Kasus COVID-19 di Kudus Meroket, Kapolri: Kami Prihatin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (5/6). (Foto: MP/Istimewa)

Merahputih.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Kepala BNPB Ganip Warsito mengecek upaya penanganan COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hal itu menyusul lonjakan kasus yang terjadi dan tertinggi di Jateng, Minggu (6/6).

Kunjungan mereka ke Kudus, setelah sebelumnya meninjau pelaksanaan vaksinasi di tiga kabupaten di Jateng, seperti Kabupaten Blora, Ciacap, dan Pati. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Pangdam IV Kodam Diponegoro Mayjend TNI Rudianto, beserta pejabat utama Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro.

Baca Juga:

Tsunami COVID-19 di Kudus Diduga Akibat Kegiatan Religi Pasca Lebaran

"Kami sangat prihatin dengan meningkatnya COVID-19 di Kabupaten Kudus ini. Kami minta semua pihak termasuk TNI dan Polri agar lebih intensif dalam penanganan COVID-19," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangnnya, Minggu (6/6).

Dari data yang diterimanya, jumlah terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 7.975 orang. Sedangkan pasien sembuh 5.918 orang, dan meninggal dunia 659 orang. Hal ini menjadi perhatian khusus dirinya bersama Panglima dalam menangani COVID di Kabupaten Kudus.

"Ketersediaan tempat tidur di tujuh rumah sakit di Kabupaten Kudus juga semakin menipis karena dari 393 tempat tidur sudah terisi 359 tempat tidur atau 91 persen. Sementara ruang ICU dari 41 tempat tidur juga terisi 92 persen atau 38 tempat tidur," ujarnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (5/6). (Foto: MP/Istimewa)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (5/6). (Foto: MP/Istimewa)

Kondisi tersebut membuat Kabupaten Kudus dalam kondisi yang kurang baik apalagi jika terjadi penambahan kasus aktif di wilayah sekitarnya. Untuk itu dia meminta semua instansi baik TNI Polri, bersama-sama menangani COVID-19 di Kabupaten Kudus agar kembali pulih seperti semula.

"Masalah COVID-19 merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah, TNI ataupun Polri. Tetapi menjadi tanggung jawab bersama karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, oleh karena itu semua harus bergerak bersama," beber dia.

Pemerintah, TNI dan Polri sangat membutuhkan peran serta masyarakat untuk mencegah penularan COVID-19. Minimal saling mengingatkan untuk disiplin terhadap protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan).

Baca Juga:

Lonjakan Kasus COVID-19 di Kudus Akibat Hajatan Jadi Pelajaran Bagi Daerah Lain

Polri bersama dengan TNI juga menyiapkan delapan Armoured Water Cannon (AWC) untuk menyemprotkan cairan desinfektan di sejumlah tempat sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit virus corona di Kudus.

Kapolri juga memerintah Kapolda Jateng untuk lebih fokus menangani enam desa yang terpapar COVID-19 untuk menerjunkan satu SSK pasukan Brimob menjaga desa tersebut. Sehingga, tidak ada warga yang keluar kemanapun selama Isolasi mandiri. Semua pasukan baik dari Babinsa, Babinkhamtibmas, Batalyon dan Brimob serta tenaga kesehatan, semuanya ditempatkan di Kabupaten Kudus dengan harapan COVID-19 di Kudus bisa segera hilang. (*)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPKPP Solo Makamkan 580 Jenazah dengan Prokotol Kesehatan COVID-19
Indonesia
DPKPP Solo Makamkan 580 Jenazah dengan Prokotol Kesehatan COVID-19

MerahPutih.com - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Solo mencatat sepanjang 2021 sebanyak 580 jenazah dimakamkan dengan protokol COVID-19 di Solo.

Selama Larangan Mudik, KA Lokal Tetap Beroperasi
Indonesia
Selama Larangan Mudik, KA Lokal Tetap Beroperasi

Kebijakan tersebut berlaku lantaran belum adanya instruksi langsung dari Kementerian Perhubungan terkait aturan operasional KA lokal.

Baleg Siap Ambil Alih Pembahasan RUU Yang Tidak Selesai di Komisi DPR
Indonesia
Baleg Siap Ambil Alih Pembahasan RUU Yang Tidak Selesai di Komisi DPR

Supratman menyerukan semua AKD dan komisi yang tidak bisa menyeleaaikan pembahasan. RUU, agar segera diserahkan ke Baleg untuk diselesaikan.

[Hoaks atau Fakta]: Masyarakat Baduy Belum Pernah Divaksin
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Masyarakat Baduy Belum Pernah Divaksin

Anak usia bawah lima tahun (balita) Baduy menerima vaksin imunisasi untuk mencegah berbagai penyakit menular, seperti campak dan polio pada bulan Maret 2010.

Survei PSI: Masyarakat Pilih Airlangga Hartarto jika Pilpres Digelar Hari Ini
Indonesia
Survei PSI: Masyarakat Pilih Airlangga Hartarto jika Pilpres Digelar Hari Ini

Panel Survei Indonesia (PSI) merilis survei tentang kriteria kepemimpinan nasional 2024-2029 yang diinginkan masyarakat.

Polisi Gandeng Kelompok Pengusaha Vaksinasi Warga di Jakpus
Indonesia
Polisi Gandeng Kelompok Pengusaha Vaksinasi Warga di Jakpus

Hingga kini, proses vaksinasi di Jakarta masih terus berlangsung

Berhentikan Terduga Pelaku, KPI Janji Dampingi Korban Perundungan dan Pelecehan Seksual
Indonesia
Berhentikan Terduga Pelaku, KPI Janji Dampingi Korban Perundungan dan Pelecehan Seksual

KPI Pusat juga akan mendorong penyelesaian kasus tersebut melalui jalur hukum yang berlaku

Perpanjangan PSBB di Jakarta Perlu Pengetatan Berbasis Lokal
Indonesia
Perpanjangan PSBB di Jakarta Perlu Pengetatan Berbasis Lokal

Secara khusus Yani meminta, agar penerapan PSBB ini menekankan pada pengetatan berbasis lokal pemukiman.

Polisi Akui Larang Pengibaran Bendera Merah Putih di PIK
Indonesia
Polisi Akui Larang Pengibaran Bendera Merah Putih di PIK

Guruh tak ingin hal itu membuat angka COVID-19 naik lagi

Peringatan PDI Perjuangan Pada Ganjar Pranowo
Indonesia
Peringatan PDI Perjuangan Pada Ganjar Pranowo

Dinamika di internal PDI Perjuangan terkait dengan bursa calon presiden-wakil presiden dalam Pemilu 2024 mendatang tampaknya kian hangat dan memanas.