Kasus COVID-19 Global Melebihi Angka 12 Juta, Berikut Negara-Negara Infeksi Tertinggi Pos pemeriksaan perbatasan yang ditutup karena lonjakan kasus COVID-19 di Albury, New South Wales, Australia, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO/AAP Image/Lukas Coch via REUTERS/AWW/djo

MerahPutih.com - Kasus virus corona (COVID-19) global pada Rabu (8/7) melebihi angka 12 juta. Demikian menurut hitungan Reuters.

Sementara lebih dari setengah juta nyawa orang melayang dalam tujuh bulan akibat COVID-19. Ini juga disebut sebagai bukti yang bertambah soal kemungkinan virus menyebar lewat udara.

Baca Juga:

Wartawan Brazil Dikarantina Setelah Wawancarai Presiden Bolsonaro

Jumlah kasus tersebut tiga kali lipat dari penyakit influenza parah yang dicatat setiap tahunnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Seperti dikutip Antara, banyak negara yang paling terdampak pandemi sedang melonggarkan lockdown, yang sebelumnya diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

Namun, sejumlah negara, seperti Tiongkok dan Australia, menerapkan lockdown lanjutan guna mengantisipasi gelombang baru infeksi.

Para ahli mengatakan perubahan dalam hal pekerjaan dan kehidupan sosial dapat berlangsung hingga vaksin tersedia.

Kasus COVID-19 pertama dilaporkan di Tiongkok pada awal Januari dan, memasuki hari ke -149, virus tersebut telah menginfeksi enam juta orang.

Dibutuhkan kurang dari sepertiga durasi itu, yakni 39 hari, bagi jumlah kasus itu untuk berlipat menjadi 12 juta, menurut penghitungan.

Pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar di Brazil, di Sao Paulo, Brazil, Jumat (22/5/2020). Foto diambil dengan drone. (REUTERS/Amanda Perobelli/wsj/cfp)
Pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar di Brazil, di Sao Paulo, Brazil, Jumat (22/5/2020). Foto diambil dengan drone. (REUTERS/Amanda Perobelli/wsj/cfp)

Sejauh ini, tercatat lebih dari 546.000 kematian terkait COVID-19, kisaran yang sama dengan jumlah kematian influenza yang dilaporkan seluruh dunia setiap tahunnya.

Kematian pertama akibat COVID-19 dilaporkan pada 12 Januari di Wuhan, Tiongkok tengah, sebelum angka infeksi dan korban meninggal melonjak di Eropa dan kemudian di AS.

AS melaporkan rekor global harian 56.818 kasus baru COVID-19 pada 3 Juli, saat kasus global mencapai 11 juta. AS melaporkan total tiga juta kasus pada Selasa (7/7). Angka itu menyumbang lebih dari seperempat, baik dalam jumlah kasus maupun kematian global, yang menempatkan strategi pandemi Presiden Donald Trump di bawah pengawasan.

Presiden Brazil Jair Bolsonaro positif terinfeksi virus corona usai meremehkan bahaya pendemi. Brazil melaporkan antara 20.000 hingga 50.000 kasus baru COVID-19 setiap harinya sejak 1 Juli. Tercatat lebih dari 1,7 juta kasus dan hampir 68.000 kematian akibat COVID-19 di negara tersebut.

Baca Juga:

WHO Segera Dapatkan Hasil Awal Uji Coba Obat COVID-19

Hitungan Reuters, yang berdasarkan pada laporan pemerintah, menunjukkan penyebaran tercepat virus corona terjadi di Amerika Latin.

Amerika berkontribusi lebih dari setengah infeksi global dan hampir setengah jumlah kematian. Brazil dan AS menyumbang sekitar 45 persen dari semua kasus baru sejak awal Juli.

India, negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi ketiga di dunia, sedang berjuang menghadapi lebih dari 20.000 kasus baru setiap harinya.

Di negara-negara dengan kemampuan pengujian yang terbatas, jumlah kasus hanya mencerminkan sebagian total infeksi. Para ahli memperingatkan bahwa data resmi sepertinya tidak mewakili jumlah kasus maupun kematian COVID-19. (*)

Baca Juga:

Jamaah Haji 2020: 70 Persen Asing, 30 Persen Warga Arab Saudi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH