.013 kasus.

Baca Juga

Kasus COVID Melonjak, Singapura Lockdown sampai 18 Agustus

Kemudian, angka kesembuhan bertambah 39.767 jiwa dan secara total hingga Sabtu mencapai 2.471.678 jiwa.

DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang terbesar angka terkonfirmasi positif yakni sebanyak 8.360 kasus, disusul Jawa Barat 7.587 kasus, dan Jawa Timur 5.699 kasus.

Ilustrasi. Pasien positif COVID-19 sedang menjalani perawatan. (ANTARA)
Ilustrasi. Pasien positif COVID-19 sedang menjalani perawatan. (ANTARA)

Sementara kasus meninggal terbanyak terjadi di Jawa Timur sebanyak 356 kasus, Jawa Tengah 338 kasus, dan DKI Jakarta 151 kasus.

Adapun laju kesembuhan harian terbanyak terjadi di DKI Jakarta sebanyak 14.612 jiwa, Jawa Barat 6.709 jiwa, dan Jawa Timur 4.428 jiwa.

Masih tingginya angka kasus terkonfirmasi positif ini selaras dengan tingginya spesimen yang diperiksa yakni 252.696 spesimen.

Adapun kasus aktif yang mencakup penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri bertambah 4.234 kasus sehingga total mencapai 574.135 kasus. Sementara mereka yang dinyatakan suspek mencapai 264.578 jiwa. (*)

Baca Juga

Vaksinasi COVID-19 Anak di Kota Bandung Masih Rendah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satu Keluarga di Kota Serang Diduga Jadi Korban Jatuhnya Sriwijaya Air
Indonesia
Satu Keluarga di Kota Serang Diduga Jadi Korban Jatuhnya Sriwijaya Air

Satu keluarga yang tinggal di Kota Serang, Banten, diduga menjadi salah satu korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (9/1).

Alasan Pendukung Rizieq Ramai-ramai Geruduk Pengadilan Tinggi DKI
Indonesia
Alasan Pendukung Rizieq Ramai-ramai Geruduk Pengadilan Tinggi DKI

Polisi menduga, massa yang hendak demo di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta merupakan simpatisan Rizieq Shihab yang hendak memberi dukungan.

Lumpuh Usai Divaksin, Guru Honor di Sukabumi Dinilai Tidak Terbukti KIPI
Indonesia
Lumpuh Usai Divaksin, Guru Honor di Sukabumi Dinilai Tidak Terbukti KIPI

GBS disebakan oleh virus, bakteri pada proses imunologis yang terjadi 2-4 minggu sebelum terjadinya gejala. GBS merupakan penyakit autoimun.

WNA Asal India Positif COVID-19 di Karanganyar
Indonesia
WNA Asal India Positif COVID-19 di Karanganyar

Seorang laki-laki warga negara asing (WNA) asal India dinyatakan positif hasil test PCR.

Pasien OTG Mulai Huni Tower 4 Wisma Atlet
Indonesia
Pasien OTG Mulai Huni Tower 4 Wisma Atlet

Sebanyak 3.852 pasien tengah dirawat di tiga tower, yakni tower 5, 6, dan 7. Lalu, 2.355 pasien terkonfirmasi positif dirawat di tower 6 dan 7. Sementara, 1.497 pasien Covid-19 tanpa gejala tengah dirawat di tower 5.

Omzet PKL Merosot Tajam Pasca Malioboro Bebas Kendaraan
Indonesia
Omzet PKL Merosot Tajam Pasca Malioboro Bebas Kendaraan

Jualan mereka menurun lantaran kawasan Malioboro sepi pengunjung.

Kemenhub Tawarkan Bangun Hotel dan Lainnya di Terminal Pada Investor
Indonesia
Kemenhub Tawarkan Bangun Hotel dan Lainnya di Terminal Pada Investor

Pemerintah pusat harus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk terus memperbaiki dan membenahi pelayanan terminal.

Positif COVID-19, Sejoli Ini Kabur Saat Hendak Digiring ke Wisma Atlet
Indonesia
Positif COVID-19, Sejoli Ini Kabur Saat Hendak Digiring ke Wisma Atlet

Ternyata SP dan HW sudah tidak tinggal di alamat tersebut sejak lima tahun lalu

Kasus COVID-19 Belum Hilang, PKS Minta Anies Pertimbangkan Pembukaan Karaoke
Indonesia
Kasus COVID-19 Belum Hilang, PKS Minta Anies Pertimbangkan Pembukaan Karaoke

Jakarta masih dalam situasi pandemi COVID-19 yang belum betul-betul mereda dan masih menjadi episentrum penularan COVID-19.

Alasan Lansia Renta Belum Layak Divaksin COVID-19
Indonesia
Alasan Lansia Renta Belum Layak Divaksin COVID-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan setiap negara memperhatikan kondisi populasi renta