Kasus Bayi Debora: RS Mitra Keluarga Akan Ditutup, jika... RS Mitra Keluarga. (mitrakeluarga.com)

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta langsung memanggil pihak RS Mitra Keluarga untuk meminta penjelasan terkait meninggalnya seorang bayi Tiara Debora Simanjorang usai mendapat tindakan medis di RS tersebut.

Dalam pertemuan tertutup itu, pihak Dinkes dan RS Mitra Keluarga menyepakati sejumlah butir perjanjian yang ditandatangani di atas materai.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan surat pernyataan itu dibuat sebagai buntut meninggalnya Tiara Debora, bayi berumur empat bulan yang diduga telat mendapatkan pertolongan medis di ruang PICU akibat RS Mitra Keluarga Kalideres belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

"Ada empat butir pernyataan telah disepakati bersama, dan apabila ditemukan pelanggaran maka siap menerima konsekuensi berupa pencabutan izin rumah sakit," kata Koesmedi Priharto usai pertemuan di Dinkes DKI Jakarta, Senin (11/9).

Ada pun isi surat pernyataannya adalah,

1. Bersedia memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antisipasi diskriminasi, efektif, dan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan RS

2. Bersedia melaksanakan fungsi sosial dengan pelayanan gawat darurat tanpa meminta uang muka

3. Bersedia melayani sistem rujukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

4. Bersedia mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, terkait pelayanan terhadap pasien di rumah sakit

Sebelumnya bayi Debora meninggal dunia diduga karena kelalaian dari tim medis RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, Minggau (3/9).

Bayi Debora diduga tidak bisa menggunakan Fasilitas PICU karena kekurangan biaya. (Fdi)

Baca juga berita terkait kasus bayi Debora dalam artikel: Keluarkan Dana Besar, Keluarga Bayi Debora Pertimbangkan Ke Ranah Hukum


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH