Kasus Cacar Monyet Terus Bertambah di Nigeria Tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet, dalam gambar tidak bertanggal yang diperoleh Reuters pada 18 Mei 2022. (CDC/Brian W.J. Mahy/HO via Reuters/as)

MerahPutih.com - Otoritas Nigeria memastikan kemunculan 21 kasus cacar monyet. Di mana, satu pasien dilaporkan meninggal. Kasus-kasus di Nigeria dilaporkan muncul di enam negara bagian serta di ibu kota negara, Abuja.

Badan Pengendalian penyakit Nigeria (NCDC) memaparkan, di antara 61 terduga kasus cacar monyet yang dilaporkan sejak Januari, 21 di antaranya sudah dipastikan. Satu di antara 21 pasien penyakit itu, yakni pria berusia 40 tahun, meninggal.

Baca Juga:

Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada terhadap Penyakit Cacar Monyet

"Di antara 21 kasus yang dilaporkan sejauh ini pada 2022, tidak ada bukti soal transmisi virus itu yang baru atau tidak biasa, juga tidak ada perubahan wujud klinis yang didokumentasikan (termasuk gejala, bentuk, dan kedahsyatan)," kata NCDC.

Cacar monyet merupakan penyakit khas di negara-negara Afrika seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, dan Nigeria. Namun, infeksi virus yang biasanya menyebar tidak terlalu parah itu telah menyebabkan kekhawatiran di seluruh dunia setelah 200 kasus terduga dan terkonfirmasi ditemukan sejak awal Mei di sedikitnya 19 negara, terutama di Eropa.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyatakan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dalam menghadapi situasi perluasan suatu wabah penyakit baik secara global ataupun nasional.

"Analisis dan prediksi saya menyikapi situasi global terakhir baik di regional maupun nasional, sebagai peneliti global health security atau ketahanan kesehatan global, saya sampaikan bahwa situasi pandemi ini memberikan dampak langsung dan tidak langsung," kata Dicky.

Ia menuturkan, anak-anak menjadi pihak dominan yang paling rentan terhadap suatu wabah. Anak-anak merupakan magnet dan berpotensi menjadi asal mula timbulnya suatu wabah di masa modern.

Lengan dan dada seorang pasien dengan lesi kulit akibat cacar monyet, dalam gambar tak bertanggal yang diperoleh Reuters pada 18 Mei 2022. (CDC/Brian W.J. Mahy/HO via Reuters/as)
Lengan dan dada seorang pasien dengan lesi kulit akibat cacar monyet, dalam gambar tak bertanggal yang diperoleh Reuters pada 18 Mei 2022. (CDC/Brian W.J. Mahy/HO via Reuters/as)

Hal itu karena banyak anak, utamanya yang berusia di bawah enam tahun, cenderung belum memiliki imunitas untuk menghadapi suatu penyakit, bahkan terkesan ada penurunan anti bodi selama menghadapi pandemi seperti COVID-19.

Di samping itu, munculnya baik wabah lama seperti polio, hepatitis ataupun wabah baru seperti monkeypox (cacar monyet) disebabkan karena adanya perubahan pada perilaku manusia yang mungkin menjadi lebih rawan dan abai terhadap kesehatan juga kebersihan lingkungan sehingga memicu terjadinya kerawanan terhadap satu atau lebih banyak populasi.

"Hal lain yang menyebabkan kerawanan pada anak yakni banyak negara memberikan pelonggaran terhadap aturan protokol kesehatan saat menghadapi sebuah pandemi, tanpa sempat memperbaiki sistem kesehatan dan respons mitigasinya yang belum terbilang optimal," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Jangan Panik! Begini Gejala Cacar Monyet

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
AJI Soroti 14 Pasal RUU KUHP
Indonesia
AJI Soroti 14 Pasal RUU KUHP

DPR dan pemerintah diminta untuk melibatkan publik dalam pembahasan draft RUU KUHP tersebut.

DPRD Kecewa Tingginya Kebocoran Pipa Milik PALYJA, Kontrak Harus Selesai
Indonesia
DPRD Kecewa Tingginya Kebocoran Pipa Milik PALYJA, Kontrak Harus Selesai

Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Air Minum DPRD DKI Jakarta menyesalkan tingginya tingkat kehilangan air yang disebabkan karena kebocoran pipa milik PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA).

Anies Bersyukur Natal 2021 Dalam Kondisi Pandemi COVID-19 Menurun
Indonesia
Anies Bersyukur Natal 2021 Dalam Kondisi Pandemi COVID-19 Menurun

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga menyampaikan ucapan selamat Hari Natal Tahun 2021 kepada umat kristiani.

Pertemuan SBY-JK Upaya Jodohkan Anies-AHY di Pilpres 2024
Indonesia
Pertemuan SBY-JK Upaya Jodohkan Anies-AHY di Pilpres 2024

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, SBY-JK ingin menjadi mentor sekaligus king maker pada Pilpres 2024.

Cakupan Vaksinasi Booster Masih Minim
Indonesia
Cakupan Vaksinasi Booster Masih Minim

Indonesia ditegaskan Presiden Joko Widodo, tak akan buru-buru mengakhiri status pandemi COVID-19.

Subsidi Bikin Tarif KRL Tetap Wajar
Indonesia
Subsidi Bikin Tarif KRL Tetap Wajar

Untuk tahun 2022 ini, Kemenhub mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,2 triliun lebih untuk penyelenggaran PSO dan subsidi kereta api perintis.

Jokowi Bandingkan Pemberantasan Korupsi Antara KPK, Polisi dan Kejaksaan
Indonesia
Jokowi Bandingkan Pemberantasan Korupsi Antara KPK, Polisi dan Kejaksaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan pada Jokowi, telah menerbitkan 109 surat perintah penyidikan sepanjang 2021. Dengan angka itu, lembaga antirasuah menetapkan sebanyak 121 tersangka.

[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates Tarik Semua Vaksin COVID-19 Dari Peredaran
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates Tarik Semua Vaksin COVID-19 Dari Peredaran

Saat mengecek situs Daily Expose, diketahui website tersebut berisikan artikel satire yang kebenarannya isi artikelnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Puluhan WNI Diduga Jadi Korban Kapal Karam Saat Diselundupkan Ke Malaysia
Indonesia
Puluhan WNI Diduga Jadi Korban Kapal Karam Saat Diselundupkan Ke Malaysia

Jumlah keseluruhan korban yang ditemukan sebanyak 32 orang, yaitu 14 korban selamat dan 18 korban meninggal dunia.

Surati Menteri Ida, Anies: Formula Penetapan UMP Tidak Cocok Diterapkan di Jakarta
Indonesia
Surati Menteri Ida, Anies: Formula Penetapan UMP Tidak Cocok Diterapkan di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menemui massa buruh yang berunjuk rasa di gedung Balai Kota DKI.