Kasus Corona di Tanah Air Capai 64.958 Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (ANTARA/Prisca Triferna/ac)

MerahPutih.com - Pemerintah mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 pada Senin (6/ 7). Jumlah pasien positif mencapai 64.958.

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 1.209 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Senin (6/7).

Baca Juga:

Kementan Tegaskan 'Kalung Anticorona' Bukan Jimat

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 814 pasien menjadi 29.919 yang sembuh.

"COVID-19 bisa sembuh dan ini memotivasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto yang mengenakan batik ini.

Pasien meninggal dunia bertambah 70 orang menjadi 3.241 pasien yang meninggal.

"Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19. Optimisme kita perlukan ," ucapnya.

Sementara, orang dalam pemantauan mencapai 38.748 dan pasien dalam pengawasan mencapai 13.360.

"Ini bukti masih ada kelompok rentan dan penularan masih terjadi," jelas Yurianto.

  Achmad Yurianto. (Doc. ANTARA/Virna P Setyorini/aa/sh)
Achmad Yurianto. (Doc. ANTARA/Virna P Setyorini/aa/sh)

Yuri mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan COVID-19. Banyak penularan orang tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain.

"Tinggal di rumah adalah jawaban satu satunya yang benar. Tak melakukan perjalanan kemanapun baik itu ke rumah saudara atau ke kampung," jelas Yurianto.

"Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu," ujarnya.

Dia masyarakat mencegah adanya kerumunan dan penumpukan orang. Selain itu, masyarakat juga diminta tak menyentuh terlalu lama orang yang rentan seperti orang tua dan sakit karena penularan bisa lebih cepat

"Karena lenularan tidak langsung melalui kontak tangan ini sangat besar pengaruhnyam lakukan sering-sering cuci tangan dan hindari terlalu banyak memegang tubuh," jelas Yurianto.

Baca Juga:

DPR Pertanyakan Basis Riset Kalung Anticorona dari Kementan

Menurut dia, jangan sampai ada orang yang tertular.

"Karena beban rumah sakit makin berat. Mencegah jangan sampai sakit dan ada orang lain yang sakit," ungkap Yurianto.

Ia mengingatkan soal adanya ancaman demam berdarah yang bisa terjadi kapan pun.

"Bersihkan rumah, bersihkan sarang nyamuk. Lindungi yang sakit, sehat dan lindungi masayarakat kita. Kita bisa," jelas Yurianto. (Knu)

Baca Juga:

Menkes Terawang Terbitkan Surat Edaran Baru COVID-19, Ini Isinya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Haji Lulung: Polisi dan Rizieq Shihab Naikkan Elektabiltas Anies Baswedan
Indonesia
Haji Lulung: Polisi dan Rizieq Shihab Naikkan Elektabiltas Anies Baswedan

Terlebih elektabilitas semakin merokot atas pemanggilan Anies ke Polda Metro untuk klarifikasi pelanggaran keramaian di Pertamburan.

Polisi Bocorkan Alasan Belum Juga Terapkan Lagi Ganjil-Genap
Indonesia
Polisi Bocorkan Alasan Belum Juga Terapkan Lagi Ganjil-Genap

Volume kendaraan di jalanan ibu kota hampir mencapai volume normal

Bendung Katulampa Siaga 1, Warga Pasar Ikan Diminta Siaga
Indonesia
Bendung Katulampa Siaga 1, Warga Pasar Ikan Diminta Siaga

hal itu karena wilayah Bogor diguyur hujan deras.

Komisi II, Kepala BKN Hingga MenPan-RB Gelar Raker Tertutup Bahas TWK Calon ASN KPK
Indonesia
Komisi II, Kepala BKN Hingga MenPan-RB Gelar Raker Tertutup Bahas TWK Calon ASN KPK

Doli berharap Komisi II DPR bisa ikut membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif

Massa PA212 Bubar, Polisi Buka Lagi Jalan di Dekat Bundaran HI
Indonesia
Massa PA212 Bubar, Polisi Buka Lagi Jalan di Dekat Bundaran HI

Tinggal menunggu yang dari arah utara ke selatan

MA Tolak Permohonan Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Indonesia
MA Tolak Permohonan Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

uji materi yang diajukan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) itu diputus pada tanggal 6 Agustus 2020 oleh Hakim Agung Supandi, Yodi Martono Wahyunadi, dan Is Sudaryono.

Gibran Dinilai Emosional dan Bajo Lebih Tenang Khas Rakyat
Indonesia
Gibran Dinilai Emosional dan Bajo Lebih Tenang Khas Rakyat

Pada dasarnya kedua paslon sama-sama belum menyentuh problem riil yang dihadapi masyarakat Solo saat debat pertama.

Lompat dari Lantai 13 RSUI Depok, Pasien COVID-19 Tewas
Indonesia
Lompat dari Lantai 13 RSUI Depok, Pasien COVID-19 Tewas

Humas RSUI Kinanti membenarkan kasus tersebut

KPK Sita Dokumen Usai Geledah Kantor dan Rumah Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Sita Dokumen Usai Geledah Kantor dan Rumah Azis Syamsuddin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung melakukan penggeledahan di empat lokasi pada Rabu (28/4).

Gibran Tidak Menggelar Open House
Indonesia
Gibran Tidak Menggelar Open House

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, tidak menggelar open house pada Lebaran 1442 H. Selain itu, juga menghimbau pada masyarakat untuk tidak menggelar halal bihalal usai menjalankan Salat Id.